ADVERTISEMENT
Sabtu, Juli 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Respon Krisis Kemanusian di Intan Jaya, PERMAPAPA dan AMP Jember Sampaikan Tujuh Pernyataan Sikap

“Pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) serta tegaknya keadilan bagi masyarakat sipil di Kabupaten Intan Jaya”.

29 Juni 2026
0
Respon Krisis Kemanusian di Intan Jaya, PERMAPAPA dan AMP Jember Sampaikan Tujuh Pernyataan Sikap

PERMAPAPA dan AMP Jember, secara resmi menyampaikan tujuh pernyataan sikap pada Minggu 18 Juni 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Krisis kemanusiaan sebagai dampak dari operasi militer di beberapa wilayah Tanah Papua, secara khusus di wilayah Intan Jaya, kini menjadi perhatian pelajar dan mahasiswa asal Papua di kota Studi Jember-Jawa Timur.

Mereka yang bergabung dalam organisasi Persatuan Mahasiswa dan Pelajar Papua (PERMAPAPA) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Jember, secara resmi menyampaikan tujuh pernyataan sikap pada Minggu 18 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

Dalam rilis yang dikirim ke Redaksi Koranpapua.id, menyebutkan para pelajar dan mahasiswa Papua di Jember ikut menyampaikan rasa keprihatinan terhadap situasi keamanan dan kemanusiaan yang terus berlangsung Tanah Papua, secara khusus di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam rilis tersebut menyebutkan bahwa operasi militer dan konflik yang berkepanjangan telah menyebabkan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat sipil.

Baca Juga

“Kalau Tidak Beli Beras, Kami Mau Makan Apa”, Jeritan Warga Timika di Tengah Harga Pangan yang Tinggi

33 Siswa SMKN 6 Mimika PKL di Delapan Industri, Albertus Alto: Ini Langkah Awal Cetak Tenaga Kerja Profesional

Seperti kehilangan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas berkebun, serta meningkatnya jumlah pengungsi serta terus berjatuhan korban jiwa warga sipil.

“Kami sangat menyayangkan terhadap berbagai peristiwa terutama kekerasan dan operasi militer yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka terhadap warga sipil di Kabupaten Intan Jaya secara umum seluruh tanah Papua,” demikian isi rilis tersebut.

Kondisi keamanan yang terus memanas dan tidak tahu kapan berakhir juga mengakibatkan rakyat kehilangan keluarga, tanah dan hak atas hidup diatas tanah air mereka.

Terkait dengan berbagai peristiwa tragedi kemanusiaan itu, para pelajar dan mahasiswa meminta agar harus diusut tuntas melalui proses yang adil, transparan, independen, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Berikut deretan peristiwa yang terjadi di Intan Jaya pada Bulan Mei sampai Juni 2026 sebagaimana ditulis dalam rilis tersebut:

  1. Peristiwa ledakan bom di halaman Gereja Mbamogo, Kampung Soali, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya. Pada peristiwa yang terjadi tanggal 7 Mei 2026 menewaskan tiga warga sipil.
  2. Peristiwa ledakan bom di Kampung Balamai, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, pada 22 Juni 2026, yang mengakibatkan dua warga sipil meninggal dunia.
  3. Peristiwa ledakan bom di area aktivitas masyarakat sipil di Kampung Danggoa, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya pada 18 Juni 2026 yang mengakibatkan dua warga sipil tewas.
  4. Peristiwa pembakaran rumah-rumah warga sipil dan gereja di Kampung Danggoa, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, pada 27 Juni 2026.

Berdasarkan hal tersebut diatas, kami menyampaikan tuntutan sebagai berikut:

