ADVERTISEMENT
Selasa, Juli 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

KPK dan KLH Didesak Audit Investigasi Proyek Gambut BPEGM di Tanah Papua

Anak-anak asli Papua justru tidak dilibatkan bahkan didiskriminasi dalam setiap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi akhir kegiatan secara spesifik dan signifikan.

17 Mei 2026
0
KPK dan KLH Didesak Audit Investigasi Proyek Gambut BPEGM di Tanah Papua

Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa saat mendatangi gedung KPK RI. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id- Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK) dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), didesak untuk segera melakukan audit investigasi proyek gambut di Tanah Papua.

Pasalnya pembentukan Badan Pengelola Ekosistem Gambut dan Mangrove (BPEGM) KLH di tanah Papua diharapkan menjadi tonggak penting bagi pelestarian ekosistem mangrove dan gambut di wilayah Timur Indonesia.

ADVERTISEMENT

Namun, beberapa bulan setelah peluncurannya, proyek-proyek signifikan di lapangan masih minim terlihat, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan aktivis lingkungan bersama penggiat Anti Korupsi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurut sumber informasi dari jaringan Suara Timur Indonesia di tanah Papua, kegiatan lapangan hampir tidak terdeteksi.

Baca Juga

Dinkes Mimika Klaim 50.171 Anak Ikut POPM Kecacingan, Capaian Masih Tertahan di 81 Persen, Apa Kendalanya?

Serapan APBD Mimika Naik 26 Persen, Pemkab Evaluasi Proyek Fisik yang Tertinggal

Sementara harapan rakyat Papua agar BPEGM membawa proyek restorasi dan pengelolaan mangrove skala besar serta pengelolaan gambut berkelanjutan, namun fakta di lapangan justru hanya ada rapat tanpa aksi nyata.

Berdasarkan informasi salah seorang tokoh masyarakat adat di Sorong yang enggan disebut namanya, menyebut faktor utama penahanan yakni pengalihan anggaran ke pusat, khususnya pada bidang tata usaha TSDLAB.

Hal itu justru bertentangan dengan mandat BPEGM untuk mempercepat restorasi ekosistem krusial di Papua yang menyimpan potensi karbon biru terbesar di Indonesia.

Sementara itu, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan menunjukkan bahwa Papua memiliki luas mangrove mencapai 500 ribu hektare.

Yang jika dikelola dengan baik dapat menyerap jutaan ton CO2 per tahun hingga kontribusi vital bagi target Net Zero Emission 2060.

Terpanggil nurani bersama aspirasi rakyat Papua, Suara Timur Indonesia berkolaborasi dengan Koalisi Masyarakat untuk Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia, dalam keterangan seperti dikutip Indonesia Satu.co, Minggu 17 Mei 2026 menyerukan:

Pertama, meminta Presiden Prabowo Subianto agar memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat bekerjasama dengan KPK RI untuk segera melakukan audit investigasi terhadap Direktorat Pengendalian dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove dan Gambut KLH serta BPEGM KLH di Papua.

“Sebagai pejuang Lingkungan, kami harapkan Bung Jumhur segera membersihkan praktek KKN di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup yang diduga kuat melakukan korupsi berjamaah atas nama Papua”.

“Faktanya di Papua belum nampak jelas penanaman mangrove komunitas dan pemantauan gambut berbasis GIS dalam rangka mewujudkan aksi nyata implementasi pengelolaan mangrove dan gambut di tanah Papua yang bersih dan nyata,” kata Sekretaris Suara Timur Indonesia, Freni Lutrun.

Freni menyoroti, setiap kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup maupun kondisi nyata di Papua sendiri, anak-anak asli Papua justru tidak dilibatkan bahkan didiskriminasi dalam setiap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi akhir kegiatan secara spesifik dan signifikan.

“Orang asli Papua merasa mereka dieksploitasi untuk merampok uang negara, seolah-olah ingin membangun Papau namun justru yang terjadi adalah konspirasi, manipulasi, eksploitasi dan korupsi,” sorot Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa.

