ADVERTISEMENT
Selasa, Oktober 6, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

“Apabila setelah lulus mereka terpanggil dan menjadi imam, itu adalah panggilan Tuhan. Tapi kalau tidak, itulah jalan hidupnya. Namun mereka telah memiliki bekal di tiga tahun ini, untuk kehidupan yang lebih baik”.

19 Mei 2026
0
Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

Tim YPMAK bersama para calon Imam asal Amungme dan Kamoro di Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Lokon, Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa 2 Juli 2025 lalu.

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id-Sebanyak 13 putra asli Papua, berasal dari suku Amungme dan Suku Kamoro, saat ini sedang menjalani pendidikan calon imam Katolik di Seminari Menengah Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara.

Belasan putra Amungme dan Kamoro ini merupakan peserta program beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) Institusi Pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Sebelum dikirim ke Seminari Tomohon, mereka dipersiapkan oleh YPMAK. Selanjutnya secara regular sejak tahun 2022, anak-anak ini menempuh pendidikan selama empat tahun.

Baca Juga

Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

Pemkab Mimika Siapkan Pemuda Jadi Pemimpin, Tak Boleh Hanya Jadi Penonton Pembangunan

Untuk tiga tahun pertama mengikuti pendidikan formal setara SLTA, satu tahun sisa-nya mengikuti kelas pembekalan atau persiapan studi tingkat lanjutan atau dinamakan kelas persiapan atas.

Adapun 13 putra terbaik ini telah menjalani studi di Seminari Tomohon, terhitung 2022, 2023 sampai sekarang.

Untuk melihat langsung perkembangan pendidikan anak-anak tersebut, Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka pada Selasa 2 Juli 2025 lalu telah melakukan kunjungan ke sekolah tersebut.

Tim YPMAK bersama Rektor dan Jajaran penanggung jawab, Seminari Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon

Rektor SMA Seminari Menengah Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Pastor Albertus Imbar Pr, kepada Ketua Pengurus YPMAK, menjelaskan anak-anak yang bersekolah di tempat itu, memang dikhususkan untuk didik menjadi calon Imam Katolik.

Namun kalau kedepan-nya, pilihan anak-anak tidak melanjutkan di Seminari, maka mereka diberikan kebebasan untuk melanjutkan studi ke sekolah lain.

“Awalnya, kami menerima 26 orang anak, tapi dikemudian hari ada yang mundur atau keluar, karena masalah kesehatan atau ketidak-mampuan dalam studi,” papar Pastor Albertus saat pertemuan dengan Tim Monev YPMAK.

Sejumlah calon imam Katolik asal suku Amungme dan suku Kamoro di Seminari Menengah Santo Fransiskus Xaverirus Kakaskasen, Tomohon

Dikatakan, saat ini ada satu pelajar asal Suku Amungme sedang menjalani tingkat empat yaitu persiapan untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Hati Kudus Pineleng Manado.

Pastor Albertus menuturkan, selama mengikuti pendidikan di Seminari, calon-calon Imam dididik dan dikembangkan menjadi kepribadian yang unggul dan memiliki daya juang tinggi.

Ini bertujuan agar mereka menjadi Imam yang saleh dan kudus. Dan selama bersekolah di tempat itu, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk belajar beberapa bahasa.

Di antaranya Bahasa Latin, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang hingga Bahasa Indonesia.

“Bahasa Latin sebagai ibu dari semua bahasa, kalau sudah mengusai bahasa Latin maka dengan mudah mereka dapat menguasai Bahasa Inggris,” kata Pastor Albertus.

“Kami bangga, ada calon-calon imam peserta beasiswa YPMAK karena dari Mimika ada yang akan menjadi Imam Katolik,” ucapnya.

Pengarahan oleh Ketua Pengurus YPMAK Dr. Loenardus Tumuka (berdiri) dan Wakil Ketua Pengurus YPMAK bidang Monitoring & Evaluasi Haojte Watori (duduk kemeja hijau) kepada calon imam Katolik asal suku Amungme dan suku Kamoro di Seminari Menengah Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon

Pastor Albertus menambahkan, sistem pembelajaran di seminari yang dipimpinnya, memberlakukan dua kurikulum berbeda.

Yakni Kurikulum Merdeka yang merupakan ketentuan Kementerian Pendidikan RI (tingkat SLTA), dan kurikulum khusus yang berlaku di seminari.

