TIMIKA, Koranpapua.id- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menyambut positif langkah Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) dalam mempersiapkan pengembangan budidaya kopi, termasuk rencana penyusunan Master Plan Business kopi di wilayah pegunungan.
Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah, Andrias Gobai S.Sos, MA., mengatakan, mendukung penuh program yang dilakukan YPMAK.
Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong pengembangan komoditas unggulan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyambut baik niat dan langkah positif YPMAK dalam mempersiapkan berbagai hal untuk mendukung dan mendorong pengembangan budidaya kopi, termasuk penyusunan Master Plan Business kopi di wilayah pegunungan,” ujarnya dalam keterangannya kepada Koranpapua.id, Sabtu 15 Agustus 2026.
Menurutnya, pengembangan kopi sejalan dengan visi besar Gubernur Papua Tengah dalam membumikan komoditas unggulan daerah seperti kopi, kakao, dan kelapa.
“Program ini memiliki nilaiekonomi yang lebih kuat dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Andrias dalam keterangannya kepada Koranpapua.id, Sabtu 15 Agustus 2026.
Pemprov Papua Tengah, kata dia, terbuka terhadap berbagai inisiatif yang mendorong pembangunan sektor perkebunan secara berkelanjutan.
“Kami mendukung penuh setiap inisiatif yang bertujuan membangun sektor perkebunan secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat” tegasnya.
Dukungan tersebut semakin diperkuat setelah Pemerintah Provinsi Papua Tengah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) dalam pengembangan komoditas kopi.
Kerja sama itu dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem kopi Papua Tengah, mulai dari pengembangan budidaya, peningkatan kapasitas petani, hingga membuka peluang pasar yang lebih luas.
Karena itu, Pemprov Papua Tengah menegaskan kesiapannya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan, lembaga, pelaku usaha maupun kelompok masyarakat yang memiliki komitmen terhadap kemajuan perkebunan di Papua Tengah.
“Karena itu, kami terbuka dan siap membangun kerja sama dengan semua pihak yang memiliki niat baik untuk memajukan perkebunan Papua Tengah,” katanya.
Ia berharap pengembangan kopi tidak berhenti pada aspek budidaya, tetapi dapat dibangun menjadi sebuah rantai bisnis yang berkelanjutan.
Dengan demikian masyarakat di wilayah pegunungan tidak hanya menjadi penghasil bahan baku, tetapi juga mendapatkan nilai tambah dari komoditas kopi yang mereka hasilkan.
“Mari kita bangun kopi Papua Tengah bersama” pungkasnya. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru










