ADVERTISEMENT
Selasa, Agustus 25, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Hidup Semakin Susah, Pengungsi Konflik Tapal Batas di Mimika Barat Tengah Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

Warga pengungsi juga menghadapi kerusakan tenda akibat cuaca buruk, keterbatasan air bersih, serta sulitnya akses layanan kesehatan karena ketiadaan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM).

5 Februari 2026
0
Hidup Semakin Susah, Pengungsi Konflik Tapal Batas di Mimika Barat Tengah Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

Situasi tempat tinggal para pengungsi di Mimika Barat Tengah yang semakin prihatin. Mereka berharap perhatian Pemda Mimika. (foto redaksi koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Masyarakat terdampak konflik tapal batas wilayah di Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, saat ini hidup semakin susah.

Mereka mengeluhkan minimnya perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika, terhadap kondisi ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar selama berada di pengungsian.

ADVERTISEMENT

Ketua Aliansi Pemuda Kampung Kapiraya, Alpius Minama, mengatakan bahwa sejak mengungsi, masyarakat kehilangan akses mata pencaharian, pendidikan, serta aktivitas sosial lainnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kondisi tersebut kata dia diperparah dengan belum adanya realisasi bantuan lanjutan dari pemerintah.

Baca Juga

Kebakaran Mengancam Bandara Aminggaru Ilaga, Pasgat dan Warga Berjibaku Padamkan Api

Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

“Pertama-tama, yang saya mau mengeluh kepada pemerintah itu persoalan ekonomi. Kami masyarakat yang terdampak konflik tapal batas ini, tidak ada perhatian soal ekonomi untuk kami di pengungsian yang ada tinggal di sekitar sini,” ujarnya kepada koranpapua.id, Kamis 5 Februari 2026.

Ia menyebutkan, bantuan terakhir yang diterima masyarakat terjadi pada akhir Desember 2025 dan hanya berupa bahan makanan (Bama).

 

“Kami terima terakhir itu di akhir bulan Desember dan sampai saat ini kami tidak dapat perhatian penuh dari pihak pemerintah terkait masalah ekonomi kami pengungsi yang sangat minim,” katanya.

Sementara itu, perwakilan masyarakat Kampung Wumuka, Willem Tewa, menyampaikan bahwa lima kampung di Distrik Mimika Barat Tengah, telah meninggalkan kampung halaman mereka sejak Oktober dan kini hidup dalam keterbatasan di lokasi pengungsian.

Willem Tewa salah satu masyarakat kampung Wumuka yang mengungsi akibat konflik tapal batas di kapiraya. (foto:ist/koranpapua.id)

“Warga lima kampung Wakia, Wumuka, Kapiraya, Mupuruka dan Uta yang sementara ini mengalami masalah, yang sekarang meninggalkan kampung sudah dari bulan Oktober,” terangnya.

Meski menghadapi kondisi sulit, Willem menegaskan bahwa masyarakat tetap menghargai langkah pemerintah daerah yang tengah menjalankan proses penyelesaian konflik tapal batas.

“Kami sangat menghargai kepada pemerintah sementara jalani proses hukum, dan kami minta tolong supaya segera selesaikan persoalan itu supaya antara kami dengan suku saudara-saudara kami itu semua hidup aman dan damai.”

Selain persoalan ekonomi, warga pengungsi juga menghadapi kerusakan tenda akibat cuaca buruk, keterbatasan air bersih, serta sulitnya akses layanan kesehatan karena ketiadaan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM).

Karena itu, melalui penyampaian ini, mereka berharap Pemkab Mimika dapat memberikan perhatian yang lebih serius dan berkelanjutan.

Terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti bahan makanan, tenda layak, air bersih, serta dukungan akses kesehatan, sambil menunggu proses penyelesaian tapal batas diselesaikan secara menyeluruh. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kebakaran Mengancam Bandara Aminggaru Ilaga, Pasgat dan Warga Berjibaku Padamkan Api

Kebakaran Mengancam Bandara Aminggaru Ilaga, Pasgat dan Warga Berjibaku Padamkan Api

24 Agustus 2026
Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

24 Agustus 2026
Ketua Komisi II DPRK Mimika Minta Pemkab Perkuat Anggaran Aparat untuk Jaga Kamtibmas

Ketua Komisi II DPRK Mimika Minta Pemkab Perkuat Anggaran Aparat untuk Jaga Kamtibmas

24 Agustus 2026
Tingkatkan Retribusi Daerah, Pemprov Papua Optimalkan Aset Daerah

Tingkatkan Retribusi Daerah, Pemprov Papua Optimalkan Aset Daerah

24 Agustus 2026
Papua Tengah Rasakan Dampak El Nino, BMKG: Indeks 3.4 Berdasarkan Pemutakhiran Dasarian I Agustus 2026

Papua Tengah Rasakan Dampak El Nino, BMKG: Indeks 3.4 Berdasarkan Pemutakhiran Dasarian I Agustus 2026

24 Agustus 2026
Air Bersih Macet, Warga Manoware Mimika Kembali Berburu Mata Air

Air Bersih Macet, Warga Manoware Mimika Kembali Berburu Mata Air

24 Agustus 2026

POPULER

  • Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    629 shares
    Bagikan 252 Tweet 157
  • Sembilan Perempuan di Jila Mimika Dikabarkan Disandera, Seorang Ibu Dilaporkan Tewas

    615 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • 26 Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Daftarnya

    604 shares
    Bagikan 242 Tweet 151
  • Kontraktor OAP Palang Kantor BPBJ Mimika, Desak Bupati Turun Tangan

    589 shares
    Bagikan 236 Tweet 147
  • Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Polres Mimika Minta Bantuan Brimob

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Distrik Jila Berduka: Satu Warga Tewas, Satu Dilempar ke Jurang, Sembilan Perempuan Dibawa Kelompok Bersenjata

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Menyalakan Asa dari Asrama SATP Timika: Dua Pelajar Papua Menembus Prestasi Nasional dan Dunia

Menyalakan Asa dari Asrama SATP Timika: Dua Pelajar Papua Menembus Prestasi Nasional dan Dunia

Kawasan Perbatasan Papua bukan Sekadar Garis Pembatas Kedaulatan, Melainkan Etalase Martabat Bangsa

Kawasan Perbatasan Papua bukan Sekadar Garis Pembatas Kedaulatan, Melainkan Etalase Martabat Bangsa

Upaya Pengentasan Kemiskinan, Kementerian PKP Berencana Bangun 400.000 Rumah, Papua Menjadi Prioritas

Upaya Pengentasan Kemiskinan, Kementerian PKP Berencana Bangun 400.000 Rumah, Papua Menjadi Prioritas

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id