PUNCAK JAYA, Koranpapua.id– Kehadiran personil kepolisian yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026, di bumi Cenderawasih tidak saja menjaga stabilitas keamanan wilayah Papua.
Mereka juga peduli dengan dunia pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan karakter yang berkaitan dengan nasionalisme dan kedisiplinan anak-anak Papua sejak dini.
Seperti yang terlihat di SD Inpres Dondobaga, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, pada Sabtu 31 Januari 2026 lalu.
Di tengah keterbatasan fasilitas dan jauhnya akses pendidikan di wilayah pegunungan Papua, para personel Satgas ODC- 2026 membawa warna berbeda di lingkungan sekolah itu.
Ada senyum dan semangat terpancar dari siswa dan siswi sekolah itu, ketika mereka diajarkan pelajaran seputar cinta tanah air.
Dipimpin AKP I Putu Wardana, S.H, bersama delapan personil Sektor IV ODC langsung turun ke sekolah tersebut.
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIT dan berlangsung penuh keakraban bersama para siswa.
Di ruang kelas sederhana itu, anak-anak tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak berinteraksi melalui cerita, tanya jawab, dan permainan edukatif.
Mereka belajar tentang arti Bendera Merah Putih, pentingnya sekolah, serta kebiasaan disiplin sederhana seperti datang tepat waktu dan saling menghormati.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan humanis ODC dalam membangun kedekatan dengan generasi penerus Papua.
Melalui kegiatan itu juga sekaligus memperkuat pondasi karakter sejak dini di tengah tantangan sosial yang ada.
Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 dalam keterangannya mengatakan, membangun Papua yang damai tidak hanya dilakukan melalui pengamanan, tetapi juga lewat sentuhan pendidikan dan nilai kebangsaan.
“Anak-anak adalah masa depan Papua. Ketika sejak kecil mereka ditanamkan rasa cinta Tanah Air, disiplin, dan semangat belajar,” ujar Faizal seperti dilansir Selasa 3 Februari 2026.
“Dengan demikian maka kita sedang menyiapkan generasi yang kuat, cerdas, dan membawa kedamaian bagi daerahnya sendiri,” timpalnya.
Pendekatan kepada pelajar merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan stabilitas yang berkelanjutan.
“Kehadiran kami bukan semata soal keamanan, tetapi juga tentang membangun harapan. Polisi harus hadir sebagai sahabat anak-anak, memberi rasa aman sekaligus motivasi agar mereka berani bermimpi,” tambahnya.
Para guru dan siswa menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Anak-anak tampak berani bertanya, tertawa, bahkan berebut ingin menjawab pertanyaan dari para personel.
Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, ODC- 2026 menunjukkan bahwa menjaga Papua tetap aman juga berarti menjaga masa depan generasi penerusnya. (Redaksi)










