ADVERTISEMENT
Sabtu, Maret 28, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Belajar Otodidak dari YouTube, Petani Muda Mimika Kini Menikmati Hasil

Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada petani, khususnya terkait ketersediaan pupuk subsidi yang masih sulit diakses.

28 Maret 2026
0
Belajar Otodidak dari YouTube, Petani Muda Mimika Kini Menikmati Hasil

Mas Rotama (31), petani muda asal Kampung SP5 Limau Asri Timur, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Di tengah tantangan sektor pertanian, kisah Mas Rotama (31), petani muda asal Kampung SP5 Limau Asri Timur, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, ini menjadi inspirasi.

Berbekal pengalaman dari keluarga dan pembelajaran mandiri melalui YouTube, ia berhasil mengembangkan usaha tani dari nol hingga mampu menembus pasar luar daerah.

ADVERTISEMENT

Lahir dari keluarga petani, Rotama sudah akrab dengan kehidupan di ladang sejak kecil.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Setelah lulus SMA pada 2012, ia sempat membantu orang tuanya bertani selama sekitar satu tahun.

Baca Juga

Terakhir Kali AKBP Mardi Marpaung Pimpin Apel di Mapolres Puncak

Pelaku Memaksa Melakukan Intim di Lorong Toko dan Merampas Uang Korban Rp200 Ribu

Dari pengalaman tersebut, muncul keberanian untuk membuka lahan sendiri.

“Awalnya cuma coba-coba, bantu orang tua. Lama-lama jadi suka,” ujarnya saat ditemui di gubuk dekat lahannya, Sabtu 28 Maret 2026.

Ia memulai usahanya di wilayah SP6, Distrik Iwaka, dengan menanam tomat buah.

Seiring waktu, Rotama mengembangkan komoditas lain seperti semangka yang sempat menjadi andalan.

Ketekunannya terus berlanjut, bahkan setelah ia menikah di usia 23 tahun.

Dalam membangun usaha, Rotama dan istrinya berbagi peran. Ia fokus mengelola lahan, sementara sang istri membantu memasarkan hasil panen ke pasar.

Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam menopang ekonomi keluarga.

Namun, perjalanan sebagai petani tidak selalu berjalan mulus.

Rotama mengaku kerap menghadapi tekanan harga akibat masuknya produk pertanian dari luar daerah. Selain itu, faktor cuaca juga menjadi tantangan besar.

Ia pernah mengalami kerugian besar saat banjir datang tepat menjelang panen semangka pada akhir tahun 2025.

Saat itu, ia bersama sejumlah petani muda di SP5 yang tergabung dalam satu kelompok tengah bersiap panen.

“Sudah tinggal panen, tapi banjir datang dan hampir semua habis. Dari perkiraan hasil panen sekitar 4 ton, hanya sisa 1,5 ton” kenangnya.

Lahan cabai milik Mas Rotama petani muda asal Kampung SP5 Limau Asri, Kabupaten Mimika.

Meski begitu, Rotama memilih untuk bangkit. Ia kini fokus mengembangkan tanaman cabai yang dinilai lebih menjanjikan.

Dengan pengelolaan yang konsisten, ia mampu melakukan panen berkali-kali dalam satu siklus tanam.

Hasil panennya tidak hanya dipasarkan di Pasar Sentral Timika, tetapi juga dikirim ke daerah lain seperti Asmat.

Hal ini membantu memperluas pasar sekaligus menjaga stabilitas penjualan.

Menariknya, Rotama juga aktif memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengetahuan bertani.

Ia belajar secara mandiri melalui internet, terutama dari YouTube, untuk memahami teknik pengendalian hama dan pengelolaan tanah.

“Walaupun kondisi tanah berbeda, banyak ilmu yang bisa dipelajari dari internet,” katanya.

Dari hasil kerja kerasnya, Rotama kini mampu memenuhi kebutuhan keluarga, membeli lahan, hingga mempekerjakan orang lain.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan membaca pasar dan mengelola modal dalam usaha pertanian.

Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada petani, khususnya terkait ketersediaan pupuk subsidi yang masih sulit diakses.

“Bukan soal mahal, tapi kadang pupuknya susah didapat,” ujarnya.

Di akhir perbincangan, Rotama berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu terjun ke dunia pertanian.

“Jangan gengsi jadi petani. Yang penting bisa menghasilkan. Kalau sudah mulai, harus serius dan jangan cepat menyerah,” tuturnya.

Baginya, bertani bukan sekadar pekerjaan, melainkan jalan hidup yang memberikan kebebasan, kedekatan dengan keluarga, serta kepuasan dari hasil kerja sendiri. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Terakhir Kali AKBP Mardi Marpaung Pimpin Apel di Mapolres Puncak

Terakhir Kali AKBP Mardi Marpaung Pimpin Apel di Mapolres Puncak

28 Maret 2026
Pelaku Memaksa Melakukan Intim di Lorong Toko dan Merampas Uang Korban Rp200 Ribu

Pelaku Memaksa Melakukan Intim di Lorong Toko dan Merampas Uang Korban Rp200 Ribu

28 Maret 2026
Belajar Otodidak dari YouTube, Petani Muda Mimika Kini Menikmati Hasil

Belajar Otodidak dari YouTube, Petani Muda Mimika Kini Menikmati Hasil

28 Maret 2026
Pemprov Papua Tengah Siap Jalankan Kebijakan WFH ASN, Sekda Silwanus: Menunggu Petunjuk Pusat

Pemprov Papua Tengah Siap Jalankan Kebijakan WFH ASN, Sekda Silwanus: Menunggu Petunjuk Pusat

28 Maret 2026
Empat Pelaku Jaringan Amunisi Ilegal Afiliasi KKB Diringkus

Empat Pelaku Jaringan Amunisi Ilegal Afiliasi KKB Diringkus

28 Maret 2026
KM Mekar Alam B Bermuatan 26 Penumpang Terbakar di Laut Arafura

KM Mekar Alam B Bermuatan 26 Penumpang Terbakar di Laut Arafura

28 Maret 2026

POPULER

  • Usai Kontak Tembak dengan OPM di Kampung Topo Nabire, TNI Berhasil Sita Senjata dan Amunisi

    Usai Kontak Tembak dengan OPM di Kampung Topo Nabire, TNI Berhasil Sita Senjata dan Amunisi

    696 shares
    Bagikan 278 Tweet 174
  • Sepak Terjangnya Terhenti, Polisi Bekuk Pelaku Pelecehan dan Jambret di Timika, Mengaku 16 Kali Lakukan Aksi

    633 shares
    Bagikan 253 Tweet 158
  • Soal Transparansi Dana Otsus: Anggota DPD RI PFM Minta Kejagung Periksa Ketua MRP Se-Papua Raya

    606 shares
    Bagikan 242 Tweet 152
  • Satu Tahun Kepemimpinan: Tim Pemenang Tagih Realisasi Janji Bupati Mimika, Gerry: Wujudkan Kunjungan Langsung ke Posko

    599 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • SMP YPJ Kuala Kencana Gelar Pasar Kreatif, Bekali Siswa Jiwa Wirausaha Sejak Dini

    568 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • Dua Prajurit yang Gugur di Maybrat Berasal dari Satuan Berbeda, Ini Identitasnya

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah Minta Freeport Tidak Kurangi Setoran ke Daerah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
Next Post
Pelaku Memaksa Melakukan Intim di Lorong Toko dan Merampas Uang Korban Rp200 Ribu

Pelaku Memaksa Melakukan Intim di Lorong Toko dan Merampas Uang Korban Rp200 Ribu

Terakhir Kali AKBP Mardi Marpaung Pimpin Apel di Mapolres Puncak

Terakhir Kali AKBP Mardi Marpaung Pimpin Apel di Mapolres Puncak

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id