TIMIKA, Koranpapua.id – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Empat siswa asal Mimika berhasil meraih medali perunggu dalam ajang bergengsi Asia International Mathematical Olympiad (AiMO) 2026 di Vietnam, 1–5 Agustus 2026.
Salah satu medali tersebut dipersembahkan Muhammad Harun Gani Wahid siswa kelas IX SMP Integral Hidayatullah Timika.
Harun berhasil bersaing dengan ribuan peserta dari 24 negara dalam kompetisi matematika tingkat internasional tersebut.
Guru Pembina Olimpiade Matematika SMP Integral Hidayatullah Timika, Suyanto, S.Pt., S.Pd., Gr., mengatakan prestasi Harun menjadi kebanggaan sekolah sekaligus membuktikan bahwa siswa Mimika mampu bersaing di level internasional.
“Dari Integral ada tiga siswa yang lolos, tetapi yang berangkat ke Vietnam hanya satu, yaitu Harun,” ujar Suyanto saat diwawancarai wartawan koranpapua.id, Jumat 14 Agustus 2026.

Perjalanan Harun menuju Vietnam tidak diraih secara instan. Sejak duduk di kelas VII, ia telah terpilih melalui proses seleksi karena dinilai memiliki kemampuan kuat di bidang matematika.
Harun kemudian mengikuti pembinaan khusus olimpiade sebanyak dua kali dalam seminggu, ditambah latihan mandiri di rumah.
Menurut Suyanto, AiMO 2026 memiliki tahapan penyisihan dan final. Babak penyisihan digelar pada April 2026 menggunakan soal full bahasa Inggris dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Harun sendiri sudah dua kali mengikuti kompetisi matematika internasional. Pada kesempatan sebelumnya yang digelar di Jepang, ia belum berhasil meraih medali. Namun, kerja kerasnya akhirnya membuahkan hasil di Vietnam.
“Ini merupakan perjalanan internasionalnya yang kedua. Yang pertama di Jepang belum berhasil, sekarang di Vietnam berhasil meraih medali. Alhamdulillah, syukur,” kata Suyanto.
AiMO 2026 diikuti sekitar 3.000 peserta dari 24 negara. Selain Harun, tiga medali perunggu lainnya berhasil diraih siswa dari Sekolah Kalam Kudus Timika.
Dengan demikian, Mimika membawa pulang empat medali perunggu dari ajang matematika internasional tersebut.
Suyanto berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi pelajar Mimika lainnya untuk tidak takut bermimpi dan terus mengembangkan kemampuan, meski memiliki keterbatasan akses maupun fasilitas belajar.
“Pesannya sederhana, tetap semangat belajar dan jangan malas. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berusaha,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru









