ADVERTISEMENT
Rabu, April 15, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Konflik Berdarah di Kwamki Narama Timika Resmi Berakhir, Kubu Dang & Newegalen Jalani Prosesi Patah Panah

Perdamaian ini disepakati sebagai akhir dari konflik antar kelompok Dang dan Newegalen, sekaligus menjadi langkah awal membangun kembali kehidupan yang aman, damai, dan harmonis di Distrik Kwamki Narama.

12 Januari 2026
0
Konflik Berdarah di Kwamki Narama Timika Resmi Berakhir, Kubu Dang & Newegalen Jalani Prosesi Patah Panah

Proses panah babi sebagai tanda perdamaian di kwamki Narama Kabupaten Mimika. (foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Setelah hampir empat bulan terjadi konflik berdarah yang menewaskan sebelas orang dan mengoyak kehidupan sosial masyarakat, resmi berakhir.

Berakhirnya konflik yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, ditandai dengan prosesi perdamaian patah panah dan tukar babi.

ADVERTISEMENT

Prosesi perdamaian melalui ritual adat antara dua kubu yakni, kelompok Dang dan Newegalen, dipusatkan di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Senin, 12 Januari 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kita semua adalah satu keluarga,” menjadi pesan yang menegaskan komitmen bersama untuk hidup damai dan membangun kembali harmoni.

Baca Juga

Ketua DPRK Mimika: Pembangunan TK Negeri di Pedalaman Perlu Pertimbangakan Keberadaan Sekolah Swasta

Sinergi Jaga Obyek Vital Udara, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Amankan Bandara dengan Humanis

Kesepakatan damai tersebut ditandai dengan prosesi adat patah panah sebagai simbol berakhirnya peperangan, serta tukar babi yang melambangkan pemulihan hubungan dan persaudaraan kedua belah pihak.

Selain prosesi adat, dilakukan pula penandatanganan kesepakatan damai oleh perwakilan kelompok yang bertikai, disaksikan unsur Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Kabupaten Puncak.

Prosesi adat dipimpin oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, dan Wakil Bupati Emanuel Kemong bersama Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal dan Pj Sekda Nenu Tabuni, dan disaksikan oleh kedua kubu yang sebelumnya terlibat konflik.

Usai prosesi, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa perdamaian tersebut harus menjadi komitmen bersama untuk mengakhiri segala bentuk peperangan, tidak hanya di Distrik Kwamki Narama, tetapi juga di seluruh Tanah Papua.

“Saya kira ini menjadi contoh bagi kita semua untuk selalu hidup damai, hidup dengan baik, dan hidup sebagai satu keluarga,” ujarnya.

Penegasan serupa disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni.

Ia menyatakan bahwa kesepakatan damai yang telah ditandatangani bersifat final dan mengikat semua pihak yang terlibat.

“Sudah dilakukan penandatanganan. Tidak boleh ada lagi perang, tidak ada lagi bicara lebih atau kurang,” pesan Nenu.

“Semua sudah disepakati di hadapan kedua belah pihak, aparat pengawas, pemerintah daerah, hingga kelurahan,” tandasnya.

Dalam proses penandatanganan, sempat terjadi interupsi dari warga.

Mereka meminta agar pihak-pihak yang terlibat dalam konflik hadir dan menandatangani kesepakatan secara pribadi, tanpa diwakili demi memperkuat legitimasi perdamaian.

Meski sempat diwarnai dinamika, seluruh rangkaian prosesi perdamaian akhirnya berjalan tertib dan kondusif.

Perdamaian ini disepakati sebagai akhir dari konflik antar kelompok Dang dan Newegalen, sekaligus menjadi langkah awal membangun kembali kehidupan yang aman, damai, dan harmonis di Distrik Kwamki Narama. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Serapan APBD Mimika 2025 Baru 43 Persen, DPRD Peringatkan Potensi SILPA Membengkak

Ketua DPRK Mimika: Pembangunan TK Negeri di Pedalaman Perlu Pertimbangakan Keberadaan Sekolah Swasta

14 April 2026
Sinergi Jaga Obyek Vital Udara, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Amankan Bandara dengan Humanis

Sinergi Jaga Obyek Vital Udara, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Amankan Bandara dengan Humanis

14 April 2026
11 SPPG Disuspensi, Satgas MBG Mimika Perketat Pengawasan Program Makan Gratis, Besok Tim Turun Lapangan

11 SPPG Disuspensi, Satgas MBG Mimika Perketat Pengawasan Program Makan Gratis, Besok Tim Turun Lapangan

14 April 2026
Delapan ASN Pemkot Jayapura Dipecat

Delapan ASN Pemkot Jayapura Dipecat

14 April 2026
Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua Bertemu Dirjen Perimbangan Keuangan, Ini Hasilnya

Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua Bertemu Dirjen Perimbangan Keuangan, Ini Hasilnya

14 April 2026
MRP Merasa Tidak Dilibatkan Pemerintah dalam Pengambilan Kebijakan Strategis Daerah

MRP Merasa Tidak Dilibatkan Pemerintah dalam Pengambilan Kebijakan Strategis Daerah

14 April 2026

POPULER

  • Delapan ASN Pemkot Jayapura Dipecat

    Delapan ASN Pemkot Jayapura Dipecat

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Bahas Berbagai Isu Kruasil, MRP se-Papua Raya Audensi dengan DPD RI di Jakarta

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Terekam CCTV, Seorang Pria Tewas Dihabisi di Halaman Masjid Al-Azhar Timika

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Satpol PP Mimika Operasi Penertiban Pedagang Kaki Lima di Sejumlah Ruas Jalan dalam Kota

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Perkuat Pengamanan Pasca Insiden Berdarah, BKO Mabes Polri Tiba di Dogiyai

    596 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Iwan Anwar Tegaskan Perda UMKM OAP Bersifat Afirmatif, Bukan Diskriminatif

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • DBH Freeport Turun Rp800 Miliar, Mimika Terancam Defisit Anggaran

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Bupati Johannes Rettob: Perdamaian Newegalen–Dang Jadi Momentum Akhir Konflik Adat di Mimika

Bupati Johannes Rettob: Perdamaian Newegalen–Dang Jadi Momentum Akhir Konflik Adat di Mimika

Kericuhan Kembali Pecah Usai Prosesi Damai Konflik Kwamki Narama di Timika

Kericuhan Kembali Pecah Usai Prosesi Damai Konflik Kwamki Narama di Timika

Prosesi Adat Akhiri Konflik Kwamki Narama Maknanya Sakral, Sekda Puncak: Jaminan Kuat Konflik Tidak Terulang

Prosesi Adat Akhiri Konflik Kwamki Narama Maknanya Sakral, Sekda Puncak: Jaminan Kuat Konflik Tidak Terulang

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id