  1. Mendesak kepada Komnas HAM dan Kementerian HAM untuk segera melakukan penyelidikan yang transparan, independen dan menyeluruh terhadap deretan peristiwa yang terjadi di Intan Jaya, serta memastikan proses hukum dilakukan secara adil dan tuntas.
  2. Mendesak kepada pemerintah Kabupaten Intan Jaya dan Provinsi Papua Tengah untuk segera merespon dengan segera mengambil langkah-langkah yang paling tepat untuk mengatasi berbagai persoalan di atas.
    Serta menciptakan situasi yang aman agar masyarakat kembali menjalankan aktivitas, menerima layanan pendidikan dan kesehatan, serta mencari nafkah tanpa rasa takut.
  1. Mendesak kepada Pemerintah Pusat di Jakarta, Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilam Rakyat Kabupaten Intan Jaya untuk mendengar dan menerima aspirasi masyarakat dan mahasiswa.
    Dan selanjutnya mencari langkah-langkah penyelesaian yang tepat atas situasi darurat militer dan kemanusiaan yang sedang terjadi.
  1. Kami menyampaikan kepada seluruh pihak untuk mengedepankan penyelesaian secara damai, bermartabat dan menghormati hak-hak masyarakat sipil, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
    Mengutamakan dialog demi terwujudnya keamanan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, serta seluruh Tanah Papua.
  1. Mendesak kepada negara untuk segera menarik militer TNI/Polri, baik organik maupun non-organik yang sedang beroperasi di Intan Jaya, Nduga, Yahukimo, Pengunungan Bintang, Maybrat, dan wilayah-wilayah lain di seluruh Tanah Papua, sekaligus hentikan pendekatan keamanan.
  2. Mendesak kepada pemerintah untuk segera membuka akses seluas-luasnya bagi jurnalis nasional maupun internasional agar dapat melakukan peliputan secara bebas, independen, dan bertanggung jawab di Tanah Papua.
  3. Negara Indonesia segera hentikan berbagai tindakan kejahatan kemanusiaan di seluruh tanah Papua, dan hentikan ekploitasi alam yang mengabaikan nasib hidup rakyat, harus menjamin hak hidup, hak atas aman, kebebasan dan keadilan untuk semua orang.

“Pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) serta tegaknya keadilan bagi masyarakat sipil di Kabupaten Intan Jaya pada khususnya dan seluruh Tanah Papua. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

“Kalau Tidak Beli Beras, Kami Mau Makan Apa”, Jeritan Warga Timika di Tengah Harga Pangan yang Tinggi

“Kalau Tidak Beli Beras, Kami Mau Makan Apa”, Jeritan Warga Timika di Tengah Harga Pangan yang Tinggi

18 Juli 2026
33 Siswa SMKN 6 Mimika PKL di Delapan Industri, Albertus Alto: Ini Langkah Awal Cetak Tenaga Kerja Profesional

33 Siswa SMKN 6 Mimika PKL di Delapan Industri, Albertus Alto: Ini Langkah Awal Cetak Tenaga Kerja Profesional

18 Juli 2026
Panitia MPLS Resmi Serahkan 67 Siswa Baru ke SMKN 6 Mimika

Panitia MPLS Resmi Serahkan 67 Siswa Baru ke SMKN 6 Mimika

18 Juli 2026
Kurang dari Empat Jam, Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG Gagalkan Dua Upaya Penyelundupan Ganja

Kurang dari Empat Jam, Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG Gagalkan Dua Upaya Penyelundupan Ganja

18 Juli 2026
Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

Temui Keluarga Korban Penikaman Pomako, Kapolres Mimika Pastikan Proses Hukum Berjalan

18 Juli 2026
Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

18 Juli 2026

POPULER

  • Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    805 shares
    Bagikan 322 Tweet 201
  • Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

    591 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • Kemenkeu Evaluasi Penggunaan Dana Ratusan Miliar di Mimika, Fokus pada Layanan Kesehatan dan Infrastruktur

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Kondisi Kantor Pemerintahan Kampung Nawaripi-Mimika Terbengkalai

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Terduga Pelaku Penikaman Maut di Poumako Berhasil Diringkus Hanya 15 Menit Usai Beraksi

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Polres Mimika Amankan Pria 49 Tahun Terduga Pelaku Rudapaksa Anak 12 Tahun di SP4

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Bergeser dari Polresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Jabat Dirreskrimsus Polda Papua

    732 shares
    Bagikan 293 Tweet 183
Next Post
Apel Gabungan Tandai Dimulainya SE 2026 di Mimika, Pemda Ajak Masyarakat Dukung Pendataan BPS

Apel Gabungan Tandai Dimulainya SE 2026 di Mimika, Pemda Ajak Masyarakat Dukung Pendataan BPS

Sertijab Pejabat Pemkab Mimika Dibatalkan, Bupati dan Wabup Siap Temui ASN

Sekda Mimika Instruksikan Seluruh ASN Dukung Sensus Ekonomi 2026

Pj Sekda Mimika Minta OPD Segera Bagikan SK PPTK kepada Pejabat yang Ditunjuk

Pj Sekda Mimika Minta OPD Segera Bagikan SK PPTK kepada Pejabat yang Ditunjuk

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id