TIMIKA, Koranpapua.id- Pemerintah Kabupaten Mimika mengambil langkah strategis memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran dengan membentuk Tim Relawan Pemadam Kebakaran Kabupaten Mimika.
Program ini melibatkan masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat penanganan kebakaran di wilayah yang memiliki cakupan geografis sangat luas.
Pembentukan tim relawan tersebut dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika di Aula Keuskupan Timika Bobaigo, Jalan Cenderawasih, Rabu 29 Juli 2026.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari PT Freeport Indonesia, Polres Mimika, Kantor SAR Timika dan PLN untuk membekali para relawan dengan pengetahuan serta keterampilan dasar penanggulangan kebakaran.
Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, Petrus Pali Ambaa, ditegaskan bahwa pembentukan relawan merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan publik, khususnya di bidang perlindungan masyarakat, pencegahan, dan penanggulangan kebakaran.
Menurutnya, luasnya wilayah Kabupaten Mimika, pertumbuhan kawasan permukiman dan infrastruktur, serta keterbatasan personel pemadam kebakaran membuat pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman kebakaran.
“Pencegahan dan penanggulangan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat,” ujar Petrus.
Ia menambahkan, kehadiran relawan diharapkan mampu menjadi garda terdepan di lingkungan masing-masing, terutama dalam memberikan respons awal sebelum petugas pemadam tiba di lokasi kejadian.
Pemerintah juga menekankan pentingnya pencapaian waktu tanggap (response time) maksimal 15 menit sesuai standar operasional prosedur (SOP) pelayanan pemadam kebakaran. Untuk memenuhi target tersebut, koordinasi antara relawan dan petugas resmi menjadi kunci utama.
Selain membantu memadamkan api, relawan juga diharapkan mampu mendukung proses penyelamatan dan evakuasi korban, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan kebakaran.
Meski mengakui masih terdapat keterbatasan personel serta sarana dan prasarana, Pemerintah Kabupaten Mimika optimistis keberadaan Tim Relawan Pemadam Kebakaran akan memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi situasi darurat.
“Dengan sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat, penanganan kebakaran diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, lebih terkoordinasi, sehingga korban jiwa maupun kerugian material dapat ditekan seminimal mungkin,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru










