TIMIKA, Koranpapua.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menetapkan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), penguatan ekonomi kampung, serta digitalisasi layanan pemerintahan sebagai prioritas utama pembangunan tahun 2026.
Agenda ini dijalankan seiring dengan keberlanjutan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Septinus Timang, menegaskan bahwa isu stunting, pendidikan, dan kualitas hidup masyarakat menjadi fokus utama pemerintah daerah ke depan.
Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga ke level distrik dan kampung.
“Kita bicara IPM Kabupaten Mimika, mungkin dia naik. Tapi itu kita bicara dalam konteks kota. Kalau IPM di tingkat kampung, itu mencapai target seperti itu atau tidak,” ujar Septinus, Kamis 23 April 2026.
Menurutnya, Bappeda bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) sedang menyusun konsep penelitian untuk mengukur IPM di 133 kampung di Mimika.
Upaya ini bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh terkait kualitas SDM hingga ke wilayah paling bawah.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan program unggulan berbasis potensi lokal di setiap distrik.
Pendekatan ini diharapkan mampu menghindari tumpang tindih komoditas sekaligus memperjelas arah pemasaran produk.
“Harapan kita satu distrik mungkin dia punya program unggulan. Ibaratnya begini one district one product, satu distrik dia harus punya produk,” jelasnya.
Septinus menilai, selama ini produk masyarakat belum terserap secara optimal oleh pasar. Hal tersebut disebabkan minimnya promosi serta kurangnya pendampingan dari dinas teknis terkait.
Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar produk lokal memiliki daya saing lebih kuat serta akses pasar yang lebih luas.
Di sisi lain, transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan juga menjadi perhatian serius.
Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas layanan publik hingga ke tingkat distrik melalui pemanfaatan teknologi.
“Kita sekarang bukan hidup di era konvensional lagi, semua serba teknologi. Sehingga semua proses pelayanan harus dipermudah dengan model pendekatan digitalisasi,” pungkasnya.
Dengan berbagai prioritas tersebut, Pemkab Mimika optimistis dapat mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan SDM, ekonomi kampung, serta digitalisasi layanan pemerintahan. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru









