WAMENA, Koranpapua.id- Seratus lebih rumah tinggal dan tepat usaha ludes dilalap api pada peristiwa kebakaran yang terjadi pada Rabu 28 Januari 2026 lalu.
Meski tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp22 miliar.
Peristiwa kebakaran yang melanda kawasan Kogome dan Giling Batu, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, mengakibatkan ratusan warga terpaksa kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi.
Melihat kondisi itu, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi korban kebakaran.
Rombongan Kepala Dinas BPBD Provinsi Papua Pegunungan, Motius Weya, tiba di Posko Induk penanganan kebakaran pada Senin 2 Februari 2026.
Penyerahan bantuan dilakukan di halaman Kantor Distrik Karubaga dan diterima langsung oleh Kepala Dinas BPBD Kabupaten Tolikara, Feri Kogoya.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa 40 terpal, 36 lampu senter, 180 selimut, 120 matras, 10 karung beras, serta 5 karton mi instan
“Kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi di Distrik Karubaga, khususnya di wilayah Giling Batu dan Kogome,” ujarnya.
“Bantuan ini memang tidak banyak, namun kami berharap dapat membantu kebutuhan dasar keluarga korban,” tandasnya.
Motius menyampaikan bahwa bantuan tersebut hendaknya dipandang sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Kepala Dinas BPBD Kabupaten Tolikara, Feri Kogoya, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Provinsi Papua Pegunungan dan Kadis BPBD Bapak Motius Weya atas bantuan tanggap darurat ini. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang terdampak kebakaran,” ungkapnya.
Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada keluarga korban sesuai data yang dihimpun oleh Posko Induk penanganan bencana di Karubaga. (Redaksi).










