ADVERTISEMENT
Sabtu, September 19, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Praka Aprianus Gugur di Papua: Harapan Ibunya Terkalahkan dengan Niat Bahagiakan Orang Tua

Sempat gagal berkali-kali Perjalanan Aprianus tidak mudah. Ia harus menghadapi kegagalan berulang kali sebelum berhasil mengenakan seragam TNI.

2 Mei 2026
0
Praka Aprianus Gugur di Papua: Harapan Ibunya Terkalahkan dengan Niat Bahagiakan Orang Tua

Praka Anumerta Aprianus (24 tahun) gugur setelah diserang kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

SINTANG, Koranpapua.id– Prajurit Kepala (Praka) Aprianus, anggota Satuan Yonif 611/Awang Long (AWL), dinyatakan gugur dalam kontak tembak di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Rabu 29 April 2026 lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Praka Anumerta Aprianus (24 tahun) gugur setelah diserang kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama.

ADVERTISEMENT

Dalam serangan yang terjadi sekitar pukul 09.55, Praka Aprianus tertembak pada bagian leher dan akhirnya meninggal dunia.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kedatangan jenazah Praka Aprianus di kampung halamannya Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, disambut oleh jajaran TNI, pemerintah daerah, serta keluarga besar almarhum.

Baca Juga

Pansus Papua DPD RI Soroti Konflik dan Kemanusiaan, Filep Minta Pemerintah Bertindak Tegas

Pria Tewas Ditikam di Jalan Poros SP5, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Pada Jumat 1 Mei 2026, Praka Aprianus telah dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Syuhada Pertiwi Sintang.

Dandim 1205/Sintang, Letkol Arm Anggit Wijaksono seperti dilansir dari Penkodim 1205/Sintang, Sabtu 2 Mei 2026 menyebutkan, upacara persemayaman dan pemakaman militer sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Upacara ini akan dipimpin secara militer sesuai dengan tradisi TNI sebagai penghargaan atas jasa dan pengorbanan almarhum selama bertugas.

Anggit mewakili TNI AD menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ia juga menegaskan bahwa almarhum adalah prajurit yang berdedikasi tinggi dan telah memberikan pengabdian terbaik bagi negara.

“Kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi TNI dan bangsa Indonesia. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujarnya.

Di balik kabar gugurnya Praka Aprianus di Papua, tersimpan kisah perjuangan seorang anak desa yang memilih jalan hidup sebagai prajurit demi membantu keluarganya.

Aprianus merupakan putra daerah asal Desa Pakak, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Ia dikenal sebagai anak bungsu sekaligus satu-satunya laki-laki dalam keluarga.

Pilih TNI demi bantu orangtua Sang ibunda, Agnes, mengaku sempat berharap anaknya tidak menjadi prajurit TNI dan memilih jalan lain yang dinilai lebih aman.

Ia bahkan pernah menyarankan Aprianus untuk melanjutkan pendidikan atau menjadi pastor.

“Pernah saya bilang,’Bang, kau tidak usah jadi tentara. Kuliah saja dulu atau jadi pastor, mau tidak?’,” ujar Agnes, di rumah duka seperti dikutip kompas.com.

Namun, Aprianus memiliki alasan sendiri. Ia ingin segera bekerja agar bisa membantu ekonomi keluarga.

“Dia bilang, ‘Aku tidak mau, Mak. Nanti kalau aku kuliah, kapan aku bisa kasih kalian uang?’,” tutur Agnes.

Keputusan itu menjadi titik awal perjalanan panjang Aprianus hingga akhirnya menjadi prajurit TNI.

Sempat gagal berkali-kali Perjalanan Aprianus tidak mudah. Ia harus menghadapi kegagalan berulang kali sebelum berhasil mengenakan seragam TNI.

Aprianus tercatat dua kali gagal dalam seleksi TNI. Ia juga sempat mencoba jalur kepolisian, namun belum berhasil.

Meskipun demikian, ia tidak menyerah hingga berhasil masuk ke jajaran.  Pada percobaan ketiga di tahun 2021, Aprianus akhirnya dinyatakan lolos dan resmi menjadi prajurit TNI.

Bagi keluarga, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri.

Terbiasa bantu orangtua di pasar Sebelum menjadi prajurit, Aprianus sudah terbiasa membantu orangtuanya berjualan sayur di pasar.

Kakaknya, Margareta, mengatakan Aprianus dikenal sebagai pribadi yang pekerja keras dan peduli terhadap keluarga.

“Kadang subuh-subuh dia sudah bangun, antar mama bapak ke pasar, bantu beli sayur. Dia memang anak yang luar biasa,” ujar Margareta.

Kebiasaan itu menunjukkan kedekatan Aprianus dengan keluarga sekaligus tanggung jawabnya sejak usia muda.

Kini, keluarga hanya bisa mengenang sosok Aprianus sebagai anak yang berbakti dan tidak mudah menyerah. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pansus Papua DPD RI Soroti Konflik dan Kemanusiaan, Filep Minta Pemerintah Bertindak Tegas

Pansus Papua DPD RI Soroti Konflik dan Kemanusiaan, Filep Minta Pemerintah Bertindak Tegas

18 September 2026
35 Pemandu Wisata Mimika Ikuti Pelatihan Sertifikasi Berbasis SKKNI

35 Pemandu Wisata Mimika Ikuti Pelatihan Sertifikasi Berbasis SKKNI

18 September 2026
Pasar Mapurujaya Mangkrak Sejak 2023, Pemkab Mimika Ingin Hidupkan Kembali Tahun Ini

Pasar Mapurujaya Mangkrak Sejak 2023, Pemkab Mimika Ingin Hidupkan Kembali Tahun Ini

18 September 2026
Pria Tewas Ditikam di Jalan Poros SP5, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Pria Tewas Ditikam di Jalan Poros SP5, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

18 September 2026
309 Ton Beras Bantuan Pangan Disalurkan, Distrik Mimika Baru Kawal hingga ke Penerima

309 Ton Beras Bantuan Pangan Disalurkan, Distrik Mimika Baru Kawal hingga ke Penerima

18 September 2026
Pengurus PKK Iwaka Dikukuhkan, Suzy Rettob Minta Fokus Jawab Kebutuhan Warga

Pengurus PKK Iwaka Dikukuhkan, Suzy Rettob Minta Fokus Jawab Kebutuhan Warga

18 September 2026

POPULER

  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    624 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

    540 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Empat Persen Kasus TB Nasional Berasal dari Tanah Papua, Tracing dan Skrining Jadi Fokus Utama

Empat Persen Kasus TB Nasional Berasal dari Tanah Papua, Tracing dan Skrining Jadi Fokus Utama

Pelatihan Literasi AI di Timika ‘Diserbu’ Ratusan Peserta, Sinyal Kuat Generasi Muda Terhadap Penguasaan Teknologi

Pelatihan Literasi AI di Timika ‘Diserbu’ Ratusan Peserta, Sinyal Kuat Generasi Muda Terhadap Penguasaan Teknologi

“Kau Keluar Kau Aman”, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Timika, Tiga Pelaku Diburu

“Kau Keluar Kau Aman”, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Timika, Tiga Pelaku Diburu

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id