TIMIKA, Koranpapua.id- Johannes Rettob, Bupati Mimika menegaskan, pentingnya kolaborasi antarpimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menjalankan program pembangunan.
Hal itu bertujuan agar pelaksanaan pembangunan benar-benar berfokus pada kebutuhan masyarakat.
Bupati Johannes juga mengingatkan agar setiap proses perencanaan dan penganggaran tidak semata-mata didasarkan pada kepentingan birokrasi.
Pastikan semua anggaran yang diusulkan dan rencanakan betul-betul untuk kebutuhan masyarakat, bukan karena kebutuhan aparat pemerintah.
“Jika ini kita jalankan dengan baik, Mimika akan semakin maju,” ujar Johannes, Senin 27 April 2026.
Selain menekankan soal kolaborasi, Johannes juga menyoroti kondisi kependudukan Mimika yang hingga kini belum merata.
Ia menyebut sebagian besar masyarakat masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan, sehingga pemerataan pembangunan dari kampung hingga kota menjadi hal yang mendesak.
Johannes meminta kepada seluruh OPD untuk melakukan verifikasi dan identifikasi secara menyeluruh terhadap potensi maupun kekurangan di tingkat distrik maupun kampung.
Langkah ini dinilai penting agar kebijakan pembangunan benar-benar tepat sasaran.
Johannes juga menekankan, perencanaan pembangunan harus dilakukan secara berjenjang melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), tingkat kampung, distrik, hingga kabupaten.
Dengan mekanisme tersebut, program yang disusun diyakini berasal dari kebutuhan riil masyarakat.
“Semua perencanaan yang kita susun berasal dari usulan masyarakat. Karena itu adalah kebutuhan nyata mereka, dan inilah yang harus kita akomodir dalam program-program pemerintah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah tetap perlu menghadirkan inovasi dan sentuhan modern dalam pembangunan.
Namun, menurutnya, hal itu harus tetap disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Jadi kita buat program-program yang pro rakyat, yang betul-betul masyarakat butuhkan,” pungkasnya.
“Bukan yang kita mau gitu loh. Ya kita mau pasti ada sedikit modern pasti, jadi kita kombinasilah untuk itu,” tambah Johannes. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Edtor: Marthen LL Moru









