SINAK, Koranpapua.id- Satgas Yon Parako 466 Pasgat TNI Angkatan Udara, terus melakukan penjagaan ketat di sejumlah Lapangan Terbang (Lapter) perintis di wilayah Papua.
Salah satu Lapter yang kini pengamanannya diperketat adalah Lapter yang berada di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.
Kapten Pas Rizki Amrullah Oktavido, S.Tr.(Han), Komandan Pos Satgas Yon Parako 466 di Sinak, mengatakan keamanan Lapter perintis menjadi prioritas.
Ini bertujuan agar transportasi udara di wilayah pegunungan Papua yang menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat berlangsung dengan aman dan lancar.
Karenanya kehadiran prajurit tidak hanya sekadar berjaga dengan senjata lengkap di perimeter Bandara, tetapi juga terlibat langsung dalam operasional penerbangan.
“Dengan keterlibatan personel Yon Parako 466, keamanan dan keselamatan serta operasional Lapter perintis berjalan dengan baik,” ujar Kapten Rizki dalam keterangannya kepada koranpapua.id, Kamis 26 Februari 2026.
Dikatakan, Satgas Yon Parako 466 juga mengambil peran ganda di landasan pacu. Personel Korpasgat dituntut bisa menggunakan HT GTA untuk memandu pesawat perintis saat mendarat dan hendak terbang dengan posisi aman.
Tidak itu saja, di sekitar area Bandara, prajurit juga tampak memantau dan berinteraksi dengan warga setempat yang sedang beraktivitas di sekitar apron dan landasan pacu.

“Hal ini menunjukkan sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat sipil dalam menjaga fasilitas vital di daerah terpencil,” pungkasnya.
Menururnya, kehadiran penerbangan perintis di wilayah Pegunungan Papua sangat krusial. Karena hanya pesawat kecil yang menjadi satu-satunya akses untuk pengangkutan logistik, mobilitas warga, hingga evakuasi medis darurat.
Oleh karena itu, jaminan keamanan dari TNI menjadi kunci utama agar maskapai perintis tetap dapat beroperasi melayani masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Melalui dedikasi para prajurit di ujung timur Indonesia ini, diharapkan roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pedalaman Papua dapat terus berputar tanpa adanya rasa cemas akan gangguan keamanan,” kata Kapten Rizki. (Redaksi)







