TIMIKA, Koranpapua.id– Sentra Pendidikan, sekolah berpola asrama yang terletak di Jalan Poros SP5, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, menjadi salah satu tempat yang dikunjungi Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming pada Selasa 24 April 2026.
Kunjungan Gibran tersebut menjadi momen yang paling berkesan bagi para guru dan peserta didik sekolah itu.
Wapres menyapa peserta didik dan menanyakan langsung mengenai cita-cita dan harapan mereka ke depan, sekaligus berbincang ringan dengan para guru terkait keberadaan sekolah tersebut.
Dari obralan Gibran dan para guru serta peserta didik, terungkap beberapa hal menarik yang dimiliki sekolah yang berdiri ketika Dinas Pendidikan (Disdik) Mimika dipimpin almarhum Ausilius You, S.Pd, MM. MH.
Di antaranya terkait dengan jumlah peserta didik yang saat ini sedang menempuh pendidikan di tempat itu, termasuk kendala, harapan dan program yang dilakukan serta output yang dihasilkan dari lembaga pendidikan itu.
Kepada Wapres Gibran, dilaporkan bahwa saat ini total 1.031 siswa yang menempuh pendidikan di kawasan ini, terdiri dari 205 siswa SD, 285 siswa SMP, dan 541 siswa SMA.
Sejumlah fasilitas SMAN 5 yanng turut ditinjau Wapres, di antaranya perpustakaan, laboratorium informatika, dan laboratorium IPA.
Saat berada di laboratorium informatika, Wapres menaruh perhatian pada materi pembelajaran yang diberikan kepada siswa, khususnya terkait penguasaan program dan keterampilan digital.
“Apakah kelas ini sudah diajarkan Formula?” tanya Gibran.
“Akan diajarkan di kelas 11 Bapak,” jawab Nurhayati, yang sudah menjadi guru Informatika selama 1 tahun 4 bulan, di SMAN tersebut.
Pada kesempatan terpisah, Nurhayati menyampaikan kesan tersendiri atas kunjungan Wapres yang dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pendidikan di daerah.
Ia berharap adanya peningkatan fasilitas ke depan untuk menunjang proses belajar mengajar.
“Fasilitas sebenarnya sudah ada, tetapi kami masih kekurangan ruangan untuk mendukung kegiatan belajar,” tambahnya.
Sementara itu, siswi SMA, Yuli Mincik Nayang, mengaku senang dapat berinteraksi langsung dengan Wapres.
“Saya senang bisa bertemu langsung dan berbicara dengan Pak Wapres, ini pengalaman yang tidak saya sangka sebelumnya,” tuturnya.
Di tingkat SMP, Kepala SMP Negeri Sentra Pendidikan, Anton Rante, menuturkan bahwa sekolah Sentra Pendidikan juga menyediakan fasilitas asrama bagi siswa dari wilayah terpencil guna memastikan akses pendidikan tetap terjaga.
“Yang kami prioritaskan adalah anak-anak dari daerah yang jauh seperti pesisir atau kampung yang tidak ada keluarga di kota, sehingga mereka bisa tinggal di asrama,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh kebutuhan siswa telah difasilitasi oleh pemerintah.
“Baik sekolah, asrama, seragam, sampai makan semuanya gratis dan ditanggung pemerintah,” tegas Anton.
Sejalan dengan itu, salah satu siswa SMP, Nikolausma Payau, mengaku mendapatkan pengalaman positif selama tinggal di asrama.
“Saya di asrama sangat merasa nyaman, dan di sana kami juga dibimbing seperti oleh orang tua sendiri,” ungkapnya.
Ia berharap kunjungan Wapres dapat memberikan motivasi bagi para siswa untuk terus belajar.
“Kami menunggu kedatangan Pak Wapres untuk bisa mendapatkan arahan dan semangat bagi kami di sini,” katanya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Sentra Pendidikan, Syamsiah Muksin, menjelaskan bahwa Sekolah Sentra Pendidikan yang berdiri sejak 2010 ini diperuntukkan bagi anak-anak dari berbagai suku asli Mimika.
“Sekolah ini didirikan untuk putra-putri asli Mimika, dari dua suku besar Kamoro dan Amungme, serta lima suku kerabat lainnya,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rasa bangga atas kunjungan Wapres yang dinilai menjadi penyemangat bagi seluruh civitas sekolah.
Dari sisi prestasi, menurut Syamsiah, siswa-siswi Sentra Pendidikan telah menorehkan capaian hingga tingkat internasional, termasuk dalam ajang festival bahasa dan kompetisi paduan suara.
“Prestasi anak kami sudah sampai tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional, termasuk meraih silver di Yogyakarta International Choir Festival,” tambahnya.
Seperti diketahui mendampingi Gibran dalam peninjauan ini antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Kadis Pendidikan Mimika, Anthonius Werelubun, Sekretaris Dinas Pendidikan Mimika Cahyono.
Termasuk Kepala SMAN 5 Sentra Pendidikan Martius Wenda, serta Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru








