ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Cegah Pernikahan Dini, UNICEF, PPA Papua dan Forum Anak Susun Sejumlah Kebijakan

“Provinsi Papua termasuk tinggi untuk perkawinan usia anak. Yang namanya anak, menikah sebelum usia 18 karena hamil pasti akan berdampak pada putus sekolah”.

14 Juli 2026
0
Cegah Pernikahan Dini, UNICEF, PPA Papua dan Forum Anak Susun Sejumlah Kebijakan

UNICEF PPA Papua dan Forum Susun Tindak Lanjut Kebijakan Cegah Pernikahan Anak. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Pencegahan pernikahan dini membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.

Peningkatan edukasi anak hingga jenjang lebih tinggi, sosialiasi bahaya kesehatan reproduksi, pendampingan keluarga dan regulasi batas usia menikah, menjadi solusi untuk meminimalkan terjadinya pernikahan dini.

Sebagai langkah untuk memberikan perlindungan terhadap anak, sekitar 20 lebih peserta dari tujuh kabupaten di Provinsi Papua, hadir dalam Workshop Pencegahan Perkawinan Anak dan Penguatan Data SIMFONI PPA yang berlangsung di salah satu hotel di Jayapura, Senin 13 Juli 2026.

Workshop yang di dukung oleh UNICEF ini, digelar dalam rangka Penguatan Sistem Perlindungan Anak Provinsi Papua Menuju Papua CERAH (Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni).

Baca Juga

Menko Polkam: Keamanan Papua Tak Cukup dengan Kekuatan Aparat

Dudung Prioritaskan Keselamatan Prajurit dalam Operasi Papua

Kegiatan yang menjadikan data SIMFONI PPA (sistem informasi online yang dikembangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), juga bertujuan memperkuat perlindungan anak melalui kebijakan, melindungi hak anak di wilayah itu.

Berbagai isu strategis dibahas dalam workshop tersebut. Di antaranya menyusun rencana tindak lanjut penguatan pencegahan perkawinan anak.

Termasuk pengembangan PUSPAGA, dan pemanfaatan data perlindungan anak sebagai dasar perencanaan pembangunan yang responsif terhadap hak anak.

Isu lainnya terkait dengan permasalahan anak yang berhenti sekolah karena hamil sebelum usia 18 tahun, kesenjangan fatherless (ayah ada tapi tumbuh kembang tanpa peran ayah).

Dan terkait usia dini sudah terpapar gadget, pengasuhan tidak layak, satu dari tiga anak mengalami kesehatan mental, dampak dari perceraian adalah permasalahan ekonomi.

Staf Perlindungan Anak UNICEF, Diana Anggraini, menjelaskan workshop ini menentukan kebijakan untuk melindungi anak dan mencegah pernikahan usia muda sebelum usia 18 tahun dengan visi misi Provinsi Papua.

Menurutnya, angka kekerasan terhadap anak di Provinsi Papua masih tinggi, walaupun datanya mungkin kelihatan masih kecil sepanjang tahun 2021-2025.

“Angka kekerasan terhadap anak terlaporkan baru sekitar 200, jauh dari fakta, sedang darurat perkawinan anak karena angka perkawinan menikah sebelum usia 18 tahun,” jelasnya.

Kepala DP3AP2KB Provinsi Papua, Selvina Y. Imbiri, mengatakan workshop peningkatan kapasitas tenaga PPA Papua membantu permasalahan pernikahan anak lepas sekolah.

“Kegiatan penguatan kapasitas SDM internal Dinas Pemberdayaan Perempuan di Provinsi Papua maupun kabupaten kota perlu ditingkatkan,” harapnya.

Dengan kulitas SDM yang mumpuni dapat mendorong aparatur yang membidangi melayani urusan perlindungan anak dapat terlaksana dengan baik.

“Harapan yang paling utama menurut data, Provinsi Papua termasuk tinggi untuk perkawinan usia anak. Yang namanya anak, menikah sebelum usia 18 karena hamil pasti akan berdampak pada putus sekolah,” pungkasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Warga Yahukimo Ditikam, Satgas Damai Cartenz Dalami Dugaan KKB

Warga Yahukimo Ditikam, Satgas Damai Cartenz Dalami Dugaan KKB

28 Oktober 2026
Menko Polkam: Keamanan Papua Tak Cukup dengan Kekuatan Aparat

Menko Polkam: Keamanan Papua Tak Cukup dengan Kekuatan Aparat

28 Oktober 2026
Dudung Prioritaskan Keselamatan Prajurit dalam Operasi Papua

Dudung Prioritaskan Keselamatan Prajurit dalam Operasi Papua

28 Oktober 2026
Pria 35 Tahun Ditikam di Dekai Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Selidiki Pelaku

Pria 35 Tahun Ditikam di Dekai Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Selidiki Pelaku

28 Oktober 2026
KPPG Papua Raya Tegaskan Tak Pernah Pungut Biaya Kegiatan Satgas MBG

KPPG Papua Raya Tegaskan Tak Pernah Pungut Biaya Kegiatan Satgas MBG

28 Oktober 2026
Suzy Rettob Minta TP-PKK Tembagapura Hadirkan Program Sesuai Kebutuhan Warga

Suzy Rettob Minta TP-PKK Tembagapura Hadirkan Program Sesuai Kebutuhan Warga

28 Oktober 2026

POPULER

  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    580 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Monev Malam Hari di Puskesmas Ipaya, Dinkes Mimika Tekankan Inovasi dan Disiplin Pelayanan

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dinsos Mimika Sosialisasikan Kampung Siaga Bencana

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • BNN Mimika Identifikasi Dua Tanaman Diduga Ganja di Timika

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • PUPR Mimika Perbaiki Jalan Hasanuddin Menyusul Keluhan Warga

    515 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Kebakaran Rumah di SP3, BPBD Mimika Kerahkan Dua Armada

    515 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

Abrasi Ancam Pesisir Merauke, Garis Pantai Bergeser Sekitar 100 Meter

Abrasi Ancam Pesisir Merauke, Garis Pantai Bergeser Sekitar 100 Meter

Menembus Batas Demi Kemanusiaan, Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil di Sinak Menuju RSUD Timika

Menembus Batas Demi Kemanusiaan, Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil di Sinak Menuju RSUD Timika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id