OKSIBIL, Koranpapua.id- Kehadiran prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah pedalaman Papua rupanya tidak hanya fokus pada aspek pengamanan wilayah semata.
Seperti yang dilakukan prajurit Satgas Yon Parako 466 Pasgat. Melalui pendekatan humanis, para prajurit secara aktif turun langsung ke tengah-tengah warga.
Tidak saja untuk bersilahtuhmi, tetapi juga sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui pemenuhan layanan kesehatan.

Informasi yang diperoleh koranpapua.id, Senin 2 Maret 2026 menyebutkan, prajurit Yon Parako 466 melaksanakan kegiatan patroli kesehatan di sebuah perkampungan dalam wilayah Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Mereka langsung mendatangi rumah-rumah warga (door-to-door) dan memberikan pelayanan kesehatan, berupa pemeriksaan, pengobatan sekaligus sosialisasi hidup bersih.
“Inisiatif jemput bola ini disambut dengan antusias oleh penduduk setempat. Apalagi selama ini mereka sangat minim akses fasilitas kesehatan (Faskes),” ujar Danpos Korpasgat, Kapten Pas Achmad Rifai.
Kegiatan pengobatan gratis ini menyasar berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga warga Lanjut Usia (lansia).
Berbekal peralatan medis lapangan yang dibawa di dalam ransel taktis dan rompi tempur, tim kesehatan Satgas Yon Parako 466 Paskas, sigap dan ramah melayani keluhan warga.
Tak hanya melakukan pemeriksaan fisik dasar, prajurit TNI juga menyediakan obat-obatan, vitamin, dan suplemen sesuai dengan diagnosa keluhan yang dirasakan oleh warga.

Salah satu momen hangat terlihat ketika seorang prajurit memberikan penjelasan detail mengenai dosis dan cara meminum obat kepada seorang warga lanjut usia.
Komunikasi yang baik dan penuh kesabaran ini menunjukkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus terjalin erat.
Perhatian khusus juga diberikan kepada generasi penerus Papua. Tim kesehatan tidak luput memeriksa kondisi kesehatan anak-anak di kampung tersebut.
Mulai dari pengecekan kondisi mata, kebersihan fisik, hingga pemberian edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri.
Kehadiran sosok prajurit dengan seragam kamuflase lengkap dengan helm pelindung (kevlar) nyatanya tidak membuat anak-anak merasa takut.
Sebaliknya, pendekatan kebapakan yang ditunjukkan oleh para prajurit membuat anak-anak merasa nyaman saat diperiksa.
“Kegiatan patroli simpati dan pelayanan kesehatan keliling ini adalah wujud nyata bakti TNI untuk negeri. Kami menyadari betul bahwa kesehatan adalah modal utama bagi masyarakat untuk bisa beraktivitas,” ungkap Kapten Pas Achmad Rifai.
“Oleh karena itu, di sela-sela tugas pokok pengamanan, kami selalu menyempatkan diri untuk mengecek kondisi warga di wilayah binaan,” tambahnya.
Warga kampung Oksibil menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian prajurit TNI.
Kehadiran tim medis militer ini ibarat oase di tengah keterbatasan akses kesehatan di wilayah pedalaman.
Dengan kegiatan ini membuktikan bahwa TNI senantiasa hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat di garis terdepan Ibu Pertiwi. (Redaksi)







