TIMIKA, Koranpapua.id- Salah satu korban jiwa dalam bentrok Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, telah dibakar secara adat (kremasi) pada Jumat 17 April 2026.
Korban berinisial TN yang berasal dari kelompok Niwigalen sebelumnya dilaparkan tewas dalam bentrok dua kelompok menggunakan panah dan parang yang terjadi Kamis 16 April 2026.
“Jenazah korban akibat bentrok di Kwamki Narama telah ditangani oleh pihak keluarga melalui prosesi kremasi atau bakar secara adat pada Jumat (17/4),” ujar Kasi Humas Polres Mimika Iptu Hempy Ona seperti dilansir Sabtu 18 April 2026.
Hempy mengatakan personel gabungan Polres Mimika dan Brimob Batalyon B Mimika masih disiagakan di lokasi.
Personel gabungan yang dipimpin Iptu Dominggus Maspaitela juga melakukan patroli intensif di sejumlah titik rawan.
“Hasil pantauan di jalur 1 (arah lapangan terbuka depan kediaman Noap Dang), terpantau kelompok kecil masyarakat sedang beristirahat pasca aksi saling serang,” katanya.
Dia menuturkan kepala Distrik Tembagapura dan kepala Distrik Kwamki Narama datang ke Mapolsek Kwamki Narama untuk berkoordinasi bersama aparat kepolisian dalam rangka penanganan konflik dan menjaga stabilitas keamanan wilayah.
“Terpantau juga massa dari kelompok Kios Panjang bergerak dengan berjalan kaki menuju kediaman Waimum Noap di Jalur 1,” jelasnya.
Sementara itu patroli Polsek Kwamki Narama di area luar basis massa kelompok Dang memantau warga dalam posisi siaga dengan membawa alat tajam busur dan anak panah.
Hempy menambahkan bahwa aparat akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan serta mencegah terjadinya konflik lanjutan. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










