ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Konflik Berdarah di Kwamki Narama Timika Resmi Berakhir, Kubu Dang & Newegalen Jalani Prosesi Patah Panah

Perdamaian ini disepakati sebagai akhir dari konflik antar kelompok Dang dan Newegalen, sekaligus menjadi langkah awal membangun kembali kehidupan yang aman, damai, dan harmonis di Distrik Kwamki Narama.

12 Januari 2026
0
Konflik Berdarah di Kwamki Narama Timika Resmi Berakhir, Kubu Dang & Newegalen Jalani Prosesi Patah Panah

Proses panah babi sebagai tanda perdamaian di kwamki Narama Kabupaten Mimika. (foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Setelah hampir empat bulan terjadi konflik berdarah yang menewaskan sebelas orang dan mengoyak kehidupan sosial masyarakat, resmi berakhir.

Berakhirnya konflik yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, ditandai dengan prosesi perdamaian patah panah dan tukar babi.

Prosesi perdamaian melalui ritual adat antara dua kubu yakni, kelompok Dang dan Newegalen, dipusatkan di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Senin, 12 Januari 2026.

“Kita semua adalah satu keluarga,” menjadi pesan yang menegaskan komitmen bersama untuk hidup damai dan membangun kembali harmoni.

Baca Juga

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

Kesepakatan damai tersebut ditandai dengan prosesi adat patah panah sebagai simbol berakhirnya peperangan, serta tukar babi yang melambangkan pemulihan hubungan dan persaudaraan kedua belah pihak.

Selain prosesi adat, dilakukan pula penandatanganan kesepakatan damai oleh perwakilan kelompok yang bertikai, disaksikan unsur Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Kabupaten Puncak.

Prosesi adat dipimpin oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, dan Wakil Bupati Emanuel Kemong bersama Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal dan Pj Sekda Nenu Tabuni, dan disaksikan oleh kedua kubu yang sebelumnya terlibat konflik.

Usai prosesi, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa perdamaian tersebut harus menjadi komitmen bersama untuk mengakhiri segala bentuk peperangan, tidak hanya di Distrik Kwamki Narama, tetapi juga di seluruh Tanah Papua.

“Saya kira ini menjadi contoh bagi kita semua untuk selalu hidup damai, hidup dengan baik, dan hidup sebagai satu keluarga,” ujarnya.

Penegasan serupa disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni.

Ia menyatakan bahwa kesepakatan damai yang telah ditandatangani bersifat final dan mengikat semua pihak yang terlibat.

“Sudah dilakukan penandatanganan. Tidak boleh ada lagi perang, tidak ada lagi bicara lebih atau kurang,” pesan Nenu.

“Semua sudah disepakati di hadapan kedua belah pihak, aparat pengawas, pemerintah daerah, hingga kelurahan,” tandasnya.

Dalam proses penandatanganan, sempat terjadi interupsi dari warga.

Mereka meminta agar pihak-pihak yang terlibat dalam konflik hadir dan menandatangani kesepakatan secara pribadi, tanpa diwakili demi memperkuat legitimasi perdamaian.

Meski sempat diwarnai dinamika, seluruh rangkaian prosesi perdamaian akhirnya berjalan tertib dan kondusif.

Perdamaian ini disepakati sebagai akhir dari konflik antar kelompok Dang dan Newegalen, sekaligus menjadi langkah awal membangun kembali kehidupan yang aman, damai, dan harmonis di Distrik Kwamki Narama. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026
Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

13 Oktober 2026
Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

13 Oktober 2026
Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

13 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    796 shares
    Bagikan 318 Tweet 199
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    514 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Dolfin Beanal Kecam Pelayanan Festival Budaya Mimika: Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

    513 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
Next Post
Bupati Johannes Rettob: Perdamaian Newegalen–Dang Jadi Momentum Akhir Konflik Adat di Mimika

Bupati Johannes Rettob: Perdamaian Newegalen–Dang Jadi Momentum Akhir Konflik Adat di Mimika

Kericuhan Kembali Pecah Usai Prosesi Damai Konflik Kwamki Narama di Timika

Kericuhan Kembali Pecah Usai Prosesi Damai Konflik Kwamki Narama di Timika

Prosesi Adat Akhiri Konflik Kwamki Narama Maknanya Sakral, Sekda Puncak: Jaminan Kuat Konflik Tidak Terulang

Prosesi Adat Akhiri Konflik Kwamki Narama Maknanya Sakral, Sekda Puncak: Jaminan Kuat Konflik Tidak Terulang

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id