ADVERTISEMENT
Jumat, Mei 22, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Hidup Semakin Susah, Pengungsi Konflik Tapal Batas di Mimika Barat Tengah Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

Warga pengungsi juga menghadapi kerusakan tenda akibat cuaca buruk, keterbatasan air bersih, serta sulitnya akses layanan kesehatan karena ketiadaan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM).

5 Februari 2026
0
Hidup Semakin Susah, Pengungsi Konflik Tapal Batas di Mimika Barat Tengah Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

Situasi tempat tinggal para pengungsi di Mimika Barat Tengah yang semakin prihatin. Mereka berharap perhatian Pemda Mimika. (foto redaksi koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Masyarakat terdampak konflik tapal batas wilayah di Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, saat ini hidup semakin susah.

Mereka mengeluhkan minimnya perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika, terhadap kondisi ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar selama berada di pengungsian.

ADVERTISEMENT

Ketua Aliansi Pemuda Kampung Kapiraya, Alpius Minama, mengatakan bahwa sejak mengungsi, masyarakat kehilangan akses mata pencaharian, pendidikan, serta aktivitas sosial lainnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kondisi tersebut kata dia diperparah dengan belum adanya realisasi bantuan lanjutan dari pemerintah.

Baca Juga

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Satgas ODC Ringkus Wadanyon HSSBI Kodap XVI di Yahukimo

“Pertama-tama, yang saya mau mengeluh kepada pemerintah itu persoalan ekonomi. Kami masyarakat yang terdampak konflik tapal batas ini, tidak ada perhatian soal ekonomi untuk kami di pengungsian yang ada tinggal di sekitar sini,” ujarnya kepada koranpapua.id, Kamis 5 Februari 2026.

Ia menyebutkan, bantuan terakhir yang diterima masyarakat terjadi pada akhir Desember 2025 dan hanya berupa bahan makanan (Bama).

 

“Kami terima terakhir itu di akhir bulan Desember dan sampai saat ini kami tidak dapat perhatian penuh dari pihak pemerintah terkait masalah ekonomi kami pengungsi yang sangat minim,” katanya.

Sementara itu, perwakilan masyarakat Kampung Wumuka, Willem Tewa, menyampaikan bahwa lima kampung di Distrik Mimika Barat Tengah, telah meninggalkan kampung halaman mereka sejak Oktober dan kini hidup dalam keterbatasan di lokasi pengungsian.

Willem Tewa salah satu masyarakat kampung Wumuka yang mengungsi akibat konflik tapal batas di kapiraya. (foto:ist/koranpapua.id)

“Warga lima kampung Wakia, Wumuka, Kapiraya, Mupuruka dan Uta yang sementara ini mengalami masalah, yang sekarang meninggalkan kampung sudah dari bulan Oktober,” terangnya.

Meski menghadapi kondisi sulit, Willem menegaskan bahwa masyarakat tetap menghargai langkah pemerintah daerah yang tengah menjalankan proses penyelesaian konflik tapal batas.

“Kami sangat menghargai kepada pemerintah sementara jalani proses hukum, dan kami minta tolong supaya segera selesaikan persoalan itu supaya antara kami dengan suku saudara-saudara kami itu semua hidup aman dan damai.”

Selain persoalan ekonomi, warga pengungsi juga menghadapi kerusakan tenda akibat cuaca buruk, keterbatasan air bersih, serta sulitnya akses layanan kesehatan karena ketiadaan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM).

Karena itu, melalui penyampaian ini, mereka berharap Pemkab Mimika dapat memberikan perhatian yang lebih serius dan berkelanjutan.

Terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti bahan makanan, tenda layak, air bersih, serta dukungan akses kesehatan, sambil menunggu proses penyelesaian tapal batas diselesaikan secara menyeluruh. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

21 Mei 2026
Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Wadanyon HSSBI di Yahukimo

Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Satgas ODC Ringkus Wadanyon HSSBI Kodap XVI di Yahukimo

21 Mei 2026
Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Diproyeksi Dihadiri 10 Ribu Peserta

Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Diproyeksi Dihadiri 10 Ribu Peserta

21 Mei 2026
Tidak Semata Limbah, Potensi Sumber Daya: Pemkab Mimika Dorong Pemanfaatan Tailing Freeport Secara Berkelanjutan

Tidak Semata Limbah, Potensi Sumber Daya: Pemkab Mimika Dorong Pemanfaatan Tailing Freeport Secara Berkelanjutan

21 Mei 2026
148 Puskesmas di Papua Tengah hanya 12 Persen yang Miliki Sembilan Jenis Nakes Lengkap

148 Puskesmas di Papua Tengah hanya 12 Persen yang Miliki Sembilan Jenis Nakes Lengkap

21 Mei 2026
Puluhan Satwa Endemik Papua Diamankan Barantin Makasar

Puluhan Satwa Endemik Papua Diamankan Barantin Makasar

21 Mei 2026

POPULER

  • Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Pdt. Anton Wamang Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Tembagapura: ‘TNI Tidak Terlibat Kematian Putri Saya’

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Delapan Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Jubir TPNPB: Pembunuhan sebagai Aksi Balas Dendam

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • SMI-KP Kota Studi Nabire Gelar Mimbar Bebas, Tolak Rencana Pemekaran DOB di Wilayah Paniai

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Menyalakan Asa dari Asrama SATP Timika: Dua Pelajar Papua Menembus Prestasi Nasional dan Dunia

Menyalakan Asa dari Asrama SATP Timika: Dua Pelajar Papua Menembus Prestasi Nasional dan Dunia

Kawasan Perbatasan Papua bukan Sekadar Garis Pembatas Kedaulatan, Melainkan Etalase Martabat Bangsa

Kawasan Perbatasan Papua bukan Sekadar Garis Pembatas Kedaulatan, Melainkan Etalase Martabat Bangsa

Upaya Pengentasan Kemiskinan, Kementerian PKP Berencana Bangun 400.000 Rumah, Papua Menjadi Prioritas

Upaya Pengentasan Kemiskinan, Kementerian PKP Berencana Bangun 400.000 Rumah, Papua Menjadi Prioritas

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id