Kedua, mendesak KPK RI agar segera berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan audit investigasi terhadap dugaan praktek korupsi berjamaah di lingkup KLH terkait proyek-proyek di Papua; seperti proyek mangrove dan gambut.

Ketiga, mendesak Menteri Lingkungan Hidup untuk mengangkat dan memberdayakan ASN asal Papua dan Indonesia Timur di Kementerian Lingkungan Hidup.

Keempat, mendesak Menteri Lingkungan Hidup agar melibatkan penggiat Lingkungan Hidup dan Penggiat Anti Korupsi yang berintegritas untuk mengawasi kinerja ASN di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup.

Dimana selama ini diduga kuat melakukan korupsi berjamaah terhadap proyek-proyek di wilayah Papua pada khususnya dan Indonesia Timur pada umumnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Serapan APBD Mimika Naik 26 Persen, Pemkab Evaluasi Proyek Fisik yang Tertinggal

Dinkes Mimika Klaim 50.171 Anak Ikut POPM Kecacingan, Capaian Masih Tertahan di 81 Persen, Apa Kendalanya?

13 Juli 2026
Serapan APBD Mimika Naik 26 Persen, Pemkab Evaluasi Proyek Fisik yang Tertinggal

Serapan APBD Mimika Naik 26 Persen, Pemkab Evaluasi Proyek Fisik yang Tertinggal

13 Juli 2026
Pemkab Mimika Siapkan Pembangunan 353 Rumah Layak Huni, Fisik Dimulai Usai Perencanaan Rampung

Pemkab Mimika Siapkan Pembangunan 353 Rumah Layak Huni, Fisik Dimulai Usai Perencanaan Rampung

13 Juli 2026
Dinkes Mimika Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kejar Target 95 Persen POPM Kecacingan untuk Cegah Stunting

Dinkes Mimika Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kejar Target 95 Persen POPM Kecacingan untuk Cegah Stunting

13 Juli 2026
Sertijab Tiga Pejabat Pemkab Mimika, Emanuel Kemong Ingatkan Dorong Penguatan Kinerja dan Inovasi

Sertijab Tiga Pejabat Pemkab Mimika, Emanuel Kemong Ingatkan Dorong Penguatan Kinerja dan Inovasi

13 Juli 2026
Percepat Eliminasi Kusta dan Penyakit Prioritas, Kadinkes Papua Selatan Siapkan Komitmen Lintas Sektor

Percepat Eliminasi Kusta dan Penyakit Prioritas, Kadinkes Papua Selatan Siapkan Komitmen Lintas Sektor

13 Juli 2026

POPULER

  • Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    601 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Amerika Bereaksi Usai Warga Negaranya Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Yahukimo

    686 shares
    Bagikan 274 Tweet 172
  • Bupati Johannes Rettob Lantik Dwi Cholifah sebagai Kepala Inspektorat, Tunjuk Sejumlah Plt

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Penembakan Perempuan Hamil di Intan Jaya Harus Diusut Tuntas, Komnas Perempuan: Ini Tragedi Kemanusiaan

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Rp10 Miliar untuk Gedung Kosong! Perpustakaan Mimika Tak Kunjung Difungsikan

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Markas Kodal Drone TNI untuk Perkuat Operasi di Papua Berdudukan di Timika

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • RDP DPRK Mimika Ungkap Persoalan Pelayanan RSUD, Direktur Beberkan Solusi Atasi Kepadatan Pasien

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Next Post
KNMP Kembalikan Kejayaan Papua Lumbung Tuna di Kawasan Timur Indonesia

KNMP Kembalikan Kejayaan Papua Lumbung Tuna di Kawasan Timur Indonesia

Konflik Antarsuku OAP di Jayawijaya: Bupati Atenius Tegaskan Penegakan Hukum

Konflik Antarsuku OAP di Jayawijaya: Bupati Atenius Tegaskan Penegakan Hukum

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Wilayah Mimika dan Paniai Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Wilayah Mimika dan Paniai Diguyur Hujan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id