PANIAI, Koranpapua.id- Musyawarah Pastoral Mee (Muspas Mee) secara resmi dimulai hari ini, Senin 2 Februari 2026.
Pembukaan Muspas Mee yang dihadiri sekitar 3.268 peserta dari perwakilan lima dekanat, diawali dengan misa yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA.
Misa berlangsung pukul 10.00 WIT di lokasi pelaksanaan Muspas Mee yang dipusatkan di Paroki Kristus Jaya Komopa, Kabupaten Paniai.
Kegiatan yang berlangsung selama tujuh hari, terhitung mulai Senin 2 Februari hingga Minggu 8 Februari 2026.
Tema yang diusung dalam kegiatan itu, “Saling Menghidupkan–Iya Iya Akatiyake” dan Sub Tema ‘Aku Menjaga dan Mengelola Damai Koya Kou Ani Doutou Ma Ida Awiima’
Yunus Kadepa, Ketua Panitia Muspas Mee ke-VIII menjelaskan, dalam menyukseskan pesta iman ini, umat Katolik di wilayah Paroki Kristus Jaya Komopa, Dekenat Paniai, diberikan kepercayaan sebagai tuan rumah
Ia menyebutkan bahwa Muspas Mee ke-VIII merupakan kelanjutan dari Muspas Mee I hingga VII yang telah dilaksanakan secara rutin setiap tiga tahun sekali.
“Muspas Mee pertama kali digelar pada tahun 2005 di Paroki Santo Yusuf Enarotali, dengan tujuan memperkuat iman serta menyatukan hati umat untuk terus menghidupkan gereja,” ungkapnya.
Dalam pembukaan pesta iman ini, selain dihadiri oleh 3.268 umat Katolik, juga akan dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta perwakilan pemerintah dari delapan kabupaten di Papua Tengah.
Sesuai keputusan panitia pelaksana, setiap paroki mengutus sebanyak 188 orang peserta dengan lima melibatkan lima dekenat dalam wilayah Keuskupan Timika.
Adapun lima dekenat itu yakni, Dekenat Paniai dengan 10 paroki, Dekenat Kamuu–Mapia dengan lima paroki, Dekenat Moni–Puncak dengan empat paroki, serta Dekenat Teluk Cenderawasih, Jayapura, Nabire, dan Timika yang hadir sebagai tim peninjau.
“Selama mengikuti kegiatan, peserta utusan paroki menginap di camp yang telah dibangun oleh umat Kombas dan stasi di Paroki Kristus Jaya Komopa sejak tahun 2024 dan 2025,” bebernya.
Yunus menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, umat setempat telah menyiapkan bedeng kebun yang ditanami sayur-mayur, umbi-umbian (keladi dan patatas).
Sementara untuk menunjang kebutuhan dapur umum, umat setempat juga telah mengumpulkan kayu bakar.
Selain itu, umat Paroki Kristus Jaya Komopa di setiap stasi, sesuai kesepakatan awal, juga diwajibkan menyumbangkan sebanyak 20 ekor babi guna mendukung kelancaran pelaksanaan Muspas Mee ini.
Perlu diketahui, wilayah Keuskupan Timika memiliki enam dekenat dengan total 22 paroki, yakni: Dekenat Mimika–Agimuga, Paroki Katedral Tiga Raja, Timika, Paroki Maria Bintang Laut, Kokonao, Paroki Maria Fatima, Pronggo.
Penulis: Jeri P. Degei
Editor: Marthen LL Moru










