ADVERTISEMENT
Jumat, September 11, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Cegah Pernikahan Dini, UNICEF, PPA Papua dan Forum Anak Susun Sejumlah Kebijakan

“Provinsi Papua termasuk tinggi untuk perkawinan usia anak. Yang namanya anak, menikah sebelum usia 18 karena hamil pasti akan berdampak pada putus sekolah”.

14 Juli 2026
0
Cegah Pernikahan Dini, UNICEF, PPA Papua dan Forum Anak Susun Sejumlah Kebijakan

UNICEF PPA Papua dan Forum Susun Tindak Lanjut Kebijakan Cegah Pernikahan Anak. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Pencegahan pernikahan dini membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.

Peningkatan edukasi anak hingga jenjang lebih tinggi, sosialiasi bahaya kesehatan reproduksi, pendampingan keluarga dan regulasi batas usia menikah, menjadi solusi untuk meminimalkan terjadinya pernikahan dini.

ADVERTISEMENT

Sebagai langkah untuk memberikan perlindungan terhadap anak, sekitar 20 lebih peserta dari tujuh kabupaten di Provinsi Papua, hadir dalam Workshop Pencegahan Perkawinan Anak dan Penguatan Data SIMFONI PPA yang berlangsung di salah satu hotel di Jayapura, Senin 13 Juli 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Workshop yang di dukung oleh UNICEF ini, digelar dalam rangka Penguatan Sistem Perlindungan Anak Provinsi Papua Menuju Papua CERAH (Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni).

Baca Juga

Razia THM di Mimika, Satu Pramuria Terindikasi Positif Narkotika

Pemkab Mimika Perkuat Pengembangan UMKM untuk Dorong Ekonomi Daerah

Kegiatan yang menjadikan data SIMFONI PPA (sistem informasi online yang dikembangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), juga bertujuan memperkuat perlindungan anak melalui kebijakan, melindungi hak anak di wilayah itu.

Berbagai isu strategis dibahas dalam workshop tersebut. Di antaranya menyusun rencana tindak lanjut penguatan pencegahan perkawinan anak.

Termasuk pengembangan PUSPAGA, dan pemanfaatan data perlindungan anak sebagai dasar perencanaan pembangunan yang responsif terhadap hak anak.

Isu lainnya terkait dengan permasalahan anak yang berhenti sekolah karena hamil sebelum usia 18 tahun, kesenjangan fatherless (ayah ada tapi tumbuh kembang tanpa peran ayah).

Dan terkait usia dini sudah terpapar gadget, pengasuhan tidak layak, satu dari tiga anak mengalami kesehatan mental, dampak dari perceraian adalah permasalahan ekonomi.

Staf Perlindungan Anak UNICEF, Diana Anggraini, menjelaskan workshop ini menentukan kebijakan untuk melindungi anak dan mencegah pernikahan usia muda sebelum usia 18 tahun dengan visi misi Provinsi Papua.

Menurutnya, angka kekerasan terhadap anak di Provinsi Papua masih tinggi, walaupun datanya mungkin kelihatan masih kecil sepanjang tahun 2021-2025.

“Angka kekerasan terhadap anak terlaporkan baru sekitar 200, jauh dari fakta, sedang darurat perkawinan anak karena angka perkawinan menikah sebelum usia 18 tahun,” jelasnya.

Kepala DP3AP2KB Provinsi Papua, Selvina Y. Imbiri, mengatakan workshop peningkatan kapasitas tenaga PPA Papua membantu permasalahan pernikahan anak lepas sekolah.

“Kegiatan penguatan kapasitas SDM internal Dinas Pemberdayaan Perempuan di Provinsi Papua maupun kabupaten kota perlu ditingkatkan,” harapnya.

Dengan kulitas SDM yang mumpuni dapat mendorong aparatur yang membidangi melayani urusan perlindungan anak dapat terlaksana dengan baik.

“Harapan yang paling utama menurut data, Provinsi Papua termasuk tinggi untuk perkawinan usia anak. Yang namanya anak, menikah sebelum usia 18 karena hamil pasti akan berdampak pada putus sekolah,” pungkasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Razia THM di Mimika, Satu Pramuria Terindikasi Positif Narkotika

Razia THM di Mimika, Satu Pramuria Terindikasi Positif Narkotika

10 September 2026
Pemkab Mimika Perkuat Pengembangan UMKM untuk Dorong Ekonomi Daerah

Pemkab Mimika Perkuat Pengembangan UMKM untuk Dorong Ekonomi Daerah

10 September 2026
Dalam Dua Hari, 6 Anggota dan Simpatisan OPM Ikrar Setia kepada NKRI

Dalam Dua Hari, 6 Anggota dan Simpatisan OPM Ikrar Setia kepada NKRI

10 September 2026
Soal Anggaran Konflik, Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar lalu Membantah

Soal Anggaran Konflik, Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar lalu Membantah

10 September 2026
Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

10 September 2026
Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

10 September 2026

POPULER

  • Pertamina Sanksi 19 SPBU di Papua-Maluku, Dua di Antaranya di Mimika

    Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    587 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • Dana Pembangunan TK Fajar Baru Muare Mimika Disorot, Bendahara dan Kepala Sekolah Beda Keterangan

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • YLBH Papua Tengah Apresiasi Polres Mimika dan TNI Tertibkan 9 Warga di Kwamki Narama

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • APELCAMI Soroti Peserta Pelatihan OAP, Nama Peserta 2025 Kembali Muncul

    616 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
Next Post
Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

Abrasi Ancam Pesisir Merauke, Garis Pantai Bergeser Sekitar 100 Meter

Abrasi Ancam Pesisir Merauke, Garis Pantai Bergeser Sekitar 100 Meter

Menembus Batas Demi Kemanusiaan, Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil di Sinak Menuju RSUD Timika

Menembus Batas Demi Kemanusiaan, Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil di Sinak Menuju RSUD Timika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id