ADVERTISEMENT
Rabu, Agustus 12, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Cegah Pernikahan Dini, UNICEF, PPA Papua dan Forum Anak Susun Sejumlah Kebijakan

“Provinsi Papua termasuk tinggi untuk perkawinan usia anak. Yang namanya anak, menikah sebelum usia 18 karena hamil pasti akan berdampak pada putus sekolah”.

14 Juli 2026
0
Cegah Pernikahan Dini, UNICEF, PPA Papua dan Forum Anak Susun Sejumlah Kebijakan

UNICEF PPA Papua dan Forum Susun Tindak Lanjut Kebijakan Cegah Pernikahan Anak. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Pencegahan pernikahan dini membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.

Peningkatan edukasi anak hingga jenjang lebih tinggi, sosialiasi bahaya kesehatan reproduksi, pendampingan keluarga dan regulasi batas usia menikah, menjadi solusi untuk meminimalkan terjadinya pernikahan dini.

ADVERTISEMENT

Sebagai langkah untuk memberikan perlindungan terhadap anak, sekitar 20 lebih peserta dari tujuh kabupaten di Provinsi Papua, hadir dalam Workshop Pencegahan Perkawinan Anak dan Penguatan Data SIMFONI PPA yang berlangsung di salah satu hotel di Jayapura, Senin 13 Juli 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Workshop yang di dukung oleh UNICEF ini, digelar dalam rangka Penguatan Sistem Perlindungan Anak Provinsi Papua Menuju Papua CERAH (Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni).

Baca Juga

Merah Putih Berkibar di Pedalaman Memberamo Raya: Satgas Pasgat Kobarkan Semangat Nasional hingga ke Ujung Negeri 

Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

Kegiatan yang menjadikan data SIMFONI PPA (sistem informasi online yang dikembangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), juga bertujuan memperkuat perlindungan anak melalui kebijakan, melindungi hak anak di wilayah itu.

Berbagai isu strategis dibahas dalam workshop tersebut. Di antaranya menyusun rencana tindak lanjut penguatan pencegahan perkawinan anak.

Termasuk pengembangan PUSPAGA, dan pemanfaatan data perlindungan anak sebagai dasar perencanaan pembangunan yang responsif terhadap hak anak.

Isu lainnya terkait dengan permasalahan anak yang berhenti sekolah karena hamil sebelum usia 18 tahun, kesenjangan fatherless (ayah ada tapi tumbuh kembang tanpa peran ayah).

Dan terkait usia dini sudah terpapar gadget, pengasuhan tidak layak, satu dari tiga anak mengalami kesehatan mental, dampak dari perceraian adalah permasalahan ekonomi.

Staf Perlindungan Anak UNICEF, Diana Anggraini, menjelaskan workshop ini menentukan kebijakan untuk melindungi anak dan mencegah pernikahan usia muda sebelum usia 18 tahun dengan visi misi Provinsi Papua.

Menurutnya, angka kekerasan terhadap anak di Provinsi Papua masih tinggi, walaupun datanya mungkin kelihatan masih kecil sepanjang tahun 2021-2025.

“Angka kekerasan terhadap anak terlaporkan baru sekitar 200, jauh dari fakta, sedang darurat perkawinan anak karena angka perkawinan menikah sebelum usia 18 tahun,” jelasnya.

Kepala DP3AP2KB Provinsi Papua, Selvina Y. Imbiri, mengatakan workshop peningkatan kapasitas tenaga PPA Papua membantu permasalahan pernikahan anak lepas sekolah.

“Kegiatan penguatan kapasitas SDM internal Dinas Pemberdayaan Perempuan di Provinsi Papua maupun kabupaten kota perlu ditingkatkan,” harapnya.

Dengan kulitas SDM yang mumpuni dapat mendorong aparatur yang membidangi melayani urusan perlindungan anak dapat terlaksana dengan baik.

“Harapan yang paling utama menurut data, Provinsi Papua termasuk tinggi untuk perkawinan usia anak. Yang namanya anak, menikah sebelum usia 18 karena hamil pasti akan berdampak pada putus sekolah,” pungkasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Merah Putih Berkibar di Pedalaman Memberamo Raya: Satgas Pasgat Kobarkan Semangat Nasional hingga ke Ujung Negeri 

Merah Putih Berkibar di Pedalaman Memberamo Raya: Satgas Pasgat Kobarkan Semangat Nasional hingga ke Ujung Negeri 

12 Agustus 2026
Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

12 Agustus 2026
Peserta Antusias, Seminar Kesehatan Reproduksi di Kuala Kencana Berlangsung Interaktif

Peserta Antusias, Seminar Kesehatan Reproduksi di Kuala Kencana Berlangsung Interaktif

12 Agustus 2026
Dinkes Mimika Selenggarakan Seminar Kesehatan Reproduksi, Dorong Masyarakat Kenali Risiko Kehamilan

Dinkes Mimika Selenggarakan Seminar Kesehatan Reproduksi, Dorong Masyarakat Kenali Risiko Kehamilan

12 Agustus 2026
Kejar Target 17 Ton, Warga Mimika Baru Kumpulkan Delapan Ton Sampah dalam Lima Hari

Kejar Target 17 Ton, Warga Mimika Baru Kumpulkan Delapan Ton Sampah dalam Lima Hari

12 Agustus 2026
Evaluasi Tiga Tahun Pembangunan di Provinsi Papua Selatan, Gubernur Apolo: Seluruh OPD Diminta Siapkan Data

Evaluasi Tiga Tahun Pembangunan di Provinsi Papua Selatan, Gubernur Apolo: Seluruh OPD Diminta Siapkan Data

12 Agustus 2026

POPULER

  • Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

    “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    638 shares
    Bagikan 255 Tweet 160
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Meriahkan HUT RI ke-81: Pesta Rakyat 17 Agustus di Distrik Jita Makin Meriah, Black Brothers hingga Band Lokal Siap Tampil

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Kepala SPPG Papua Dicopot Buntut Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis 

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post
Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

Abrasi Ancam Pesisir Merauke, Garis Pantai Bergeser Sekitar 100 Meter

Abrasi Ancam Pesisir Merauke, Garis Pantai Bergeser Sekitar 100 Meter

Menembus Batas Demi Kemanusiaan, Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil di Sinak Menuju RSUD Timika

Menembus Batas Demi Kemanusiaan, Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil di Sinak Menuju RSUD Timika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id