TIMIKA, Koranpapua.id- Beres Murup bersama wakilnya Kalep Marup dan Komandan Operasi, Kodo Kuron, dilaporkan telah melakukan serangkaian penyerangan di dalam kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Sabtu 31 Januari 2026.
Dalam penyerangan yang dilakukan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), berhasil menewaskan satu orang agen intelijen militer Indonesia.
Selain menembak mati agen militer, kelompok bersenjata itu juga mengklaim telah menembak satu unit mobil hingga mengalami kebocoran.
“Penyerangan dipimpin oleh Beres Murup bersama wakilnya Kalep Marup dan Komandan Operasi, Kodo Kuron. Ketiganya adalah anggota TPNPB aktif,” ujar Sebby Sambom selaku Juru Bicara Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB seperti dikutip Senin 2 Februari 2026.
“Kami siap bertanggung jawab sehingga aparat militer Indonesia jangan melakukan serangan balasan terhadap warga sipil yang tidak tahu apa-apa,” katanya.
Dalam pernyataan yang disampaikan Sebby, komandan Beres Murup juga menekankan warga imigran Indonesia untuk segera tinggalkan wilayah perang di Yahukimo, jika tidak diindahkan maka jangan salahkan TPNPB.
Terkait dengan hal tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menghimbau agar seluruh warga imigran Indonesia agar segera tinggalkan wilayah konflik bersenjata diatas Tanah Papua demi keamanan.
“36 Komando Daerah Pertahanan TPNPB di seluruh tanah Papua sedang melakukan operasi pembersihan agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang menyusup di wilayah perang,” kata Sebby Sambom.
TPNPB mengatakan himbauan itu mereka lakukan untuk menghindari jatuhnya korban sipil ditengah konflik bersenjata yang berlangsung antara TPNPB dengan pihak militer Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari otoritas berwenang, baik sipil maupun militer terkait klaim yang disampaikan TPNPB-OPM. (Redaksi)










