TIMIKA, Koranpapua.id- Di tengah kekhawatiran warga akibat kelangkaan gas LPG di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying.
Ia menegaskan bahwa kondisi ini hanya bersifat sementara dan pasokan gas akan segera kembali normal dalam waktu dekat.
Menurutnya, distribusi LPG sebenarnya masih berjalan, bahkan baru saja dilakukan penyaluran.
“Masyarakat Mimika, saya harap jangan panic buying ya. Sekarang mereka bicara tentang gas LPG habis. Tidak usah khawatir, tetap tenang karena gas LPG kemarin baru turun 700 yang 12 kilo,” ujar Bupati pada Jumat 10 April 2026.
Sebagai langkah pengendalian, pemerintah daerah untuk sementara mengubah sistem distribusi.
Penjualan gas tidak lagi melalui distributor, melainkan dilakukan langsung di gudang dengan pengawasan ketat dari Satpol PP.
Kebijakan ini diambil untuk mencegah adanya penimbunan oleh pihak-pihak tertentu.
“Kita jaga Satpol PP, tidak boleh ada yang ambil lebih. Satu keluarga satu aja cukup,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa pasokan LPG akan kembali stabil dalam beberapa hari ke depan.
Distribusi tambahan dalam jumlah besar dijadwalkan tiba pada pertengahan April.
“Jadi, masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu khawatir dengan gas itu, ya. Gas LPG tersedia berbagai ukuran mulai tanggal 13 ke atas,” jelasnya.
Dengan adanya kepastian tersebut, masyarakat diharapkan dapat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu kelangkaan yang berpotensi memperparah situasi. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










