TIMIKA, Koranpapua.id- Upaya penguatan ekonomi berbasis pangan lokal terus didorong Yayasan Pemberdayaan Masyaraakat Amungme dan Kamoro melalui pengembangan Rumah Sagu di Kelurahan Wania Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika.
Kehadiran fasilitas produksi ini diharapkan dapat menjadi pusat pengolahan sagu bagi kelompok UMKM binaan YPMAK, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Ketua Pengurus Rumah Sagu, Kanisius Maupiauta, menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dapat memberikan dukungan, khususnya dalam pembangunan akses jalan menuju lokasi pengambilan bahan baku sagu di kawasan hutan.
Dukungan infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menunjang kelancaran operasional produksi Rumah Sagu yang saat ini sedang dibangun.
Harapan itu disampaikan Kanisius usai peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sagu UMKM binaan YPMAK, Kamis 11 Juni 2026.
Kanisius mengaku telah menunggu sejak 2016 agar rumah produksi sagu dapat terwujud. Setelah hampir satu dekade, ia menyambut baik dimulainya pembangunan fasilitas tersebut.
“Mulai 2016 saya berusaha supaya rumah produksi dibangun. Saya tunggu-tunggu sampai sekarang dan akhirnya yang saya tunggu sudah jadi. Saya berterima kasih kepada pihak YPMAK yang sudah membantu,” kata Kanisius.
Ia menjelaskan, kelompok pengelola Rumah Sagu yang dipimpinnya beranggotakan 12 orang yang akan terlibat langsung dalam proses produksi. “Anggota kelompok saya 12 orang,” ujarnya.
Menurut Kanisius, bahan baku sagu selama ini diambil langsung dari kawasan hutan, namun akses menuju lokasi masih menjadi kendala utama.
Karena itu ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat membantu pembangunan akses jalan serta dukungan transportasi agar produksi dapat berjalan lebih efektif.
“Harapan saya pemerintah atau pihak YPMAK bisa bantu buat jalan untuk ambil sagu. Kalau jalan sudah jadi, mungkin transportasi juga perlu,” katanya.
Ia menilai, jika kendala infrastruktur dapat diatasi, maka pengembangan ekonomi masyarakat akan semakin meningkat seiring beroperasinya Rumah Sagu tersebut. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru








