TIMIKA, Koranpapua.id- Dalam rangka memperingati Hari Malaria Sedunia 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat langkah percepatan eliminasi malaria.
Salah satunya dilakukan lewat kegiatan skrining massal dan pemeriksaan kesehatan gratis yang menyasar sekolah-sekolah berpola asrama pada Sabtu 25 April 2026.
Penanggung Jawab Program Malaria Dinas Kesehatan Mimika, Imelda Ohoiledaan, menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan oleh Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, khususnya Seksi Penyakit Menular, sebagai bagian dari strategi peningkatan cakupan pemeriksaan malaria.
“Kami melakukan skrining massal yang digabungkan dengan cek kesehatan gratis di dua sekolah berpola asrama, yaitu Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) dan Sentra Pendidikan,” ujarnya kepada koranpapua.id di Sentra Pendidikan.
Menurutnya, pelaksanaan skrining massal tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengejar target nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dan untuk Kabupaten Mimika ditargetkan dapat mencapai 2.075.723 pemeriksaan malaria dalam setahun.
“Meskipun jumlah penduduk Mimika 323.503 jiwa yang sudah dirilis tahun 2025 oleh Dukcapil, artinya setiap warga wajib periksa malaria tujuh kali dalam setahun untuk bisa mencapai target,” jelas Imelda.
Imelda menambahkan, pemilihan sekolah berpola asrama sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada efektivitas jangkauan pemeriksaan dalam jumlah besar, juga dikarenakan masih tingginya kasus malaria di lingkungan tersebut.
“Kami memilih Sentra Pendidikan karena kasus malaria dan kepadatan vektor masih tinggi. Banyak siswa yang masih dalam masa pengobatan dalam satu minggu terakhir, dan populasi nyamuk masih cukup banyak serta belum mendapat intervensi secara masif dari Puskesmas,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan akan memperkuat pengendalian vektor nyamuk Anopheles yang aktif pada pukul 18.00 hingga 06.00 pagi. Upaya ini akan dilakukan bersama Malaria Center dan fasilitas layanan kesehatan setempat.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Dinas Kesehatan juga menggandeng berbagai pihak lintas sektor, termasuk Puskesmas Timika Jaya sebagai pemilik wilayah kerja.
Selain itu, dukungan turut datang dari PT Freeport Indonesia melalui program CHD, PT Petrose SEA, Wahana Visi Indonesia, serta Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia.
Rangkaian kegiatan peringatan Hari Malaria Sedunia di Mimika lanjut Imelda telah dimulai sejak pra-acara, di antaranya melalui aksi pembersihan sarang nyamuk di Kampung Nawaripi dan Maoko Jaya bersama tim CHD PT Freeport.
Selain itu, juga dilaksanakan gerakan “Gebrak Jentik” serentak di Kelurahan Kebun Sirih yang melibatkan pemerintah distrik dan kelurahan setempat.
“Kegiatan hari ini merupakan bagian dari pre-event. Untuk acara puncak atau main event, rencananya akan digelar pada 8 Mei mendatang,” tutup Imelda.
Melalui berbagai langkah terpadu ini, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap dapat menekan angka penularan malaria sekaligus mempercepat tercapainya target eliminasi penyakit tersebut di Papua. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







