ADVERTISEMENT
Rabu, Mei 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Belajar Otodidak dari YouTube, Petani Muda Mimika Kini Menikmati Hasil

Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada petani, khususnya terkait ketersediaan pupuk subsidi yang masih sulit diakses.

28 Maret 2026
0
Belajar Otodidak dari YouTube, Petani Muda Mimika Kini Menikmati Hasil

Mas Rotama (31), petani muda asal Kampung SP5 Limau Asri Timur, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Di tengah tantangan sektor pertanian, kisah Mas Rotama (31), petani muda asal Kampung SP5 Limau Asri Timur, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, ini menjadi inspirasi.

Berbekal pengalaman dari keluarga dan pembelajaran mandiri melalui YouTube, ia berhasil mengembangkan usaha tani dari nol hingga mampu menembus pasar luar daerah.

ADVERTISEMENT

Lahir dari keluarga petani, Rotama sudah akrab dengan kehidupan di ladang sejak kecil.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Setelah lulus SMA pada 2012, ia sempat membantu orang tuanya bertani selama sekitar satu tahun.

Baca Juga

27 Tim SMA/SMK di Mimika Berlaga di Turnamen Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup II

Delapan Pemuda Suku Kamoro Lulus IPN, Siap Kerja di Industri Perhotelan

Dari pengalaman tersebut, muncul keberanian untuk membuka lahan sendiri.

“Awalnya cuma coba-coba, bantu orang tua. Lama-lama jadi suka,” ujarnya saat ditemui di gubuk dekat lahannya, Sabtu 28 Maret 2026.

Ia memulai usahanya di wilayah SP6, Distrik Iwaka, dengan menanam tomat buah.

Seiring waktu, Rotama mengembangkan komoditas lain seperti semangka yang sempat menjadi andalan.

Ketekunannya terus berlanjut, bahkan setelah ia menikah di usia 23 tahun.

Dalam membangun usaha, Rotama dan istrinya berbagi peran. Ia fokus mengelola lahan, sementara sang istri membantu memasarkan hasil panen ke pasar.

Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam menopang ekonomi keluarga.

Namun, perjalanan sebagai petani tidak selalu berjalan mulus.

Rotama mengaku kerap menghadapi tekanan harga akibat masuknya produk pertanian dari luar daerah. Selain itu, faktor cuaca juga menjadi tantangan besar.

Ia pernah mengalami kerugian besar saat banjir datang tepat menjelang panen semangka pada akhir tahun 2025.

Saat itu, ia bersama sejumlah petani muda di SP5 yang tergabung dalam satu kelompok tengah bersiap panen.

“Sudah tinggal panen, tapi banjir datang dan hampir semua habis. Dari perkiraan hasil panen sekitar 4 ton, hanya sisa 1,5 ton” kenangnya.

Lahan cabai milik Mas Rotama petani muda asal Kampung SP5 Limau Asri, Kabupaten Mimika.

Meski begitu, Rotama memilih untuk bangkit. Ia kini fokus mengembangkan tanaman cabai yang dinilai lebih menjanjikan.

Dengan pengelolaan yang konsisten, ia mampu melakukan panen berkali-kali dalam satu siklus tanam.

Hasil panennya tidak hanya dipasarkan di Pasar Sentral Timika, tetapi juga dikirim ke daerah lain seperti Asmat.

Hal ini membantu memperluas pasar sekaligus menjaga stabilitas penjualan.

Menariknya, Rotama juga aktif memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengetahuan bertani.

Ia belajar secara mandiri melalui internet, terutama dari YouTube, untuk memahami teknik pengendalian hama dan pengelolaan tanah.

“Walaupun kondisi tanah berbeda, banyak ilmu yang bisa dipelajari dari internet,” katanya.

Dari hasil kerja kerasnya, Rotama kini mampu memenuhi kebutuhan keluarga, membeli lahan, hingga mempekerjakan orang lain.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan membaca pasar dan mengelola modal dalam usaha pertanian.

Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada petani, khususnya terkait ketersediaan pupuk subsidi yang masih sulit diakses.

“Bukan soal mahal, tapi kadang pupuknya susah didapat,” ujarnya.

Di akhir perbincangan, Rotama berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu terjun ke dunia pertanian.

“Jangan gengsi jadi petani. Yang penting bisa menghasilkan. Kalau sudah mulai, harus serius dan jangan cepat menyerah,” tuturnya.

Baginya, bertani bukan sekadar pekerjaan, melainkan jalan hidup yang memberikan kebebasan, kedekatan dengan keluarga, serta kepuasan dari hasil kerja sendiri. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Perdana di Papua, Maxim Bersama Pemprov PBD Gelar Kuis Cerdas Cermat Tingkat SMA/SMK se-Kota Sorong

Perdana di Papua, Maxim Bersama Pemprov PBD Gelar Kuis Cerdas Cermat Tingkat SMA/SMK se-Kota Sorong

12 Mei 2026
27 Tim SMA/SMK di Mimika Berlaga di Turnamen Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup II

27 Tim SMA/SMK di Mimika Berlaga di Turnamen Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup II

12 Mei 2026
Delapan Pemuda Suku Kamoro Lulus IPN, Siap Kerja di Industri Perhotelan

Delapan Pemuda Suku Kamoro Lulus IPN, Siap Kerja di Industri Perhotelan

12 Mei 2026
Kasus Dugaan Korupsi Rp28 Miliar di KPU Mimika, Polisi Kumpulkan Data Tambahan

Kasus Dugaan Korupsi Rp28 Miliar di KPU Mimika, Polisi Kumpulkan Data Tambahan

12 Mei 2026
Kerusuhan Usai Laga Persipura Vs Adhyaksa FC, Sembilan Orang Berpotensi Jadi Tersangka

Kerusuhan Usai Laga Persipura Vs Adhyaksa FC, Sembilan Orang Berpotensi Jadi Tersangka

12 Mei 2026
Polisi di Timika Lakukan Penyelidikan Misteri Kematian Pria di Bawah Truk

Polisi di Timika Lakukan Penyelidikan Misteri Kematian Pria di Bawah Truk

12 Mei 2026

POPULER

  • Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    945 shares
    Bagikan 378 Tweet 236
  • Panik Saat Belok, Pikap Angkut Puluhan Galon Terjun ke Parit di Timika

    682 shares
    Bagikan 273 Tweet 171
  • Enam Gubernur dan 42 Bupati se-Papua Raya Kumpul di Timika, Ini yang Dibahas

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Dugaan Korupsi Proyek Lahan Perkebunan Rp22,5 Miliar, Kejari Mimika Periksa Delapan Saksi

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Dana Desa 133 Kampung di Mimika Belum Cair, Bakri Athoriq: Tunggu Pengukuhan Kepala Kampung

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Anggota KKB Nopison Ditembak Mati, Ini Perjelasan Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Mimika Darurat Sopi: Bupati Johannes Rettob Minta Aparat Keamanan Tindak Tegas

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
Next Post
Pelaku Memaksa Melakukan Intim di Lorong Toko dan Merampas Uang Korban Rp200 Ribu

Pelaku Memaksa Melakukan Intim di Lorong Toko dan Merampas Uang Korban Rp200 Ribu

Terakhir Kali AKBP Mardi Marpaung Pimpin Apel di Mapolres Puncak

Terakhir Kali AKBP Mardi Marpaung Pimpin Apel di Mapolres Puncak

ASN Wajib Turun ke Pedalaman, Pemkab Mimika Naikkan Uang Perjalanan Dinas Rp3,5 Juta per Hari

ASN Wajib Turun ke Pedalaman, Pemkab Mimika Naikkan Uang Perjalanan Dinas Rp3,5 Juta per Hari

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id