TIMIKA, Koranpapua.id- Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap korban ledakan di Kompleks Perikanan Kabupaten Biak Numfor resmi ditutup pada Senin 8 Juni 2026 setelah berlangsung selama sembilan hari.
Penutupan dilakukan setelah tim SAR gabungan tidak lagi menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun temuan baru di lokasi kejadian.
Keputusan ini juga diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur terkait serta keluarga korban.
Kasie Ops dan Siaga Basarnas Biak, Andarias Alik, menyampaikan bahwa operasi telah dilaksanakan secara maksimal sejak hari pertama pencarian.
“Pada hari kesembilan tidak ditemukan lagi serpihan maupun indikasi keberadaan korban,” ujarnya.
Operasi SAR resmi ditutup pada pukul 18.20 WIT. Selama operasi berlangsung, tim gabungan berhasil menemukan enam korban meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polri.
Meski operasi pencarian telah berakhir, proses penanganan pascakejadian masih berlanjut.
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor tetap memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta warga terdampak, termasuk layanan kesehatan dan pendataan rumah yang rusak.
Fokus penanganan kini beralih pada penyelesaian identifikasi korban, penyidikan penyebab ledakan oleh kepolisian, serta pemulihan kondisi sosial masyarakat di sekitar lokasi kejadian. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










