TIMIKA, Koranpapua.id– Jenazah korban pembunuhan, Junius Magai, akhirnya dikremasi oleh pihak keluarga secara adat pada Rabu, 1 April 2026 petang.
Prosesi kremasi berlangsung di Kampung Meekurima, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sekitar pukul 18.15 WIT.
Lokasi pembakaran berada di dekat rumah duka, tepatnya di perempatan kios panjang di depan lapangan Pasar Kwamki.

Sebelum proses kremasi dilakukan, situasi di wilayah Kampung Amole sempat memanas. Hal ini dipicu oleh rencana awal kremasi yang akan dilaksanakan di kampung tersebut.
Aparat keamanan kemudian membubarkan sekelompok massa yang diduga melakukan penyerangan menggunakan anak panah.
Ketegangan pun tak terhindarkan dan sempat memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.
Meski sempat terjadi insiden, pihak keluarga tetap melanjutkan prosesi pembakaran jenazah secara adat hingga selesai.
Dalam kesempatan itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, menyampaikan imbauan tegas kepada keluarga dan masyarakat agar tidak terprovokasi untuk melakukan aksi balas dendam atau perang suku.
Ia menegaskan bahwa pemerintah bersama aparat keamanan tidak akan memberikan ruang bagi terjadinya konflik horizontal.
“Tidak ada perang. Tidak ada izin untuk perang suku. Siapa pun yang melakukan kejahatan akan diproses sesuai hukum,” tegas Nenu di hadapan aparat keamanan dan keluarga korban.
Nenu juga meminta keluarga korban untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum, termasuk dalam mengungkap pelaku pembunuhan.

Menurutnya, setiap tindakan kriminal memiliki konsekuensi hukum yang jelas, mulai dari hukuman penjara hingga seumur hidup, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Silakan laporkan kepada pihak kepolisian. Kami akan kejar pelaku dan proses sesuai hukum. Itu yang ada, bukan perang,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Timika dan sekitarnya, serta mencegah munculnya korban baru akibat konflik.
Namun, tak lama setelah arahan tersebut disampaikan, situasi kembali memanas akibat keributan yang terjadi di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih bersiaga untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







