ADVERTISEMENT
Rabu, Agustus 12, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika

Kecacingan Salah Satu Penyakit Menular yang Perlu Mendapat Perhatian Serius, Dinkes Mimika Perkuat Lintas Sektor

“Kecacingan berkaitan erat dengan malnutrisi, anemia, hingga keterlambatan pertumbuhan atau stunting. Pencegahan sejak dini merupakan investasi penting bagi kualitas SDM di masa depan".

14 Juli 2026
0
Kecacingan Salah Satu Penyakit Menular yang Perlu Mendapat Perhatian Serius, Dinkes Mimika Perkuat Lintas Sektor

Tiga jenis cacing tanah yang menyebabkan penyakit cacingan di Mimika (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

“Kecacingan berkaitan erat dengan malnutrisi, anemia, hingga keterlambatan pertumbuhan atau stunting. Pencegahan sejak dini merupakan investasi penting bagi kualitas SDM di masa depan”.

TIMIKA, Koranpapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika menemukan bahwa kecacingan masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu mendapat perhatian serius.

Penyakit ini banyak menyerang Balita dan anak usia sekolah, bahkan diperkirakan berkontribusi hingga 40 persen terhadap kasus stunting di wilayah itu.

ADVERTISEMENT

Temuan itu terungkap dalam Pertemuan Sosialisasi dan Advokasi Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis dan Kecacingan Tahun 2026 yang berlangsung di salah satu hotel di Timika, Senin 13 Juli 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Agar tidak menjadi masalah terkait dengan kesehatan Balita dan anak usia sekolah, Dinkes Mimika melalui program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) menargetkan penurunan prevalensi kecacingan hingga di bawah 10 persen.

Baca Juga

Merah Putih Berkibar di Pedalaman Memberamo Raya: Satgas Pasgat Kobarkan Semangat Nasional hingga ke Ujung Negeri 

Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

Dalam pertemuan itu juga terungkap bahwa sejak tahun 2025, pelaksanaan POPM kecacingan tidak lagi digabung dengan program filariasis.

Kini kegiatan dilakukan secara mandiri pada Februari dan Agustus bersamaan dengan pemberian Vitamin A, sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan bagi anak-anak.

Sekretaris Dinkes Mimika, Dr. Sisma di hadapan 26 kepala Puskesmas, perwakilan Dinas Pendidikan dan perwakilan Kementerian Agama yang hadir dalam kegiatan itu, mengatakan keberhasilan program POPM tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan.

Tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar cakupan pemberian obat cacing dapat mencapai target nasional.

Menurutnya, keterlibatan sekolah, tenaga kesehatan, tokoh agama, hingga keluarga sangat menentukan keberhasilan program ini.

“Semakin tinggi cakupan pemberian obat, semakin besar peluang kita memutus rantai penularan kecacingan di Mimika,” ujar Sisma.

Pada sesi pemaparan materi, Regina Areim, S.ST., M.H. menjelaskan kebijakan nasional terkait program pengendalian kecacingan serta strategi implementasinya di daerah.

Sementara itu, Kepala Seksi P2M Dinas Kesehatan Mimika, Kamaludin, S.Kep., Ns., memaparkan perkembangan capaian program POPM kecacingan di Kabupaten Mimika.

Ia menyebutkan bahwa pada Februari 2026, sebanyak 50.171 anak atau 81,6 persen dari target 61.472 anak usia 1–12 tahun telah memperoleh obat cacing.

Meski capaian tersebut tergolong baik, angka itu masih berada di bawah target nasional sebesar 95 persen.

Sebelumnya, pada Februari 2025 cakupan POPM mencapai 45.190 anak atau 82,5 persen dari target 54.799 anak.

Sedangkan pada Agustus 2025 sebanyak 46.485 anak atau 81,9 persen dari target 56.778 anak menerima obat cacing.

Sementara dr. Susana Namsa, MKM yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu menjelaskan, dampak infeksi kecacingan terhadap tumbuh kembang anak.

Menurutnya, kecacingan tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan karena dapat mengganggu penyerapan zat gizi dan vitamin penting yang dibutuhkan tubuh.

“Kecacingan berkaitan erat dengan malnutrisi, anemia, hingga keterlambatan pertumbuhan atau stunting. Pencegahan sejak dini merupakan investasi penting bagi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan,” jelasnya.

Melalui pertemuan sosialisasi dan advokasi ini, Dinkes Mimika menargetkan meningkatnya dukungan lintas sektor, kesamaan persepsi seluruh pemangku kepentingan, serta meningkatnya cakupan pemberian obat cacing hingga minimal 95 persen.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat edukasi kepada masyarakat dan memutus rantai penularan kecacingan.

Termasuk mengoptimalkan integrasi program pemberian obat cacing dengan distribusi Vitamin A di seluruh Puskesmas di Kabupaten Mimika. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Merah Putih Berkibar di Pedalaman Memberamo Raya: Satgas Pasgat Kobarkan Semangat Nasional hingga ke Ujung Negeri 

Merah Putih Berkibar di Pedalaman Memberamo Raya: Satgas Pasgat Kobarkan Semangat Nasional hingga ke Ujung Negeri 

12 Agustus 2026
Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

12 Agustus 2026
Peserta Antusias, Seminar Kesehatan Reproduksi di Kuala Kencana Berlangsung Interaktif

Peserta Antusias, Seminar Kesehatan Reproduksi di Kuala Kencana Berlangsung Interaktif

12 Agustus 2026
Dinkes Mimika Selenggarakan Seminar Kesehatan Reproduksi, Dorong Masyarakat Kenali Risiko Kehamilan

Dinkes Mimika Selenggarakan Seminar Kesehatan Reproduksi, Dorong Masyarakat Kenali Risiko Kehamilan

12 Agustus 2026
Kejar Target 17 Ton, Warga Mimika Baru Kumpulkan Delapan Ton Sampah dalam Lima Hari

Kejar Target 17 Ton, Warga Mimika Baru Kumpulkan Delapan Ton Sampah dalam Lima Hari

12 Agustus 2026
Evaluasi Tiga Tahun Pembangunan di Provinsi Papua Selatan, Gubernur Apolo: Seluruh OPD Diminta Siapkan Data

Evaluasi Tiga Tahun Pembangunan di Provinsi Papua Selatan, Gubernur Apolo: Seluruh OPD Diminta Siapkan Data

12 Agustus 2026

POPULER

  • Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

    “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    640 shares
    Bagikan 256 Tweet 160
  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    577 shares
    Bagikan 231 Tweet 144
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Meriahkan HUT RI ke-81: Pesta Rakyat 17 Agustus di Distrik Jita Makin Meriah, Black Brothers hingga Band Lokal Siap Tampil

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post
Ini Pernyataan AKBP Alredo di Hari Pertama Menjabat Kapolres Mimika

Ini Pernyataan AKBP Alredo di Hari Pertama Menjabat Kapolres Mimika

Pemkab Mimika Siapkan Pembangunan 353 Rumah Layak Huni, Fisik Dimulai Usai Perencanaan Rampung

Rencana Bangun 353 Rumah Layak Huni, Pemkab Mimika Anggarkan Rp450 Juta per Unit untuk Wilayah Kota

Inovasi MathNoken Karya Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi Nasional

Inovasi MathNoken Karya Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi Nasional

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id