ADVERTISEMENT
Selasa, Juli 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Inisiator Papua Connection Serukan Hentikan Kekerasan Senjata di Papua, Guru dan Nakes Wajib Dilindungi

Apalagi kekerasan tersebut menyasar ke warga sipil, tenaga pendidik (guru) dan tenaga kesehatan yang seharusnya wajib untuk dilindungi.

26 Februari 2026
0
Pimpinan KKB Intan Jaya Undius Kogoya Dikabarkan Meninggal Dunia

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id- Segala bentuk kekerasan bersenjata yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua harus dihentikan.

Apalagi kekerasan tersebut menyasar ke warga sipil, tenaga pendidik (guru) dan tenaga kesehatan yang seharusnya wajib untuk dilindungi.

ADVERTISEMENT

Seruan itu disampaikan Charles Kossay, Inisiator Papua Connection dalam kegiatan Dialog Kebangsaan dan Deklarasi Papua Connection di Jakarta, Rabu 25 Februari 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Charles Kossay menegaskan bahwa perlindungan terhadap guru dan tenaga kesehatan merupakan isu kemanusiaan yang tidak dapat ditawar.

Baca Juga

Cegah Pernikahan Dini, UNICEF, PPA Papua dan Forum Anak Susun Sejumlah Kebijakan

Pemeriksaan Dini Bayi Terlahir dengan Ibu Penderita HIV, Kemenkes Didesak Pengadaan Reagen

Menurutnya, mereka adalah garda terdepan pelayanan publik di Papua yang seharusnya dijaga keselamatan dan martabatnya, bukan justru menjadi korban kekerasan bersenjata.

“Setiap bentuk kekerasan terhadap guru, tenaga kesehatan, dan warga sipil adalah teror kemanusiaan,” tegasnya.

Menurutnya, tindakan kekerasan oleh KKB tidak hanya melanggar nilai kemanusiaan, tetapi juga merusak harapan masa depan Papua.

Ia menambahkan bahwa persoalan Papua tidak dapat dilihat secara parsial. Isu pembangunan, Hak Asasi Manusia (HAM), dan keamanan merupakan satu kesatuan yang saling terkait.

“Papua Connection menolak keras kekerasan bersenjata sekaligus menolak provokasi, disinformasi, dan politisasi identitas,” tandasnya.

“Termasuk yang memanfaatkan sentimen keagamaan yang dapat memperkeruh situasi dan merugikan masyarakat Papua,” tambahnya.

Charles Kossay juga menegaskan dukungan Papua Connection terhadap pembangunan Papua yang berkeadilan, inklusif, dan berperspektif hak asasi manusia.

Ia menyebut pembangunan, termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua, harus dijalankan secara partisipatif dan sesuai semangat Pasal 33 UUD 1945.

“Papua membutuhkan pembangunan partisipatif, semangat pasal 33 UUD 1945 mesti terealisasikan di Tanah Papua,” kata Charles.

Dirinya meyakini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo hal itu bisa terlaksana, yang terpenting niat dan tujuannya harus benar-benar untuk kemajuan orang Papua.

Melalui deklarasi ini, Inisiator Papua Connection ini menegaskan komitmennya untuk merawat kemanusiaan, melindungi warga sipil, serta memperkuat persatuan nasional.

“Papua adalah bagian sah dan tidak terpisahkan dari NKRI, dan menjaga Papua berarti menjaga masa depan Indonesia. Mari kita rawat Papua ini dengan nilai-nilai kemanusiaan dan perkuat persatuan nasional,” ajaknya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Cegah Pernikahan Dini, UNICEF, PPA Papua dan Forum Anak Susun Sejumlah Kebijakan

Cegah Pernikahan Dini, UNICEF, PPA Papua dan Forum Anak Susun Sejumlah Kebijakan

14 Juli 2026
Pemeriksaan Dini Bayi Terlahir dengan Ibu Penderita HIV, Kemenkes Didesak Pengadaan Reagen

Pemeriksaan Dini Bayi Terlahir dengan Ibu Penderita HIV, Kemenkes Didesak Pengadaan Reagen

14 Juli 2026
Inovasi MathNoken Karya Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi Nasional

Inovasi MathNoken Karya Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi Nasional

14 Juli 2026
Pemkab Mimika Siapkan Pembangunan 353 Rumah Layak Huni, Fisik Dimulai Usai Perencanaan Rampung

Rencana Bangun 353 Rumah Layak Huni, Pemkab Mimika Anggarkan Rp450 Juta per Unit untuk Wilayah Kota

14 Juli 2026
Ini Pernyataan AKBP Alredo di Hari Pertama Menjabat Kapolres Mimika

Ini Pernyataan AKBP Alredo di Hari Pertama Menjabat Kapolres Mimika

14 Juli 2026
Kecacingan Salah Satu Penyakit Menular yang Perlu Mendapat Perhatian Serius, Dinkes Mimika Perkuat Lintas Sektor

Kecacingan Salah Satu Penyakit Menular yang Perlu Mendapat Perhatian Serius, Dinkes Mimika Perkuat Lintas Sektor

14 Juli 2026

POPULER

  • Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    602 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Amerika Bereaksi Usai Warga Negaranya Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Yahukimo

    686 shares
    Bagikan 274 Tweet 172
  • Bupati Johannes Rettob Lantik Dwi Cholifah sebagai Kepala Inspektorat, Tunjuk Sejumlah Plt

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Penembakan Perempuan Hamil di Intan Jaya Harus Diusut Tuntas, Komnas Perempuan: Ini Tragedi Kemanusiaan

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Rp10 Miliar untuk Gedung Kosong! Perpustakaan Mimika Tak Kunjung Difungsikan

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Bergeser dari Polresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Jabat Dirreskrimsus Polda Papua

    718 shares
    Bagikan 287 Tweet 180
  • Pemkab Mimika Siapkan Pembangunan 353 Rumah Layak Huni, Fisik Dimulai Usai Perencanaan Rampung

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Satgas Yon Parako 466 Pasgat TNI AU Perketat Pengamanan di Lapangan Terbang Sinak

Satgas Yon Parako 466 Pasgat TNI AU Perketat Pengamanan di Lapangan Terbang Sinak

Bupati Merauke Kecewa, Banyak yang Dibiayai Pemerintah, Setelah Jadi Dokter Memilih Bekerja di Luar Papua

Bupati Merauke Kecewa, Banyak yang Dibiayai Pemerintah, Setelah Jadi Dokter Memilih Bekerja di Luar Papua

Diduga Terlibat Skandal Korupsi Baju Dinas, Senator PFM Desak Penyidik Periksa Ketua DPRD PBD

Diduga Terlibat Skandal Korupsi Baju Dinas, Senator PFM Desak Penyidik Periksa Ketua DPRD PBD

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id