ADVERTISEMENT
Sabtu, Maret 21, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Dari Tembagapura ke Medan, Kisah Wilianti Dolame Anak Amungme Binaan YPMAK yang Bermimpi Bisa Kuliah di UGM

“Di kampung saya, di Suku Amungme, fasilitas kesehatan masih sangat terbatas. Saya ingin menjadi dokter supaya bisa membantu masyarakat di sana”.

3 Februari 2026
0
Dari Tembagapura ke Medan, Kisah Wilianti Dolame Anak Amungme Binaan YPMAK yang Bermimpi Bisa Kuliah di UGM

Wilianti Dolame (15), siswi kelas VIII Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP). (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapuaa.id- Air mata haru tak terbendung saat Wilianti Dolame (15), siswi kelas VIII Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), mengenang perjalanan awal dirinya memasuki dunia pendidikan.

Anak asli Suku Amungme asal Tembagapura, Kabupaten Mimika, ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk bermimpi besar dan meraih prestasi.

ADVERTISEMENT

Wilianti lahir dan tumbuh besar di Tembagapura dari keluarga sederhana. Sejak kecil, ia dibesarkan oleh ibunya yang berstatus sebagai orang tua tunggal.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sosok sang ibu menjadi segalanya dalam hidupnya, sebagai ibu sekaligus ayah yang tanpa lelah berjuang memenuhi kebutuhan dan mendukung pendidikan putrinya.

Baca Juga

Usai Tembak Mati Hurbianus Murip, Koops TNI Evakuasi 21 Warga Pengungsi

Keerom Diguncang Gempa Magnitudo 5,6, Masyarakat Diminta Waspada

“Mama jadi mama sekaligus bapak untuk saya,” ujar Wilianti saat diwawancarai dengan suara lirih, matanya berkaca-kaca Selasa 3 Februari 2026.

Sejak masih kecil Wilianti telah memendam keinginan kuat untuk bersekolah di Sekolah Asrama Taruna Papua di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Wiliante Dolame bersama dua teman sekolah Yoram kum dan Ega Wefako. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Sekolah berpola asrama tersebut dikenal memiliki berbagai program pembelajaran unggulan berstandar internasional.

SATP merupakan sekolah milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Lokon (YPL), dengan pembiayaan bersumber dari dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Namun keinginan itu sempat tertunda. Sang ibu menahan Wilianti karena merasa usia anaknya belum cukup.

Hingga beberapa tahun kemudian, dengan keyakinan dan doa, ibunya akhirnya mengantar langsung Wilianti mendaftar dan masuk ke SATP.

Pesan sang ibu sederhana namun penuh makna, sekolah dengan sungguh-sungguh, jangan membuat masalah, dan jangan pernah menyerah.

Pesan itulah yang terus dipegang teguh oleh Wilianti hingga kini.

Dari jenjang SD hingga saat ini duduk di bangku SMP kelas VIII, Wilianti menjalani pendidikan dengan penuh disiplin dan semangat juang.

Ia mengakui perjalanan yang dilaluinya tidak mudah, namun ia percaya Tuhan selalu menyertainya.

“Perjalanan ini sudah sangat jauh menurut saya. Saya bersyukur karena Tuhan tidak pernah meninggalkan saya,” tuturnya.

Kerja keras dan ketekunannya pun membuahkan hasil. Baru-baru ini, Wilianti terpilih mengikuti Program Bina Talenta Indonesia di bidang coding.

Setelah menjalani masa persiapan selama tiga bulan, ia dinyatakan lolos dan berkesempatan mengikuti kegiatan offline di Medan, Sumatera Utara.

Perjalanan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi Wilianti.

Untuk pertama kalinya dalam hidup, ia naik pesawat dan menginjakkan kaki di kota-kota besar seperti Makassar, Jakarta, hingga Medan.

“Dulu saya hanya bisa lihat di film. Sekarang Tuhan jawab doa saya,” katanya penuh haru.

Tak hanya memperoleh sertifikat di bidang coding, Wilianti juga meraih penghargaan sebagai peserta dengan kamar putri terbaik berdasarkan penilaian kebersihan dan kedisiplinan.

