ADVERTISEMENT
Selasa, Oktober 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Cuaca

Harga Cabai Rawit di Timika Tembus Rp140.000, Pasokan Menipis akibat Kemarau

“Memang panennya sedikit. Bukan karena kami mau menaikkan harga, tetapi memang dari lahannya tidak ada,” kata Eca.

12 September 2026
0
Harga Cabai Rawit di Timika Tembus Rp140.000, Pasokan Menipis akibat Kemarau

Ibu Eca salah satu pedagang di pasar Sentral Timika menata cabai dagangannya. (Foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Harga cabai rawit di Pasar Sentral Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, naik dalam sepekan terakhir. Kenaikan dipicu berkurangnya pasokan dari petani akibat musim kemarau.

Seorang pedagang di Pasar Sentral Timika, Eca, mengatakan harga cabai rawit kini mencapai sekitar Rp140.000 per kilogram. Bahkan, sebagian pedagang menjualnya hingga Rp150.000 per kilogram.

“Sudah satu mingguan yang mahal ini,” kata Eca saat ditemui di lapaknya, Sabtu 12 September 2026.

Menurut dia, harga normal cabai rawit sebelumnya berada di kisaran Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Namun, dalam beberapa hari terakhir harganya terus meningkat secara bertahap.

Baca Juga

Sem Bukaleng Apresiasi Perhatian Pemkab Mimika pada Adat Amungme

HUT ke-30 Mimika, Deinas Geley Ajak Warga Bangun dengan Hati

“Kemarin mulai Rp100.000, terus naik Rp110.000, kemudian Rp120.000. Bertahap-tahap naik,” ujarnya.

Eca mengatakan kenaikan harga terjadi karena pasokan cabai dari petani berkurang. Kondisi serupa juga terjadi pada pasokan dari sejumlah daerah yang selama ini menjadi sumber cabai, seperti Makassar, Jawa, dan Bima.

“Dari luar juga kosong. Ada dari Makassar, Jawa atau Bima, semuanya juga kosong. Makanya sekarang lebih mahal,” katanya.

Selain pasokan dari luar daerah, produksi petani lokal juga menurun akibat minimnya hujan. Kondisi lahan yang kering membuat panen cabai berkurang.

“Memang panennya sedikit. Bukan karena kami mau menaikkan harga, tetapi memang dari lahannya tidak ada,” kata Eca.

Kenaikan harga paling terasa pada cabai rawit. Sementara harga cabai besar masih relatif stabil di sekitar Rp90.000 per kilogram.

Untuk komoditas lain, harga bawang merah dan bawang putih disebut masih berada di kisaran Rp60.000 per kilogram. Adapun harga tomat mulai naik dari sebelumnya sekitar Rp20.000-Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Eca mengatakan kenaikan harga cabai rawit belum banyak mengurangi pembelian masyarakat. Konsumen tetap membeli karena cabai merupakan kebutuhan sehari-hari.

“Biarkan kita mengeluh, karena memang kurang dari petani. Tetap orang beli, karena memang dari petani tidak ada,” ujarnya.

Ia memperkirakan harga cabai rawit masih berpotensi naik apabila kondisi kemarau dan keterbatasan pasokan berlanjut. Bahkan, harga bisa mencapai Rp200.000 per kilogram jika stok semakin sulit diperoleh.

“Pasti naik lagi. Bisa nanti sampai Rp200.000. Memang tidak ada di lahan. Kalau kemarau, kering,” kata Eca. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kabut Asap Mimika, PAUD–SD dan SLB Belajar dari Rumah

Kabut Asap Mimika, PAUD–SD dan SLB Belajar dari Rumah

12 Oktober 2026
Sem Bukaleng Apresiasi Perhatian Pemkab Mimika pada Adat Amungme

Sem Bukaleng Apresiasi Perhatian Pemkab Mimika pada Adat Amungme

12 Oktober 2026
HUT ke-30 Mimika, Deinas Geley Ajak Warga Bangun dengan Hati

HUT ke-30 Mimika, Deinas Geley Ajak Warga Bangun dengan Hati

12 Oktober 2026
Tiga Dekade Mimika, Bupati Ajak Semua Pihak Bangun Ekonomi

Tiga Dekade Mimika, Bupati Ajak Semua Pihak Bangun Ekonomi

12 Oktober 2026
HUT ke-30 Mimika, Rettob-Kemong Paparkan Capaian dan Tantangan

HUT ke-30 Mimika, Rettob-Kemong Paparkan Capaian dan Tantangan

12 Oktober 2026
Dari Lala Pokaka hingga Layanan Kesehatan Gratis, Mimika Perkuat Pelayanan untuk Warga

Mimika Targetkan 10 Kampung Dapat Akses Listrik

12 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    790 shares
    Bagikan 316 Tweet 198
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    601 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Israel Kurnia Burdam Kritis Usai Diduga Dianiaya Berulang di Timika, Keluarga Desak Polisi Bertindak

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    515 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Pria Tewas Berlumuran Darah di SP2 Timika, Polisi Buru 4 Temannya

Pria Tewas Berlumuran Darah di SP2 Timika, Polisi Buru 4 Temannya

Alumni Akpol 1996 Bangun Dapur Taruna untuk Dukung Modernisasi Pendidikan Polri

Alumni Akpol 1996 Bangun Dapur Taruna untuk Dukung Modernisasi Pendidikan Polri

Jalanan Timika dipenuhi Debu, Bupati Instruksikan BPBD Lakukan Penyiraman

Jalanan Timika dipenuhi Debu, Bupati Instruksikan BPBD Lakukan Penyiraman

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id