ADVERTISEMENT
Sabtu, Februari 28, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Konflik Berdarah di Kwamki Narama Timika Resmi Berakhir, Kubu Dang & Newegalen Jalani Prosesi Patah Panah

Perdamaian ini disepakati sebagai akhir dari konflik antar kelompok Dang dan Newegalen, sekaligus menjadi langkah awal membangun kembali kehidupan yang aman, damai, dan harmonis di Distrik Kwamki Narama.

12 Januari 2026
0
Konflik Berdarah di Kwamki Narama Timika Resmi Berakhir, Kubu Dang & Newegalen Jalani Prosesi Patah Panah

Proses panah babi sebagai tanda perdamaian di kwamki Narama Kabupaten Mimika. (foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Setelah hampir empat bulan terjadi konflik berdarah yang menewaskan sebelas orang dan mengoyak kehidupan sosial masyarakat, resmi berakhir.

Berakhirnya konflik yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, ditandai dengan prosesi perdamaian patah panah dan tukar babi.

ADVERTISEMENT

Prosesi perdamaian melalui ritual adat antara dua kubu yakni, kelompok Dang dan Newegalen, dipusatkan di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Senin, 12 Januari 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kita semua adalah satu keluarga,” menjadi pesan yang menegaskan komitmen bersama untuk hidup damai dan membangun kembali harmoni.

Baca Juga

Tabrak Median Jalan di Pertigan Diana Mall Timika, Pengendara Motor Tewas di Tempat Kejadian

Area Bandara Merauke dalam Pengamanan Ketat Satgas Yon Parako 466 Pasgat

Kesepakatan damai tersebut ditandai dengan prosesi adat patah panah sebagai simbol berakhirnya peperangan, serta tukar babi yang melambangkan pemulihan hubungan dan persaudaraan kedua belah pihak.

Selain prosesi adat, dilakukan pula penandatanganan kesepakatan damai oleh perwakilan kelompok yang bertikai, disaksikan unsur Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Kabupaten Puncak.

Prosesi adat dipimpin oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, dan Wakil Bupati Emanuel Kemong bersama Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal dan Pj Sekda Nenu Tabuni, dan disaksikan oleh kedua kubu yang sebelumnya terlibat konflik.

Usai prosesi, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa perdamaian tersebut harus menjadi komitmen bersama untuk mengakhiri segala bentuk peperangan, tidak hanya di Distrik Kwamki Narama, tetapi juga di seluruh Tanah Papua.

“Saya kira ini menjadi contoh bagi kita semua untuk selalu hidup damai, hidup dengan baik, dan hidup sebagai satu keluarga,” ujarnya.

Penegasan serupa disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni.

Ia menyatakan bahwa kesepakatan damai yang telah ditandatangani bersifat final dan mengikat semua pihak yang terlibat.

“Sudah dilakukan penandatanganan. Tidak boleh ada lagi perang, tidak ada lagi bicara lebih atau kurang,” pesan Nenu.

“Semua sudah disepakati di hadapan kedua belah pihak, aparat pengawas, pemerintah daerah, hingga kelurahan,” tandasnya.

Dalam proses penandatanganan, sempat terjadi interupsi dari warga.

Mereka meminta agar pihak-pihak yang terlibat dalam konflik hadir dan menandatangani kesepakatan secara pribadi, tanpa diwakili demi memperkuat legitimasi perdamaian.

Meski sempat diwarnai dinamika, seluruh rangkaian prosesi perdamaian akhirnya berjalan tertib dan kondusif.

Perdamaian ini disepakati sebagai akhir dari konflik antar kelompok Dang dan Newegalen, sekaligus menjadi langkah awal membangun kembali kehidupan yang aman, damai, dan harmonis di Distrik Kwamki Narama. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tabrak Median Jalan di Pertigan Diana Mall Timika, Pengendara Motor Tewas di Tempat Kejadian

Tabrak Median Jalan di Pertigan Diana Mall Timika, Pengendara Motor Tewas di Tempat Kejadian

28 Februari 2026
Area Bandara Merauke dalam Pengamanan Ketat Satgas Yon Parako 466 Pasgat

Area Bandara Merauke dalam Pengamanan Ketat Satgas Yon Parako 466 Pasgat

28 Februari 2026
Romario Moromako Ditikam di Pelabuhan Poumako, Polisi Buruh Pelaku

Romario Moromako Ditikam di Pelabuhan Poumako, Polisi Buruh Pelaku

28 Februari 2026
Percepatan Implementasi Program Nasional, Seluruh Pimpinan Daerah se- Indonesia Berkumpul di Bogor

Percepatan Implementasi Program Nasional, Seluruh Pimpinan Daerah se- Indonesia Berkumpul di Bogor

28 Februari 2026
Ilustrasi Beras SPPH dan Minyakkita (Foto:ist/Koranpapua.id)

Tekan Lajunya Harga Pangan Strategis di Papua Raya, Beras SPHP dan Minyakita Jadi Instrumen Penting

28 Februari 2026
Dampak Pemotongan Transfer Pusat, Pemprov Papua Tengah Hentikan Menerima Proposal Bantuan

Dampak Pemotongan Transfer Pusat, Pemprov Papua Tengah Hentikan Menerima Proposal Bantuan

28 Februari 2026

POPULER

  • Tidak Terima Anak Ditegur, Orang Tua Murid Aniaya Guru di SMPN 5 Mimika

    Tidak Terima Anak Ditegur, Orang Tua Murid Aniaya Guru di SMPN 5 Mimika

    630 shares
    Bagikan 252 Tweet 158
  • YLBH Papua Tengah Kecam Dugaan Penembakan Brutal Tiga Warga Sipil di Gorong-Gorong-Timika

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Ini Identitas Prajurit TNI yang Tewas Diserang KKB di Nabire

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Bupati Merauke Kecewa, Banyak yang Dibiayai Pemerintah, Setelah Jadi Dokter Memilih Bekerja di Luar Papua

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Korpasgat Gagalkan Upaya Penyelundupan Ganja 1,7 Kilogram di Bandara Sentani Jayapura

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Gubernur Meki Nawipa Instruksikan Bupati Mimika, Deiyai dan Dogiyai Turun ke Kapiraya Selasa 24 Februari

    602 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Pantau dari Udara hingga Dialog, Pemkab Mimika Siap Tindaklanjuti Keluhan Warga Kapiraya

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
Next Post
Bupati Johannes Rettob: Perdamaian Newegalen–Dang Jadi Momentum Akhir Konflik Adat di Mimika

Bupati Johannes Rettob: Perdamaian Newegalen–Dang Jadi Momentum Akhir Konflik Adat di Mimika

Kericuhan Kembali Pecah Usai Prosesi Damai Konflik Kwamki Narama di Timika

Kericuhan Kembali Pecah Usai Prosesi Damai Konflik Kwamki Narama di Timika

Prosesi Adat Akhiri Konflik Kwamki Narama Maknanya Sakral, Sekda Puncak: Jaminan Kuat Konflik Tidak Terulang

Prosesi Adat Akhiri Konflik Kwamki Narama Maknanya Sakral, Sekda Puncak: Jaminan Kuat Konflik Tidak Terulang

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id