ADVERTISEMENT
Sabtu, Juni 27, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Belajar Otodidak dari YouTube, Petani Muda Mimika Kini Menikmati Hasil

Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada petani, khususnya terkait ketersediaan pupuk subsidi yang masih sulit diakses.

28 Maret 2026
0
Belajar Otodidak dari YouTube, Petani Muda Mimika Kini Menikmati Hasil

Mas Rotama (31), petani muda asal Kampung SP5 Limau Asri Timur, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Di tengah tantangan sektor pertanian, kisah Mas Rotama (31), petani muda asal Kampung SP5 Limau Asri Timur, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, ini menjadi inspirasi.

Berbekal pengalaman dari keluarga dan pembelajaran mandiri melalui YouTube, ia berhasil mengembangkan usaha tani dari nol hingga mampu menembus pasar luar daerah.

ADVERTISEMENT

Lahir dari keluarga petani, Rotama sudah akrab dengan kehidupan di ladang sejak kecil.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Setelah lulus SMA pada 2012, ia sempat membantu orang tuanya bertani selama sekitar satu tahun.

Baca Juga

Jumat Berkah di Enarotali: Perkokoh Persaudaraan Satgas Pasgat dengan Rakyat

Empat Nelayan Dilaporkan Hilang Kontak di Perairan Mimika

Dari pengalaman tersebut, muncul keberanian untuk membuka lahan sendiri.

“Awalnya cuma coba-coba, bantu orang tua. Lama-lama jadi suka,” ujarnya saat ditemui di gubuk dekat lahannya, Sabtu 28 Maret 2026.

Ia memulai usahanya di wilayah SP6, Distrik Iwaka, dengan menanam tomat buah.

Seiring waktu, Rotama mengembangkan komoditas lain seperti semangka yang sempat menjadi andalan.

Ketekunannya terus berlanjut, bahkan setelah ia menikah di usia 23 tahun.

Dalam membangun usaha, Rotama dan istrinya berbagi peran. Ia fokus mengelola lahan, sementara sang istri membantu memasarkan hasil panen ke pasar.

Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam menopang ekonomi keluarga.

Namun, perjalanan sebagai petani tidak selalu berjalan mulus.

Rotama mengaku kerap menghadapi tekanan harga akibat masuknya produk pertanian dari luar daerah. Selain itu, faktor cuaca juga menjadi tantangan besar.

Ia pernah mengalami kerugian besar saat banjir datang tepat menjelang panen semangka pada akhir tahun 2025.

Saat itu, ia bersama sejumlah petani muda di SP5 yang tergabung dalam satu kelompok tengah bersiap panen.

“Sudah tinggal panen, tapi banjir datang dan hampir semua habis. Dari perkiraan hasil panen sekitar 4 ton, hanya sisa 1,5 ton” kenangnya.

Lahan cabai milik Mas Rotama petani muda asal Kampung SP5 Limau Asri, Kabupaten Mimika.

Meski begitu, Rotama memilih untuk bangkit. Ia kini fokus mengembangkan tanaman cabai yang dinilai lebih menjanjikan.

Dengan pengelolaan yang konsisten, ia mampu melakukan panen berkali-kali dalam satu siklus tanam.

Hasil panennya tidak hanya dipasarkan di Pasar Sentral Timika, tetapi juga dikirim ke daerah lain seperti Asmat.

Hal ini membantu memperluas pasar sekaligus menjaga stabilitas penjualan.

Menariknya, Rotama juga aktif memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengetahuan bertani.

Ia belajar secara mandiri melalui internet, terutama dari YouTube, untuk memahami teknik pengendalian hama dan pengelolaan tanah.

“Walaupun kondisi tanah berbeda, banyak ilmu yang bisa dipelajari dari internet,” katanya.

Dari hasil kerja kerasnya, Rotama kini mampu memenuhi kebutuhan keluarga, membeli lahan, hingga mempekerjakan orang lain.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan membaca pasar dan mengelola modal dalam usaha pertanian.

Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada petani, khususnya terkait ketersediaan pupuk subsidi yang masih sulit diakses.

“Bukan soal mahal, tapi kadang pupuknya susah didapat,” ujarnya.

Di akhir perbincangan, Rotama berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu terjun ke dunia pertanian.

“Jangan gengsi jadi petani. Yang penting bisa menghasilkan. Kalau sudah mulai, harus serius dan jangan cepat menyerah,” tuturnya.

Baginya, bertani bukan sekadar pekerjaan, melainkan jalan hidup yang memberikan kebebasan, kedekatan dengan keluarga, serta kepuasan dari hasil kerja sendiri. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Jumat Berkah di Enarotali: Perkokoh Persaudaraan Satgas Pasgat dengan Rakyat

Jumat Berkah di Enarotali: Perkokoh Persaudaraan Satgas Pasgat dengan Rakyat

27 Juni 2026
Empat Nelayan Dilaporkan Hilang Kontak di Perairan Mimika

Empat Nelayan Dilaporkan Hilang Kontak di Perairan Mimika

27 Juni 2026
Tinjau Lapas Perempuan, Kakanwil Ditjenpas Papua Barat Pastikan Hak Dasar Warga Binaan Terpenuhi

Tinjau Lapas Perempuan, Kakanwil Ditjenpas Papua Barat Pastikan Hak Dasar Warga Binaan Terpenuhi

27 Juni 2026
Dampak Kenaikan BBM, Dinas PUPR Papua Diminta Segera Sesuaikan Harga Kontrak Proyek

Dampak Kenaikan BBM, Dinas PUPR Papua Diminta Segera Sesuaikan Harga Kontrak Proyek

27 Juni 2026
Polda Papua Ungkap Dua Kasus Dugaan Penimbunan BBM, Potensi Kerugian Negara Diprediksi Rp650 Juta

Polda Papua Ungkap Dua Kasus Dugaan Penimbunan BBM, Potensi Kerugian Negara Diprediksi Rp650 Juta

26 Juni 2026
Kembangkan Pangan Lokal, Mama-Mama Papua Dilatih Olah Sagu Menjadi Aneka Kue Bernilai Ekonomis

Kembangkan Pangan Lokal, Mama-Mama Papua Dilatih Olah Sagu Menjadi Aneka Kue Bernilai Ekonomis

26 Juni 2026

POPULER

  • SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

    SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

    690 shares
    Bagikan 276 Tweet 173
  • Jabatan Kapolres Mimika Dirotasi, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak Gantikan AKBP Billyandha

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Warga Flobamora di Nawaripi Panen Padi, Dukung Pengembangan Sektor Pertanian Mimika

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • “Kami Rindu UNCEN, Tapi Rektor Tolak Kami, Kembalikan Uang Saya Rp400 Ribu”

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Ledakan yang Tewaskan Tiga Warga Sipil, Koops TNI Habema Tegaskan Tidak Ada Patroli di Danggoa

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Patah Panah di Kwamki Narama, Dang dan Newegalen Akhiri Konflik Berdarah Setelah Korbankan 17 Jiwa

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
  • 160 ASN Pensiun di Tahun 2026, Pemkab Mimika Usulkan 274 Formasi CPNS

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Next Post
Pelaku Memaksa Melakukan Intim di Lorong Toko dan Merampas Uang Korban Rp200 Ribu

Pelaku Memaksa Melakukan Intim di Lorong Toko dan Merampas Uang Korban Rp200 Ribu

Terakhir Kali AKBP Mardi Marpaung Pimpin Apel di Mapolres Puncak

Terakhir Kali AKBP Mardi Marpaung Pimpin Apel di Mapolres Puncak

ASN Wajib Turun ke Pedalaman, Pemkab Mimika Naikkan Uang Perjalanan Dinas Rp3,5 Juta per Hari

ASN Wajib Turun ke Pedalaman, Pemkab Mimika Naikkan Uang Perjalanan Dinas Rp3,5 Juta per Hari

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id