Kurikulum khusus ini bertujuan agar anak-anak memahami tugas pastoral, seperti bagaimana melayani umat serta kehidupan berkomunitas.

“Kami tidak memaksakan, apabila setelah lulus mereka terpanggil dan menjadi imam, itu adalah panggilan Tuhan. Tapi kalau tidak, itulah jalan hidupnya. Namun mereka telah memiliki bekal di tiga tahun ini, untuk kehidupan yang lebih baik,” papar Pastor Albertus.

Kepada Ketua Pengurus dan Tim Movev YPMAK, Pastor Albertus juga menyampaikan sekilas histori Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen yang saat ini masih menjadi tempat belajar 159 peserta didik.

Seminari ini pertama kali berdiri 1928 di Woloan, lalu pada tahun 1936 berpindah di Kakaskasen.

Selain karena alasan historis, nama Fransiskus Xaverius diambil sebagai pelindung Seminari karena Fransiskus Xaverius adalah Rasul Indonesia, pelindung karya misi.

Pada 19 April 1992, karya misi di Sulawesi Utara di serahterimakan dari Tarekat Yesuit kepada Tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC), di mana saat itu terdapat enam Imam Yesuit diganti oleh enam Imam MSC.

Pastor Hendricus Croonen, satu dari enam Imam MSC, kemudian menjadi pendorong dan pendiri Seminari Menengah Keuskupan Manado.

Sebagai lembaga pembinaan, Seminari Menengah ini memiliki visi mempersiapkan calon-calon imam yang semakin dewasa, seimbang dan integratif dalam kesehatan dan kekudusan, ilmu pengetahuan dan amor pastoralis serta tahan uji dalam menghadapi berbagai tuntutan perubahan zaman.

Sedangkan, misinya menciptakan iklim formasi yang kondusif bagi para seminaris melalui pembinaan rohani yang terarah, pengembangan kedisiplinan yang tegas serta pendidikan dan latihan yang terkoordinasi serta terintegrasi di sekolah maupun asrama. (*)

Penulis: Yerimias

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Gereja Santo Fransiskus Asisi SP2 Tomage Diberkati, Umat Fakfak Diminta Rawat Satu Tungku Tiga Batu

Gereja Santo Fransiskus Asisi SP2 Tomage Diberkati, Umat Fakfak Diminta Rawat Satu Tungku Tiga Batu

5 Oktober 2026
Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

5 Oktober 2026
Pemkab Mimika Siapkan Pemuda Jadi Pemimpin, Tak Boleh Hanya Jadi Penonton Pembangunan

Pemkab Mimika Siapkan Pemuda Jadi Pemimpin, Tak Boleh Hanya Jadi Penonton Pembangunan

5 Oktober 2026
Cerita, Tarian hingga Kuliner Amungme-Kamoro Ramaikan Festival Budaya Mimika

Cerita, Tarian hingga Kuliner Amungme-Kamoro Ramaikan Festival Budaya Mimika

5 Oktober 2026
29 Sekolah Dilibatkan, Mimika Siapkan Generasi Muda Jadi Penjaga Budaya Amungme-Kamoro

29 Sekolah Dilibatkan, Mimika Siapkan Generasi Muda Jadi Penjaga Budaya Amungme-Kamoro

5 Oktober 2026
Keributan Pelajar Berujung Bentrokan Warga Dua Kampung di Mimika Timur Jauh

Keributan Pelajar Berujung Bentrokan Warga Dua Kampung di Mimika Timur Jauh

5 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    597 shares
    Bagikan 239 Tweet 149
  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    582 shares
    Bagikan 233 Tweet 146
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Dalam Honda Brio di Kuala Kencana

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

Kapolda Papua Tengah Berkunjung ke TK Kemala Bhayangkari Mimika, Tekankan Kualitas Guru

Wakil Ketua Lemasko Hadiri Pembukaan Pleno XIX Dewan Adat Papua di Teluk Wondama

Wakil Ketua Lemasko Hadiri Pembukaan Pleno XIX Dewan Adat Papua di Teluk Wondama

Tokoh Masyarakat Kadun Jaya Minta Pemkab Mimika Tindaklanjuti Rencana Pemekaran Kampung

Tokoh Masyarakat Kadun Jaya Minta Pemkab Mimika Tindaklanjuti Rencana Pemekaran Kampung

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id