YAHUKIMO, Koranpapua.id- Puing pesawat AMA Air yang dibakar kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, mulai dibersihkan, Kamis 16 Juli 2026.
Kegiatan pembersihan yang berlangsung pukul 09.30 WIT, langsung dikawal ketat Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pasgat) Kewilayahan RI-PNG Tahun 2026 Pos Pengamanan Balinggama.
Kegiatan ini dilakukan menyusul peristiwa pembakaran pesawat milik PT AMA dengan kode registrasi PK-RCY pada tanggal 2 Juli 2026, yang juga merenggut nyawa pilot berkebangsaan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan doa bersama di lokasi kejadian, yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.
Usai doa dilanjutkan dengan pemindahan sisa puing pesawat ke area sebelah kanan lapangan terbang.
Kegiatan sosial ini melibatkan 12 perwakilan warga, pendeta, serta tokoh pemuda setempat di bawah arahan Toni Wahabo.
Sementara itu, pengamanan sepenuhnya dijalankan oleh 18 personel Satgas Pasgat Pos Balinggama yang dipimpin langsung oleh Komandan Pos (Danpos) Letda Pas Dankery Nataniel Waimbo, S.Tr.Han.
Dalam keterangannya, Tokoh Pemuda Balinggama, Toni Wahabo menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan pembersihan ini telah mendapatkan izin resmi dari sejumlah berwenang.
Di antaranya, Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, perwakilan dua distrik, pihak gereja, serta kepala suku setempat.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Satgas TNI Pasgat di Lapangan Terbang Balinggama. Kehadiran Bapak-Bapak tentara memberikan rasa aman dan ketenangan bagi kami warga di sini,” ujar Toni Wahabo.
Warga juga menyampaikan harapan besar agar setelah lokasi dibersihkan, Lapangan Terbang Balinggama dapat kembali beroperasi dan melayani penerbangan.
Dengan demikian aktivitas ekonomi, pelayanan kesehatan, serta mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman Yahukimo kembali normal.
Kegiatan pembersihan berjalan lancar dan aman tanpa gangguan. Satgas Pasgat berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah perbatasan serta mendukung pemulihan fasilitas umum yang dibutuhkan warga. (Redaksi)










