ADVERTISEMENT
Selasa, Juni 9, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

“Apabila setelah lulus mereka terpanggil dan menjadi imam, itu adalah panggilan Tuhan. Tapi kalau tidak, itulah jalan hidupnya. Namun mereka telah memiliki bekal di tiga tahun ini, untuk kehidupan yang lebih baik”.

19 Mei 2026
0
Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

Tim YPMAK bersama para calon Imam asal Amungme dan Kamoro di Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Lokon, Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa 2 Juli 2025 lalu.

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id-Sebanyak 13 putra asli Papua, berasal dari suku Amungme dan Suku Kamoro, saat ini sedang menjalani pendidikan calon imam Katolik di Seminari Menengah Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara.

Belasan putra Amungme dan Kamoro ini merupakan peserta program beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) Institusi Pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI).

ADVERTISEMENT

Sebelum dikirim ke Seminari Tomohon, mereka dipersiapkan oleh YPMAK. Selanjutnya secara regular sejak tahun 2022, anak-anak ini menempuh pendidikan selama empat tahun.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Baca Juga

Pemindahan Tersangka OPM Junis Murib ke Timika Dikawal Ketat Satgas Korpasgat

Provinsi Papua Tengah Tercatat Inflasi Tertinggi Sebesar 0,52 Persen

Untuk tiga tahun pertama mengikuti pendidikan formal setara SLTA, satu tahun sisa-nya mengikuti kelas pembekalan atau persiapan studi tingkat lanjutan atau dinamakan kelas persiapan atas.

Adapun 13 putra terbaik ini telah menjalani studi di Seminari Tomohon, terhitung 2022, 2023 sampai sekarang.

Untuk melihat langsung perkembangan pendidikan anak-anak tersebut, Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka pada Selasa 2 Juli 2025 lalu telah melakukan kunjungan ke sekolah tersebut.

Tim YPMAK bersama Rektor dan Jajaran penanggung jawab, Seminari Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon

Rektor SMA Seminari Menengah Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Pastor Albertus Imbar Pr, kepada Ketua Pengurus YPMAK, menjelaskan anak-anak yang bersekolah di tempat itu, memang dikhususkan untuk didik menjadi calon Imam Katolik.

Namun kalau kedepan-nya, pilihan anak-anak tidak melanjutkan di Seminari, maka mereka diberikan kebebasan untuk melanjutkan studi ke sekolah lain.

“Awalnya, kami menerima 26 orang anak, tapi dikemudian hari ada yang mundur atau keluar, karena masalah kesehatan atau ketidak-mampuan dalam studi,” papar Pastor Albertus saat pertemuan dengan Tim Monev YPMAK.

Sejumlah calon imam Katolik asal suku Amungme dan suku Kamoro di Seminari Menengah Santo Fransiskus Xaverirus Kakaskasen, Tomohon

Dikatakan, saat ini ada satu pelajar asal Suku Amungme sedang menjalani tingkat empat yaitu persiapan untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Hati Kudus Pineleng Manado.

Pastor Albertus menuturkan, selama mengikuti pendidikan di Seminari, calon-calon Imam dididik dan dikembangkan menjadi kepribadian yang unggul dan memiliki daya juang tinggi.

Ini bertujuan agar mereka menjadi Imam yang saleh dan kudus. Dan selama bersekolah di tempat itu, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk belajar beberapa bahasa.

Di antaranya Bahasa Latin, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang hingga Bahasa Indonesia.

“Bahasa Latin sebagai ibu dari semua bahasa, kalau sudah mengusai bahasa Latin maka dengan mudah mereka dapat menguasai Bahasa Inggris,” kata Pastor Albertus.

“Kami bangga, ada calon-calon imam peserta beasiswa YPMAK karena dari Mimika ada yang akan menjadi Imam Katolik,” ucapnya.

Pengarahan oleh Ketua Pengurus YPMAK Dr. Loenardus Tumuka (berdiri) dan Wakil Ketua Pengurus YPMAK bidang Monitoring & Evaluasi Haojte Watori (duduk kemeja hijau) kepada calon imam Katolik asal suku Amungme dan suku Kamoro di Seminari Menengah Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon

Pastor Albertus menambahkan, sistem pembelajaran di seminari yang dipimpinnya, memberlakukan dua kurikulum berbeda.

Yakni Kurikulum Merdeka yang merupakan ketentuan Kementerian Pendidikan RI (tingkat SLTA), dan kurikulum khusus yang berlaku di seminari.

Kurikulum khusus ini bertujuan agar anak-anak memahami tugas pastoral, seperti bagaimana melayani umat serta kehidupan berkomunitas.

