TIMIKA, Koranpapua.id– Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mendatangi rumah duka korban penikaman di Dermaga Pelabuhan Pomako, Distrik Mimika Timur, Jumat 17 Juli 2026.
Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, ia memastikan proses hukum terhadap pelaku berjalan dan mengajak keluarga mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada kepolisian.
Kapolres disambut langsung oleh kedua orang tua almarhum Elisius Waweyauta (22), korban yang meninggal dunia akibat insiden penikaman di Dermaga Pelabuhan Pomako pada Rabu 15 Juli 2026.
Didampingi jajaran Polres Mimika, AKBP Alredo menyampaikan dukacita sekaligus memberikan bantuan bahan makanan kepada keluarga sebagai bentuk kepedulian.
“Saya datang ke sini membawa sedikit bantuan bahan makanan untuk meringankan beban keluarga. Bukan ada maksud lain,” ujar Alredo.
“Saya juga Orang Asli Papua (OAP), dan kalau ada keluarga yang berduka, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk hadir dan membantu,” lanjut Alredo.
Ia mengatakan, kepolisian telah bergerak cepat menangani kasus tersebut. Hanya sekitar 15 menit setelah kejadian, Tim Babat Satreskrim Polres Mimika berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial AJ.
Kapolres meminta keluarga korban mempercayakan proses hukum sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. “Kepolisian akan menangani perkara tersebut sesuai ketentuan yang berlaku,” janji Alredo.
Terkait keinginan keluarga korban untuk bertemu dengan pihak keluarga pelaku, Alredo menyebut pihaknya siap memfasilitasi melalui Kapolsek Mimika Timur.
“Menanggapi keinginan keluarga korban untuk bertemu dengan pihak keluarga pelaku, nanti akan kami fasilitasi dan dikoordinasikan oleh Kapolsek Mimika Timur,” jelasnya.
Selain itu, Polres Mimika juga memastikan siap membantu kebutuhan keluarga, termasuk menyediakan ambulans untuk proses pemakaman apabila diperlukan.
“Saya harap almarhum segera dimakamkan. Apabila keluarga membutuhkan ambulans untuk prosesi pemakaman, kami sudah siapkan dan siap membantu kapan pun keluarga membutuhkan,” tuturnya.
Mengenai aksi pemalangan jalan yang dilakukan keluarga korban, Kapolres Alredo mengaku memahami alasan tersebut.
Namun, ia berharap akses jalan tidak ditutup dalam waktu lama karena digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas.
“Saya memahami alasan pemalangan ini. Tetapi saya berharap jangan berlangsung terlalu lama. Jalan ini dipakai masyarakat untuk beraktivitas. Kita juga harus memikirkan saudara-saudara kita yang lain,” katanya.
Sementara itu, perwakilan keluarga korban menyampaikan apresiasi atas perhatian Kapolres Mimika beserta jajarannya yang hadir langsung di rumah duka.
“Terima kasih Bapak Kapolres sudah hadir. Memang kehadiran Bapak yang kami harapkan. Persoalan ini sudah kami serahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk diproses sesuai hukum,” ujar perwakilan keluarga. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







