JAYAPURA, Koranpapua.id- Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Papua terus berupaya untuk memutus mata rantai peredaran Narkoba lintas negara.
Ini bisa dilihat dari capaian kinerja Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Papua yang berhasil menggagalkan peredaran puluhan kilogram Narkoba jenis ganja jaringan internasional.
Direktur Resnarkoba Polda Papua, Kombes Polisi Alfian dalam konferensi pers di Jayapura, Sabtu 27 Juni 2026 membeberkan capaian itu.
Pada kesempatan tersebut juga sekaligus diumumkan bahwa dalam penangkapan terbaru juga melibatkan Warga Negara Asing (WNA) dalam bisnis haram tersebut.
“Jayapura merupakan salah satu basis kejahatan lintas negara. Kami terus melakukan upaya pencegahan, penanggulangan, hingga pengungkapan tegas. Saat ini kami berupaya membuktikan komitmen tersebut,” tegas Alfian.
Ia juga mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Juni 2026, Polda Papua telah mengamankan 151 tersangka dalam kasus peredaran Narkoba. Adapun rinciannya, 143 laki-laki dan 8 perempuan.
“Jaringan ini tidak hanya melibatkan warga lokal,” katanya. Dari total tersangka, terdapat 11 pria dan satu wanita yang merupakan WNA yang berperan sebagai kurir pembawa ganja dari Papua Nugini (PNG) ke Indonesia.
Sementara itu, sepanjang enam bulan terakhir, total barang bukti yang disita, yakni Narkotika jenis ganja 71 kasus dengan total barang bukti 38 kilogram dan 169 batang pohon ganja.
“Ladang ganja ditemukan di Pegunungan Bintang dan telah dimusnahkan,” jelasnya.
Sedangkan Narkotika jenis sabu, yakni 1.034 kilogram (1 ton lebih) dan 88,92 gram, minuman keras (miras) 21.530 liter dan obat keras/berbahaya lima kasus dengan total 3.745 butir.
“Khusus untuk periode Juni 2026, Ditresnarkoba Polda Papua sukses menangkap tujuh tersangka dari berbagai kasus,. Pengungkapan terjadi pada Kamis 25 Juni 2026, berkat laporan intensif dari masyarakat,” terang Alfian.
Dikatakan, petugas menyelidiki adanya aktivitas mencurigakan di jalur tikus penyeberangan perbatasan PNG-Indonesia di seputaran Holtekamp
“Anggota Subdit 3 Ditresnarkoba langsung melakukan penyelidikan di lokasi dan berhasil mengamankan dua karung besar berisi ganja siap edar seberat 5 kilogram,” jelasnya.
Di lokasi berbeda, kata Alfian, Satresnarkoba Polresta Jayapura Kota juga berhasil menciduk seorang pria WNA asal PNG berinisial JH (33), pria kelahiran Aitape yang tak tamat sekolah.
“JH ditangkap saat membawa tas hitam bertuliskan Pola Baker yang di dalamnya sarat dengan bungkusan ganja. Barang haram itu rencananya akan disebar dan dijual di wilayah Indonesia,” jelas Alfian.
Dibeberkan total barang bukti yang disita selama bulan Juni saja mencapai sekitar 8,59 kilogram ganja,termasuk temuan sisa berkisar 5,2 hingga 6 kilogram, serta 3.327 gram sabu.
Menurut Alfian, Polda Papua memastikan para pelaku, baik WNI maupun WNA, akan diproses tanpa pandang bulu sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.
“Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” terangnya. (Redaksi)








