NABIRE, Koranpapua.id- Ratusan warga yang tergabung dalam Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP-RI) Provinsi Papua Tengah, menggelar apel akbar dan pawai kebangsaan, Jumat 1 Mei 2025.
Dengan membawa Bendera Merah Putih, ratusan warga ini berkumpul di Taman Gizi-Nabire dalam rangka memperingati Hari Integrasi bergabungnya Papua ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 1 Mei 1963.
Ratusan masyarakat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka membawa Bendera Merah Putih dan mengikuti pawai yang melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Nabire.
Pawai kebangsaan dimulai dari Taman Gizi dan melintasi sejumlah titik strategis, antara lain Jalan Merdeka, Jalan Ampera.
Melewati Jalan A. Gobay, Pasar Karang, Bumiwonorejo, Kalibobo, Jalan Sisingamangaraja, hingga Jalan Yos Sudarso sebelum kembali ke titik awal.
Suasana berlangsung meriah dengan nuansa nasionalisme yang kental. Ini menandai persatuan yang kuat diantara sesame warga Papua akan kecintaan terhadap NKRI.
Ketua DPD BMP-RI Papua Tengah, Melkisedek F.I Rumawi, menegaskan bahwa tanggal 1 Mei merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, khususnya di Tanah Papua.
Ia menyebut momen tersebut sebagai tonggak berkibarnya Merah Putih di Papua pada tahun 1963.
“Peristiwa ini menjadi simbol kembalinya Papua ke pangkuan Ibu Pertiwi. Indonesia tidak akan utuh tanpa Papua,” ujarnya.
Papua bukan sekadar wilayah, melainkan bagian integral dari identitas bangsa Indonesia.
Karenanya, Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga menjaga semangat persaudaraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mewujudkan keadilan sosial sebagai bentuk nyata dari semangat kebangsaan yang diwariskan sejak 1963.
“Tantangan kita saat ini adalah memastikan semangat persatuan itu terwujud dalam kesejahteraan masyarakat Papua,” tambahnya. (Redaksi)








