ADVERTISEMENT
Jumat, Mei 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Langkah Kecil dari Mokwam: Napaki Jalan Panjang Anak-anak Papua untuk Bisa Sekolah

“Walau kami hanya sedikit siswa, kami ingin fasilitas sekolah bisa dilengkapi. Kami tetap semangat sekolah untuk meraih cita-cita kami”.

29 Mei 2026
0
Langkah Kecil dari Mokwam: Napaki Jalan Panjang Anak-anak Papua untuk Bisa Sekolah

Kunjungan kerja Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manokwari, I Gusti Ketut Suardana, ke SMPTKN Manokwari (foto ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

MANOKWARI- Koranpapua.id- Di balik hijaunya hutan dan pesona Burung Cenderawasih di Kampung Syoubri, Distrik Mokwam, tersimpan kisah perjuangan yang jauh dari hiruk-pikuk kota.

Di wilayah yang dikenal dunia karena kekayaan alamnya itu, anak-anak Papua setiap hari menapaki jalan panjang demi satu harapan sederhana: tetap bisa sekolah.

ADVERTISEMENT

Suasana haru menyelimuti kunjungan kerja Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manokwari, I Gusti Ketut Suardana, ke SMPTKN Manokwari, Senin pekan lalu.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Di tengah keterbatasan fasilitas sekolah dan minimnya tenaga pendidik, suara polos para siswa terdengar lirih namun penuh makna.

Baca Juga

Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Hindari Bentrok Terulang: Pemprov Papua Tengah Didesak Segera Tuntaskan Persoalan Tapal Batas Kapiraya

“Kami ingin tetap sekolah, jangan tinggalkan kami,” tutur para siswa lirih seperti dilansir Humas Kemenag Papua Barat

Kalimat sederhana itu menjadi potret nyata kehidupan anak-anak di wilayah pegunungan Mokwam.

Sebagian dari mereka harus berjalan berjam-jam menuju sekolah, melewati jalan berbatu, tanjakan, dan hutan, bahkan tanpa sepatu yang layak.

Dalam kunjungan tersebut, Gusti didampingi Kepala Seksi Pendidikan Agama Kristen, Sakeus Ullo, sekaligus memperkenalkan Pelaksana Tugas Kepala Sekolah yang baru, Jandra Rambing.

Bagi Gusti, perjuangan para guru dan siswa di SMPTKN Manokwari bukan sekadar cerita tentang pendidikan, melainkan tentang menjaga masa depan Papua dari wilayah-wilayah paling terpencil.

Ia mengaku bangga terhadap para guru yang tetap memilih mengabdi di tengah hutan Papua dengan segala keterbatasan akses dan fasilitas.

“Kami hadir untuk memberi dukungan dan semangat. Pendidikan sangat penting untuk masa depan, untuk membangun dan mengabdi bagi Tanah Papua,” ujarnya di hadapan para siswa.

“Tantangan kalian berbeda dengan anak-anak di kota. Hilangkan rasa malas, terus belajar, karena kalau bukan kalian, siapa lagi yang akan membangun Papua,” pesannya bijak.

Ia juga menegaskan bahwa SMPTKN Manokwari merupakan sekolah gratis yang dibiayai langsung oleh Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimas Kristen.

Pemerintah terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan aman.

Di tengah keterbatasan itu, semangat anak-anak tetap menyala. Salah satunya datang dari kisah Fince Mandacan.

Setiap hari, ia harus berjalan sekitar satu setengah jam untuk tiba di sekolah. Perjalanan panjang itu tidak membuatnya menyerah.

“Walau kami hanya sedikit siswa, kami ingin fasilitas sekolah bisa dilengkapi. Kami tetap semangat sekolah untuk meraih cita-cita kami,” tuturnya pelan.

Harapan serupa juga disampaikan para guru. Mereka berharap adanya perhatian lebih, terutama pembangunan asrama bagi siswa yang berasal dari kampung-kampung jauh dengan medan berat dan cuaca yang tidak menentu.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah baru, Jandra Rambing, mengajak seluruh siswa untuk tetap menjaga semangat belajar.

