ADVERTISEMENT
Sabtu, Juli 11, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Tidak Terima Anak Ditegur, Orang Tua Murid Aniaya Guru di SMPN 5 Mimika

“Dia pukul ke wajah saya. Dia dorong saya, saya lari dia lempar kursi ke saya juga. Jadi kita tidak siap, kita pikir mau mediasi, tapi dia sepertinya sudah berencana dari rumah”.

24 Februari 2026
0
Tidak Terima Anak Ditegur, Orang Tua Murid Aniaya Guru di SMPN 5 Mimika

Yuli, guru di SMP Negeri 5 Mimika yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tua murid. (foto: ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Ibu Yuli, guru di SMP Negeri 5 Mimika diduga menjadi korban penganiayaan oleh salah satu orang tua murid saat proses mediasi di sekolah.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam pada bagian mata kanan.

ADVERTISEMENT

Peristiwa terjadi pada Senin 23 Februari 2026 di ruang Bimbingan Konseling (BK) sekolah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sehari kemudian, korban mendatangi Polres Mimika untuk melaporkan insiden tersebut secara resmi.

Baca Juga

Pengendara Motor di Timika Tewas, Diduga Korban Tabrak Lari

Rp10 Miliar untuk Gedung Kosong! Perpustakaan Mimika Tak Kunjung Difungsikan

Menurut keterangan korban, mediasi dilakukan untuk membahas persoalan kedisiplinan siswa.

Namun suasana berubah tegang ketika orang tua siswa diduga tidak menerima penjelasan dari pihak sekolah.

“Di sekolah. Di ruang BK. Kita lagi mediasi di ruang kesiswaan. Kita mau kasih tahu baik-baik, tapi ibu itu sudah emosi, dia marah-marah,” ujar Yuli kepada wartawan di Polres Mimika Selasa 24 Februari 2026.

Yuli menjelaskan, persoalan bermula saat dirinya menegur seorang siswa yang masih berada di luar kelas saat jam pelajaran berlangsung.

Ia membantah tudingan bahwa teguran tersebut menyebabkan cedera serius.

“Masa saya pukul siswa sampai begini bisa patah? Satu kali pukulan saja, bukan berkali-kali. Cuma pakai tangan saja, tidak pakai sapu,” tegasnya.

Dalam mediasi yang turut dihadiri guru BK, wali kelas, dan pihak kesiswaan itu, situasi disebut semakin memanas hingga berujung pada dugaan tindak kekerasan.

“Iya, dia pukul ke wajah saya. Dia dorong saya, saya lari dia lempar kursi ke saya juga. Jadi kita tidak siap, kita pikir mau mediasi, tapi dia sepertinya sudah berencana dari rumah,” ungkapnya.

Selain dugaan pemukulan, korban juga menyebut adanya ancaman pembakaran rumah.

Terkait klaim orang tua siswa bahwa anaknya mengalami retak atau patah tulang akibat teguran tersebut, korban meminta agar hal itu dibuktikan secara medis.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami laporan yang telah disampaikan. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pengendara Motor di Timika Tewas, Diduga Korban Tabrak Lari

Pengendara Motor di Timika Tewas, Diduga Korban Tabrak Lari

11 Juli 2026
Rp10 Miliar untuk Gedung Kosong! Perpustakaan Mimika Tak Kunjung Difungsikan

Rp10 Miliar untuk Gedung Kosong! Perpustakaan Mimika Tak Kunjung Difungsikan

11 Juli 2026
BRIDA Mimika Siapkan Terobosan Baru, Darius Sabon: Semua Program Harus Berdasarkan Data dan Kajian

BRIDA Mimika Siapkan Terobosan Baru, Darius Sabon: Semua Program Harus Berdasarkan Data dan Kajian

11 Juli 2026
Satgas Pasgat Gagalkan Penyelundupan 671 Gram Narkotika Jenis Ganja di Bandara Sentani

Satgas Pasgat Gagalkan Penyelundupan 671 Gram Narkotika Jenis Ganja di Bandara Sentani

11 Juli 2026
Pasokan Telur dari Luar Melimpah, Pemprov Papua Perkuat Langkah Strategis Lindungi Peternak Lokal

Pasokan Telur dari Luar Melimpah, Pemprov Papua Perkuat Langkah Strategis Lindungi Peternak Lokal

11 Juli 2026
Pemprov Papua Tingkatkan Kuota Program Pembinaan Calon Siswa Sekolah Kedinasan Menjadi 50 Peserta

Pemprov Papua Tingkatkan Kuota Program Pembinaan Calon Siswa Sekolah Kedinasan Menjadi 50 Peserta

11 Juli 2026

POPULER

  • Kombes dr. Rommy Sebastian: Pilot AMA Tewas Akibat Tembakan di Kepala

    Amerika Bereaksi Usai Warga Negaranya Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Yahukimo

    679 shares
    Bagikan 272 Tweet 170
  • Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    594 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Berkabung Atas Tewasnya Pilot Nicholas: AMA Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan di Papua

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Bupati Johannes Rettob Lantik Dwi Cholifah sebagai Kepala Inspektorat, Tunjuk Sejumlah Plt

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Penembakan Perempuan Hamil di Intan Jaya Harus Diusut Tuntas, Komnas Perempuan: Ini Tragedi Kemanusiaan

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Bupati Mimika Kritik Keras Kinerja Pejabat: “Sudah Dikasih Jabatan, Malas Masuk Kantor”

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • RDP DPRK Mimika Ungkap Persoalan Pelayanan RSUD, Direktur Beberkan Solusi Atasi Kepadatan Pasien

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
Next Post
Tahap Pertama Rp47.533.658.000, Progres Pembangunan Kantor Baru PUPR Mimika 91 Persen

Tahap Pertama Rp47.533.658.000, Progres Pembangunan Kantor Baru PUPR Mimika 91 Persen

Tiga Tokoh Penting KKB Dipindahkan ke Mapolda Papua, Ini Rangkaian Kasus Berat Mereka

Tiga Tokoh Penting KKB Dipindahkan ke Mapolda Papua, Ini Rangkaian Kasus Berat Mereka

Kabar Duka! Teror KKB di Yahukimo Enam Bulan Terakhir Tewaskan 34 Orang

Kekerasan Kelompok Bersenjata di Papua Meningkat, Januari-Februari 2026 Terjadi 23 Kasus

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id