TIMIKA, Koranpapua.id – Ratusan simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Mimika menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor DPRK Mimika, Sabtu (15/8/2026).
Mereka membawa tuntutan agar Papua ditetapkan sebagai Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan.
Massa yang dipimpin Ketua KNPB Mimika, Yanto Awerkion, tiba di Kantor DPRK Mimika dan mengawali aksi dengan ibadah.
Setelah itu, massa menyampaikan aspirasi terkait sejumlah persoalan di Papua, mulai dari militerisme, kemanusiaan hingga kondisi perekonomian.
Aksi kemudian diisi orasi politik dari Forum Independen Mahasiswa Papua (FIMP), Masyarakat Adat Independen Papua (MAIP) dan KNPB.
“Kami datang untuk melakukan aksi damai. Orang Papua mencintai damai. Kita bantu aparat keamanan agar aksi ini berjalan dengan damai,” kata Yanto di hadapan massa.
Dalam orasinya, Yanto menyoroti kondisi Papua sejak 1961 hingga saat ini yang menurutnya masih diwarnai berbagai persoalan, khususnya terkait militerisme dan kemanusiaan.
“Sebagai orang punya tanah ini, kami hadir untuk menyampaikan isi hati orang Papua. Sampai saat ini masyarakat Papua sedang tidak baik-baik saja. Kita akan terus lawan ketidakadilan di atas tanah Papua,” tegasnya.
Aspirasi Diterima DPRK Mimika
Aksi tersebut diterima langsung Ketua DPRK Mimika Primus Natikaperayau, Wakil Ketua I Asri Akaz, Wakil Ketua III serta anggota DPRK Mimika Desi Putrika.
Primus menyampaikan apresiasi kepada massa karena menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.
Ia memastikan pernyataan sikap yang diserahkan massa akan diteruskan kepada pemerintah di tingkat lebih tinggi sesuai mekanisme yang berlaku.
“Terima kasih sudah datang ke rumah rakyat ini dengan baik. Kami terima aspirasi dan akan kami teruskan ke tingkat yang lebih tinggi sesuai aturan,” ujar Primus.
Ia menegaskan DPRK Mimika tidak ingin aspirasi masyarakat yang telah disampaikan tersebut berhenti begitu saja.
“Kami tidak mau sia-siakan dan berdosa terhadap Tuhan dan tanah leluhur ini,” katanya.
Aksi ditutup dengan penyerahan pernyataan sikap KNPB kepada pimpinan DPRK Mimika. Setelah itu, massa membubarkan diri secara tertib.
Selama aksi berlangsung, situasi di sekitar Kantor DPRK Mimika terpantau aman dan kondusif. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