“Semangat belajar, singkirkan rasa malas, karena cita-cita besar hanya bisa diraih dengan usaha dan kerja keras,” katanya.

Pertemuan sederhana itu ditutup dengan pembagian paket alat tulis kepada para siswa.

Senyum kecil tampak menghiasi wajah anak-anak yang sejak pagi menunggu di ruang kelas sederhana mereka.

Di ruangan yang jauh dari kemewahan, harapan tetap tumbuh perlahan.

Kampung Syoubri sendiri merupakan salah satu dari 12 kampung wisata di Distrik Mokwam yang dikenal memiliki tujuh jenis burung cenderawasih, burung pintar yang mampu membedakan warna daun, hingga pohon pisang raksasa yang telah dikenal luas.

Namun di balik kekayaan alam yang memukau itu, tersimpan perjuangan besar anak-anak Papua dalam menjaga harapan lewat pendidikan.

Dari ruang-ruang kelas sederhana di kaki pegunungan Mokwam, mereka sedang belajar mengejar mimpi dan menyiapkan masa depan bagi Tanah Papua. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

29 Mei 2026
Konflik Kapiraya Memanas, Kantor Distrik dan 18 Rumah Warga Terbakar

Hindari Bentrok Terulang: Pemprov Papua Tengah Didesak Segera Tuntaskan Persoalan Tapal Batas Kapiraya

29 Mei 2026
Mahasiswa Yahukimo Sukses Gelar Pentas Seni Budaya Papua di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

Mahasiswa Yahukimo Sukses Gelar Pentas Seni Budaya Papua di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

29 Mei 2026
Petugas Kebersihan di Timika Temukan Bayi di Dekat Tempat Pembuangan Sampah

Petugas Kebersihan di Timika Temukan Bayi di Dekat Tempat Pembuangan Sampah

29 Mei 2026
Ivent Jakarta Athletics League 2026: Tim Papua Athletics Center Raih Satu Emas dan Dua Perak

Ivent Jakarta Athletics League 2026: Tim Papua Athletics Center Raih Satu Emas dan Dua Perak

29 Mei 2026
Langkah Kecil dari Mokwam: Napaki Jalan Panjang Anak-anak Papua untuk Bisa Sekolah

Langkah Kecil dari Mokwam: Napaki Jalan Panjang Anak-anak Papua untuk Bisa Sekolah

29 Mei 2026

POPULER

  • Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

    Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    642 shares
    Bagikan 257 Tweet 161
  • Sebelum Eksekusi Pendulang Emas, Pelaku Minta Makan dan Dibuatkan Kopi

    719 shares
    Bagikan 288 Tweet 180
  • Peringatan! Kawasan Wisata Kali Wania-Timika Rawan Pemerkosaan dan Perampokan

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Dari Kampung ke Jawa, Tiga Taruna Papua Binaan YPMAK Kejar Mimpi di Bidang Kelautan

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pengerusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika Diduga Dibeking Oknum Aparat Keamanan

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Perkelahian Dua Pria di Timika Berujung Korban Dilarikan ke RSMM, Pelaku Masuk Tahanan Polisi

    631 shares
    Bagikan 252 Tweet 158
  • Pelaku Pelecehan Seksual Anak Dibekuk Usai Bobol Tahanan dan Kabur ke Poumako

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
Next Post
Ivent Jakarta Athletics League 2026: Tim Papua Athletics Center Raih Satu Emas dan Dua Perak

Ivent Jakarta Athletics League 2026: Tim Papua Athletics Center Raih Satu Emas dan Dua Perak

Petugas Kebersihan di Timika Temukan Bayi di Dekat Tempat Pembuangan Sampah

Petugas Kebersihan di Timika Temukan Bayi di Dekat Tempat Pembuangan Sampah

Mahasiswa Yahukimo Sukses Gelar Pentas Seni Budaya Papua di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

Mahasiswa Yahukimo Sukses Gelar Pentas Seni Budaya Papua di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id