“Kami tidak memaksakan, apabila setelah lulus mereka terpanggil dan menjadi imam, itu adalah panggilan Tuhan. Tapi kalau tidak, itulah jalan hidupnya. Namun mereka telah memiliki bekal di tiga tahun ini, untuk kehidupan yang lebih baik,” papar Pastor Albertus.

Kepada Ketua Pengurus dan Tim Movev YPMAK, Pastor Albertus juga menyampaikan sekilas histori Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen yang saat ini masih menjadi tempat belajar 159 peserta didik.

Seminari ini pertama kali berdiri 1928 di Woloan, lalu pada tahun 1936 berpindah di Kakaskasen.

Selain karena alasan historis, nama Fransiskus Xaverius diambil sebagai pelindung Seminari karena Fransiskus Xaverius adalah Rasul Indonesia, pelindung karya misi.

Pada 19 April 1992, karya misi di Sulawesi Utara di serahterimakan dari Tarekat Yesuit kepada Tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC), di mana saat itu terdapat enam Imam Yesuit diganti oleh enam Imam MSC.

Pastor Hendricus Croonen, satu dari enam Imam MSC, kemudian menjadi pendorong dan pendiri Seminari Menengah Keuskupan Manado.

Sebagai lembaga pembinaan, Seminari Menengah ini memiliki visi mempersiapkan calon-calon imam yang semakin dewasa, seimbang dan integratif dalam kesehatan dan kekudusan, ilmu pengetahuan dan amor pastoralis serta tahan uji dalam menghadapi berbagai tuntutan perubahan zaman.

Sedangkan, misinya menciptakan iklim formasi yang kondusif bagi para seminaris melalui pembinaan rohani yang terarah, pengembangan kedisiplinan yang tegas serta pendidikan dan latihan yang terkoordinasi serta terintegrasi di sekolah maupun asrama. (*)

Penulis: Yerimias

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pemindahan Tersangka OPM Junis Murib ke Timika Dikawal Ketat Satgas Korpasgat

Pemindahan Tersangka OPM Junis Murib ke Timika Dikawal Ketat Satgas Korpasgat

8 Juni 2026
Provinsi Papua Tengah Tercatat Inflasi Tertinggi Sebesar 0,52 Persen

Provinsi Papua Tengah Tercatat Inflasi Tertinggi Sebesar 0,52 Persen

8 Juni 2026
Kejari Mimika Dalami Dugaan Korupsi Proyek Tujuh Rumah, Dua ASN Sudah Diperiksa

Kejari Mimika Dalami Dugaan Korupsi Proyek Tujuh Rumah, Dua ASN Sudah Diperiksa

8 Juni 2026
Lemasa Ajak Dialog Selesaikan Polemik Pengelolaan Besi Bekas Freeport

Lemasa Ajak Dialog Selesaikan Polemik Pengelolaan Besi Bekas Freeport

8 Juni 2026
Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

8 Juni 2026
Bupati Mimika Terima Laporan Oknum Pejabat Mabuk Miras di Kantor, Mengulangi Lagi Dicopot

Bupati Mimika Terima Laporan Oknum Pejabat Mabuk Miras di Kantor, Mengulangi Lagi Dicopot

8 Juni 2026

POPULER

  • Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • PPDB 2026 Wajib Melalui Empat Jalur, Kadisdik Mimika Ingatkan Tidak Boleh Terima Titipan Pejabat

    593 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Freeport Kelola Tailing Bernilai Guna, Anggaran Tembus Rp200–300 Juta Dolar per Tahun

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Skandal Lahan Rp22,5 Miliar di Mimika, Penetapan Tersangka Tinggal Menunggu Waktu

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    849 shares
    Bagikan 340 Tweet 212
  • Prihatin! Satu Siswa SMP di Kota Timika Positif Narkotika

    572 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Kejari Mimika Dalami Dugaan Korupsi Proyek Tujuh Rumah, Dua ASN Sudah Diperiksa

    509 shares
    Bagikan 204 Tweet 127
Next Post
Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

Kapolda Papua Tengah Berkunjung ke TK Kemala Bhayangkari Mimika, Tekankan Kualitas Guru

Wakil Ketua Lemasko Hadiri Pembukaan Pleno XIX Dewan Adat Papua di Teluk Wondama

Wakil Ketua Lemasko Hadiri Pembukaan Pleno XIX Dewan Adat Papua di Teluk Wondama

Tokoh Masyarakat Kadun Jaya Minta Pemkab Mimika Tindaklanjuti Rencana Pemekaran Kampung

Tokoh Masyarakat Kadun Jaya Minta Pemkab Mimika Tindaklanjuti Rencana Pemekaran Kampung

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id