Ia mengaku kebiasaan hidup teratur dan bertanggung jawab itu terbentuk dari pendidikan asrama yang telah ia jalani sejak SD.

Ke depan, Wilianti menyimpan mimpi besar. Ia bercita-cita melanjutkan pendidikan SMA di Lokon Santo Nikolaus Tomohon.

Selepas SMA, ia bercita0cita dapat melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Impian akhirnya adalah menjadi seorang dokter.

“Di kampung saya, di Suku Amungme, fasilitas kesehatan masih sangat terbatas. Saya ingin menjadi dokter supaya bisa membantu masyarakat di sana,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Kisah Wilianti Dolame menjadi gambaran nyata bahwa dengan dukungan orang tua, pendidikan yang tepat, serta iman dan ketekunan, anak-anak Papua mampu melangkah jauh dan bersaing di tingkat nasional.

Sebuah kisah inspiratif dari tanah Amungsa bumi Kamoro, yang mengajarkan bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari kesederhanaan dan perjuangan. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Usai Tembak Mati Hurbianus Murip, Koops TNI Evakuasi 21 Warga Pengungsi

Usai Tembak Mati Hurbianus Murip, Koops TNI Evakuasi 21 Warga Pengungsi

21 Maret 2026
Tadi Pagi Wilayah Nduga Diguncang Gempa 4.4 Magnitudo

Keerom Diguncang Gempa Magnitudo 5,6, Masyarakat Diminta Waspada

21 Maret 2026
Pemudik Selundupkan Puluhan Burung Langka Asal Papua ke Pulau Jawa

Pemudik Selundupkan Puluhan Burung Langka Asal Papua ke Pulau Jawa

21 Maret 2026
Batik Air Terbang Langsung Ambon–Nabire Empat Kali Seminggu

Batik Air Terbang Langsung Ambon–Nabire Empat Kali Seminggu

21 Maret 2026
Gabriel Zezo: Naiknya Harga Tiket dan Harga Barang di Puncak Dipengaruhi Tiga Faktor, Bukan karena Pungli

Menjaga Harmoni Kepemimpinan di Kabupaten Mimika di Tengah Dinamika ASN

21 Maret 2026
Hilang Empat Hari Marvin Kembali ke Rumah: Takut Setelah Kepergiannya Dilaporkan ke Polisi

Hilang Empat Hari Marvin Kembali ke Rumah: Takut Setelah Kepergiannya Dilaporkan ke Polisi

20 Maret 2026

POPULER

  • Sertijab Pejabat Pemkab Mimika Dibatalkan, Bupati dan Wabup Siap Temui ASN

    Sertijab Pejabat Pemkab Mimika Dibatalkan, Bupati dan Wabup Siap Temui ASN

    790 shares
    Bagikan 316 Tweet 198
  • Pemkab Mimika Mulai Cairkan THR untuk 8.000 ASN dan PPPK, Anggaran Capai Rp30 Miliar

    631 shares
    Bagikan 252 Tweet 158
  • Empat Tenaga Kesehatan Diserang KKB: Dua Orang Tewas, Satu Korban Asal Kabupaten Ende-NTT

    593 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Suara yang Terkubur di Tanah Emas

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Jual Senjata Organik Seharga Rp90 Juta, Oknum Prajurit TNI Ditangkap

    574 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Remaja 17 Tahun di Timika Hilang Sejak 14 Maret, Keluarga Harap Bantuan Masyarakat

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Kinerja 133 Kepala Kampung Dievaluasi, Sekda Abraham Instruksikan Siapkan Dokumen dan Laporan Keuangan

    593 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
Next Post
Burung Nuri Kepala Hitam dan Kelinci asal Mimika Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Burung Nuri Kepala Hitam dan Kelinci asal Mimika Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Kabar Gembira untuk Calon Legislatif 2024, Pemilu Memakai Sistem Proporsional Terbuka

Uji UU Pilkada: Tidak Dapat Uraikan Kedudukan Hukum, Permohonan Anggota DPRD Provinsi Papua Tidak Diterima

Persediaan Daging Sapi dan Kambing Masih Terkendali Jelang Bulan Puasa dan Lebaran 2026

Persediaan Daging Sapi dan Kambing Masih Terkendali Jelang Bulan Puasa dan Lebaran 2026

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id