ADVERTISEMENT
Kamis, Mei 21, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

John NR Gobai Dorong Kampung Nelayan di Mimika, Minta Tidak Dipolitisasi

Dari sisi regulasi, DPR PPT sudah menetapkan Perda tentang Pemberdayaan Nelayan Orang Asli Papua dan akan mendorong fasilitasi ke kementerian terkait.

5 Mei 2026
0
John NR Gobai Dorong Kampung Nelayan di Mimika, Minta Tidak Dipolitisasi

Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Wakil Ketua IV DPR Provinsi Papua Tengah (DPR PPT), John NR Gobai, mendorong percepatan pembangunan Kampung Nelayan Terpadu (KNT) di wilayah pesisir Kabupaten Mimika.

KNT nantinya akan dibangun lengkap dengan fasilitas pendukung, termasuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar SPBN).

ADVERTISEMENT

Hal itu sampaikan John Gobai saat hearing bersama Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Hearing yang berlangsung di salah satu hotel di Timika, Selasa 5 Mei 2026, juga dihadiri pimpinan DPR PPT.

Baca Juga

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Diproyeksi Dihadiri 10 Ribu Peserta

Dalam pertemuan itu, John Gobai menilai kawasan pesisir seperti Pomako memiliki potensi besar di sektor perikanan, namun hingga kini belum didukung infrastruktur yang memadai.

“Kampung nelayan ini program lama. Saya waktu masih di Jayapura (DPR Papua-Red) sudah kita dorong agar di Pomako dan Nabire harus ada kampung nelayan. Saya terinspirasi dengan Muara Angke, bagus sekali,” katanya.

Ia menjelaskan, program ini sebenarnya sudah dirintis sebelum adanya Daerah Otonomi Baru (DOB), tapi tidak berlanjut setelah pemekaran wilayah.

Karena itu, program ini perlu dihidupkan kembali sebab sejalan dengan program nasional Kampung Nelayan Merah Putih yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, John Gobai pada kesempatan itu secara terbuka mengingatkan agar pelaksanaan program ini tidak dipolitisasi.

“Kampung nelayan itu penting. Kita bersyukur karena program Presiden hari ini harus membangun Kampung Nelayan Merah Putih. Jangan dipertentangkan dan dipolitisir karena tidak akan pernah selesai,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kebutuhan mendesak SPBN di wilayah pesisir. Menurutnya, nelayan di Pomako masih kesulitan mendapatkan BBM.

“Saya suka sekali main ke Pomako. Jadi yang saya ketahui mereka punya persoalan terkait dengan BBM yang sangat terbatas karena memang tidak ada SPBN di sana,” katanya.

John Gobai menegaskan, kampung nelayan yang dimaksud bukan sekadar permukiman, tapi harus jadi pusat ekonomi terpadu.

Adapun fasilitas yang perlu dilengkapi berupa SPBN, pabrik es, dan sistem distribusi hasil tangkap yang lebih rapi.

John Gobai juga mendorong pengelolaan berbasis koperasi dengan melibatkan dinas terkait.

Di sisi lain, John Gobai menyinggung praktik distribusi hasil perikanan yang belum sepenuhnya menguntungkan daerah, termasuk aktivitas transshipment di laut.

Ia berharap ada kebijakan agar sebagian hasil tangkap bisa didaratkan di PPI Pomako. “Emas biru (laut) ini harus bermanfaat bagi orang Mimika. Mereka harus sejahtera karena emas birunya,” pungkasnya.

John Gobai juga mengaitkan program ini dengan filosofi hidup masyarakat pesisir Mimika, yaitu 3S (Sagu, Sampan, Sungai), yang menunjukkan kedekatan masyarakat dengan alam.

Lebih lanjut dikatakan, pembangunan program ini membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, provinsi, hingga masyarakat adat, terutama soal penyediaan lahan.

Dari sisi regulasi, DPR Papua Tengah kata dia juga sudah menetapkan Perda tentang Pemberdayaan Nelayan Orang Asli Papua dan akan mendorong fasilitasi ke kementerian terkait.

“Sekarang kita butuh dukungan dari masyarakat pesisir di Mimika agar emas birunya itu menyejahterakan nelayan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

21 Mei 2026
Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Wadanyon HSSBI di Yahukimo

Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Satgas ODC Ringkus Wadanyon HSSBI Kodap XVI di Yahukimo

21 Mei 2026
Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Diproyeksi Dihadiri 10 Ribu Peserta

Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Diproyeksi Dihadiri 10 Ribu Peserta

21 Mei 2026
Tidak Semata Limbah, Potensi Sumber Daya: Pemkab Mimika Dorong Pemanfaatan Tailing Freeport Secara Berkelanjutan

Tidak Semata Limbah, Potensi Sumber Daya: Pemkab Mimika Dorong Pemanfaatan Tailing Freeport Secara Berkelanjutan

21 Mei 2026
148 Puskesmas di Papua Tengah hanya 12 Persen yang Miliki Sembilan Jenis Nakes Lengkap

148 Puskesmas di Papua Tengah hanya 12 Persen yang Miliki Sembilan Jenis Nakes Lengkap

21 Mei 2026
Puluhan Satwa Endemik Papua Diamankan Barantin Makasar

Puluhan Satwa Endemik Papua Diamankan Barantin Makasar

21 Mei 2026

POPULER

  • Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Pdt. Anton Wamang Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Tembagapura: ‘TNI Tidak Terlibat Kematian Putri Saya’

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • SMI-KP Kota Studi Nabire Gelar Mimbar Bebas, Tolak Rencana Pemekaran DOB di Wilayah Paniai

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Delapan Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Jubir TPNPB: Pembunuhan sebagai Aksi Balas Dendam

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Jalan Poros Timika-Mapurujaya Kembali Memakan Korban, Seorang Wiraswasta Tewas di TKP

Jalan Poros Timika-Mapurujaya Kembali Memakan Korban, Seorang Wiraswasta Tewas di TKP

Belum Ada Hasil Evaluasi, 133 Kepala Kampung di Mimika Diminta Tetap Aktif Bekerja

Belum Ada Hasil Evaluasi, 133 Kepala Kampung di Mimika Diminta Tetap Aktif Bekerja

Pemkab Mimika Prioritaskan Konektivitas Wilayah: Hubungkan Pusat Pertumbuhan, Soroti  Limbah Tailing 200.000 Ton Per Hari

Pemkab Mimika Prioritaskan Konektivitas Wilayah: Hubungkan Pusat Pertumbuhan, Soroti  Limbah Tailing 200.000 Ton Per Hari

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id