MERAUKE, Koranpapua.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, Provinsi Papua Selatan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengirim putra dan putri Merauke melanjutkan pendidikan program kedokteran di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Seluruh biaya perkualiahan sampai selesai ditanggung Pemkab Merauke, dengan tujuan agar setelah menyelesaikan pendidikan dapat kembali mengabdi sebagai dokter di Merauke.
Namun dalam kenyataannya, mereka yang sudah menyandang gelar dokter lebih memilih untuk bekerja di luar Merauke dan Papua dari pada kembali mengabdi di daerah.
Keluhan dan rasa kecewa ini disampaikan Bupati Merauke, Yoseph Gebze di hadapan para lurah, RT dan RW di Distrik Merauke yang hadir dalam pertemuan di Auditorium Kantor Bupati Merauke, Rabu 25 Februari 2026.
Hal itu itu disampaikan Bupati Yoseph menjawab keluhan yang disampaikan dalam pertemuan itu, terkait pelayanan kesehatan dan kekurangan tenaga dokter di RSUD Merauke
”Banyak anak yang kita sekolahkan tetapi setelah lulus mereka lebih memilih bertugas di daerah lain,” sesal Bupati Yoseph.
Terkait kondisi itu, Bupati Yoseph berencana melakukan koordinasi dengan para orang tua yang pernah datang meminta supaya pemerintah daerah membiayai anak-anaknya kuliah kedokteran.
Dikatakan, perlu ada pertanggungjawaban sebab sebelumnya ada tertuang di dalam perjanjian bahwa setelah lulus dari perguruan tinggi mereka harus minimal mengabdi selama 10 tahun di Merauke.
”Uang yang mereka pakai itu sebenarnya hak kita di Merauke. Pertanggungjawaban mereka terhadap publik itu harusnya mengabdi di Merauke,” tegas Bupati Yoseph.
Ke depan, Pemkab Merauke akan lebih selektif terhadap bantuan pendidikan, supaya arah dan tujuan bantuan berdampak positif baik secara pribadi penerima maupun kepada daerah. (Redaksi)










