MANOKWARI-Koranpapua.id- Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Papua Barat, menggelar Pesta Durian dengan membagikan 1.000 buah durian gratis kepada peserta, panitia, juri dan masyarakat.
Pesta durian ini sebagai ungkapan syukur atas suksesnya penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV yang berlangsung di Manokwari sejak tanggal 18-28 Juni 2026.
Kegiatan sosial yang dipusatkan di kawasan kampus Universitas Papua, Sabtu 27 Juni 2026 menjadi rangkaian penutup rangkaian perlombaan Pesparawi Nasional XIV yang selama beberapa hari mempertemukan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Jeane Marie Tulung, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E..
Hadir juga Sekretaris Daerah Papua Barat, Ali Baham Temongmere selaku Ketua Umum Pesparawi Nasional XIV, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, panitia, serta seluruh kontingen Pesparawi.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut menjadi bukti nyata tingginya nilai toleransi dan kerukunan yang hidup di tengah masyarakat Papua Barat, khususnya di Manokwari yang dikenal sebagai Kota Injil.
“Pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV berjalan dengan aman, tertib, dan penuh sukacita. Ini menunjukkan bahwa toleransi dan persaudaraan di Tanah Papua terjaga dengan sangat baik,” ujarnya.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Manokwari yang telah menjadi tuan rumah yang luar biasa,” ungkapnya.
Yulius juga mengapresiasi kegiatan Pesta Durian yang digagas PSMTI sebagai bentuk kebersamaan lintas suku, agama, dan budaya dalam merayakan keberhasilan sebuah agenda nasional keagamaan.
Sementara itu, kehadiran Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap setiap upaya memperkuat persatuan dan kehidupan beragama yang harmonis di Indonesia.
Melalui kehadirannya, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang mampu mempererat persaudaraan, memperkuat nilai toleransi, serta membangun kebersamaan antarumat
Ketua PSMTI Papua Barat, Alexander Iriandi, mengatakan pembagian 1.000 buah durian bukan sekadar kegiatan berbagi, melainkan ungkapan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian Pesparawi Nasional XIV.
“Ini bukan sekadar berbagi durian, tetapi bentuk syukur dan kebersamaan atas suksesnya Pesparawi di Manokwari. Durian yang kami bagikan juga berasal dari hasil serapan masyarakat lokal yang dibeli dengan harga pasar sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi warga,” katanya.
Ribuan peserta dan masyarakat tampak antusias menikmati durian bersama. Suasana kekeluargaan begitu terasa ketika seluruh kontingen dari berbagai provinsi berkumpul tanpa sekat, menikmati hidangan sambil berbincang dan berbagi cerita.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan pesta kembang api yang menghiasi langit Manokwari pada malam hari, menjadi akhir manis bagi pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV.
Pesta Durian yang digelar PSMTI tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa semangat gotong royong, toleransi, dan persaudaraan dapat tumbuh melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Kehadiran pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan ribuan peserta dari berbagai daerah semakin menegaskan bahwa Pesparawi Nasional XIV meninggalkan warisan penting berupa kebersamaan dan persatuan bangsa yang terjalin erat di Tanah Papua. (Redaksi)










