TIMIKA, Koranpapua.id- Koops TNI terus melakukan operasi kemanusian di sejumlah wilayah di Tanah Papua.
Setelah berhasil menembak mati satu DPO KKB TPNPB-OPM atas nama Hurbertus Mirip di Nabire, Rabu 16 Maret 2026, kini Koops TNI kembali mengevakuasi warga terdampak gangguan keamanan.
Dalam operasi kemanusiaan di Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Koops TNI berhasil mengevakuasi 21 warga pengungsi dari Dusun Topo Kampung Ainesra.
Keberhasilan ini mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.
Melalui siaran pers yang diterima dari Dispenad, Sabtu 21 Maret 2026, para pengungsi sebelumnya bertahan di hutan perbatasan akibat gangguan keamanan oleh kelompok TPNPB-OPM.
Tim gabungan bergerak menuju lokasi dan mengevakuasi seluruh warga ke Pos Komando Taktis Koops TNI Papua dalam kondisi aman.
Setibanya di lokasi, para pengungsi menjalani pemeriksaan kesehatan serta pendataan identitas untuk memastikan kondisi dan kebutuhan mereka.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar, serta mencerminkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Kepala Penerangan Koops TNI Papua Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menegaskan bahwa TNI tidak akan memberi ruang bagi kelompok TPNPB-OPM di Papua.
“Ini demi menjaga kedaulatan dan keamanan masyarakat, dengan pendekatan tegas yang disertai upaya membangun stabilitas, kesejahteraan, dan kepercayaan Masyarakat,” ujarnya.
Untuk sementara waktu, para pengungsi ditempatkan di lokasi penampungan di wilayah Distrik Aifat, sambil menunggu proses koordinasi, terkait pemulangan ke daerah asal.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah lanjutan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembinaan, serta koordinasi lintas wilayah.
Ini bertujuan untuk memastikan proses pemulangan 21 warga berjalan aman, tertib, dan bermartabat.
“Keberhasilan operasi ini menegaskan komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus melindungi masyarakat,” pungkasnya. (Redaksi)







