ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Inovasi MathNoken Karya Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi Nasional

MathNoken bukan sekadar inovasi. Melainkan sebuah upaya untuk menghadirkan media pembelajaran yang dekat dengan denyut nadi masyarakat Papua.

14 Juli 2026
0
Inovasi MathNoken Karya Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi Nasional

Abdullah Muhammad Irsyad Syafiudin, Kesya Azka Najhan, dan Salsa Billa Azzahra, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) raih prestasi nasional (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

SURABAYA, Koranpapua.id- MathNoken, aplikasi gamifikasi etnomatematika karya mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) raih prestasi nasional.

Inovasi dari Abdullah Muhammad Irsyad Syafiudin, Kesya Azka Najhan, dan Salsa Billa Azzahra, itu meraih juara dua dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional #9 IDEA Universitas Negeri Jakarta pada Selasa 7 Juli 2026.

MathNoken mengangkat noken Papua sebagai media pembelajaran guna meningkatkan literasi matematika siswa di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

“Kami menyadari adanya masalah kesenjangan dalam imajinasi anak-anak 3T atas contoh soal matematika yang kerap mengangkat transportasi modern. Namun, mereka memiliki budaya yang lebih kontekstual terhadap matematika,” ungkap Irsyad seperti dikutip dari UNAIR NEWS.

Baca Juga

Warga Yahukimo Ditikam, Satgas Damai Cartenz Dalami Dugaan KKB

Menko Polkam: Keamanan Papua Tak Cukup dengan Kekuatan Aparat

Lebih lanjut, Irsyad memaparkan bahwa soal-soal pembelajaran matematika di sekolah sering memuat ilustrasi berupa kereta, gedung tinggi, atau transportasi modern yang akrab dengan kehidupan perkotaan.

Sedangkan, anak-anak di daerah 3T belum pernah membayangkan dan melihat objek-objek tersebut secara langsung.

“Contoh soalnya terkadang tentang kereta api atau gedung tinggi. Orang-orang yang ada di 3T, apalagi Papua, tidak bisa membayangkan contoh soal dengan analogi kereta api ataupun gedung tinggi karena memang di sana tidak ada hal seperti itu,” jelas Irsyad.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pelajaran matematika semakin terasa jauh dari realitas kehidupan sehari-hari siswa.

Demikian, MathNoken hadir melalui pemanfaatan motif-motif noken Papua yang mengandung konsep etnomatematika.

Seperti operasi hitung, pola, deret, simetri, rasio, proporsi luas, aljabar hingga refleksi sebagai media pembelajaran matematika yang lekat dengan adat setempat.

Bagi Irsyad dan tim, MathNoken bukan sekadar inovasi. Melainkan sebuah upaya untuk menghadirkan media pembelajaran yang dekat dengan denyut nadi masyarakat Papua.

Melalui berbagai fitur interaktif, seperti Craft Mode dan Story Mode aplikasi ini dirancang untuk memahami matematika melalui objek yang mereka temui sehari-hari.

Selain itu, MathNoken turut dilengkapi fitur dashboard analitik guru guna merekam perkembangan belajar siswa.

“Niat kami adalah menyediakan suatu bahan belajar atau media belajar yang lebih inklusif dan mudah dipahami. Jadi, ketika mereka harus mengerjakan sesuatu atau belajar matematika mereka tidak merasa matematika itu sesuatu yang jauh,” tuturnya.

Ia turut menekankan bahwa aplikasi MathNoken membuka peluang implementasi nyata melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Mulai dari pemerintah, dinas pendidikan, komunitas yang bergerak di bidang pendidikan, hingga perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan noken papua sebagai media pembelajaran, khususnya bagi siswa di daerah 3T.

“Kami juga berharap MathNoken dapat diintegrasikan ke dalam Kurikulum Merdeka melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), karena fitur-fitur yang kami hadirkan bersifat edukatif,” pungkasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Warga Yahukimo Ditikam, Satgas Damai Cartenz Dalami Dugaan KKB

Warga Yahukimo Ditikam, Satgas Damai Cartenz Dalami Dugaan KKB

28 Oktober 2026
Menko Polkam: Keamanan Papua Tak Cukup dengan Kekuatan Aparat

Menko Polkam: Keamanan Papua Tak Cukup dengan Kekuatan Aparat

28 Oktober 2026
Dudung Prioritaskan Keselamatan Prajurit dalam Operasi Papua

Dudung Prioritaskan Keselamatan Prajurit dalam Operasi Papua

28 Oktober 2026
Pria 35 Tahun Ditikam di Dekai Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Selidiki Pelaku

Pria 35 Tahun Ditikam di Dekai Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Selidiki Pelaku

28 Oktober 2026
KPPG Papua Raya Tegaskan Tak Pernah Pungut Biaya Kegiatan Satgas MBG

KPPG Papua Raya Tegaskan Tak Pernah Pungut Biaya Kegiatan Satgas MBG

28 Oktober 2026
Suzy Rettob Minta TP-PKK Tembagapura Hadirkan Program Sesuai Kebutuhan Warga

Suzy Rettob Minta TP-PKK Tembagapura Hadirkan Program Sesuai Kebutuhan Warga

28 Oktober 2026

POPULER

  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    580 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Monev Malam Hari di Puskesmas Ipaya, Dinkes Mimika Tekankan Inovasi dan Disiplin Pelayanan

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dinsos Mimika Sosialisasikan Kampung Siaga Bencana

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • BNN Mimika Identifikasi Dua Tanaman Diduga Ganja di Timika

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • PUPR Mimika Perbaiki Jalan Hasanuddin Menyusul Keluhan Warga

    515 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Kebakaran Rumah di SP3, BPBD Mimika Kerahkan Dua Armada

    515 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Pemeriksaan Dini Bayi Terlahir dengan Ibu Penderita HIV, Kemenkes Didesak Pengadaan Reagen

Pemeriksaan Dini Bayi Terlahir dengan Ibu Penderita HIV, Kemenkes Didesak Pengadaan Reagen

Cegah Pernikahan Dini, UNICEF, PPA Papua dan Forum Anak Susun Sejumlah Kebijakan

Cegah Pernikahan Dini, UNICEF, PPA Papua dan Forum Anak Susun Sejumlah Kebijakan

Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id