TIMIKA, Koranpapua.id- Kasus kematian akibat gantung diri masih terus terjadi di Kabupaten Mimika.
Memasuki tahun 2026 terdapat sejumlah kasus dengan melibatkan pria-wanita dewasa bahkan anak-anak.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari para pakar terkait penyebab seseorang memilih gantung diri menjadi cara untuk mengakhiri hidup mereka.
Untuk di Mimika, penyebab bunuh diri sering kali masih dikaitkan dengan masalah pribadi, hubungan asmara dan tekanan hidup.
Terbaru, peristiwa gantung diri terjadi di area belakang Sekolah Kalam Kudus Timika, Kelurahan Mawokau Jaya, Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, pada Kamis 2 April 2026 pagi.
Korban yang diperkirakan masih berusia remaja memutuskan mengakhiri hidupnya dengan melilit seutas tali di lehernya dan kemudian diikatkan di batang pohon.
Posisi kaki korban yang masih menyentuh tanah memunculkan dugaan kuat bahwa kejadian tersebut merupakan kasus bunuh diri.
Aparat kepolisian dari Polsek Mimika Baru bersama tim Inafis Polres Mimika langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan warga.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta penanganan awal.
Kapolsek Mimika Baru, AKP Mattinetta, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Betul, anggota sudah merespons kejadian itu,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.
Hingga saat ini, motif di balik dugaan bunuh diri tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Mimika untuk proses penanganan lebih lanjut. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










