ADVERTISEMENT
Sabtu, Oktober 24, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Hidup di Bawah Bayangan Senjata, Ratusan Warga Jila Mengadu ke DPRK Mimika, Ingin  Rayakan Natal dengan Damai

Masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan bahan makanan, tetapi jaminan keamanan agar dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan damai di kampung halaman.

17 Desember 2025
0
Hidup di Bawah Bayangan Senjata, Ratusan Warga Jila Mengadu ke DPRK Mimika, Ingin  Rayakan Natal dengan Damai

Ratusan massa yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Jila menggelar aksi di halaman DPRK Mimika, Jalan Cenderawasih SP2, Timika, Rabu 17 Desember 2025. (foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Ratusan massa yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Jila (SPJ) menggelar aksi unjuk rasa di halaman DPRK Mimika, Jalan Cenderawasih SP2, Timika, Rabu 17 Desember 2025.

Dalam aksinya, massa mendesak penarikan aparat militer, baik organik maupun non-organik, dari Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Kehadiran aparat bersenjata di wilayah Jila, dinilai telah menimbulkan ketakutan dan penderitaan bagi masyarakat adat, khususnya menjelang perayaan Hari Raya Natal.

Baca Juga

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

Kontak Tembak dengan TNI di Nduga, Dua Orang Diduga Anggota OPM Tewas

Perwakilan massa menyampaikan bahwa masyarakat adat Amungme yang bermukim di wilayah pegunungan, termasuk Distrik Jila dan Distrik T’sina, hidup dalam kondisi tidak aman.

Mereka mengaku mengalami intimidasi, kekerasan fisik, hingga penembakan ternak.

“Setiap hari masyarakat hidup dalam ketakutan. Ternak kami ditembak, padahal babi adalah harta bagi orang Amungme. Kehidupan di kampung seakan mati,” ujar Fransisca Pinimet dalam orasinya.

Orator perempuan asal Jila itu menyampaikan bahwa, hingga saat ini tidak ada suasana Natal, yang ada hanya penderitaan dan tekanan psikologis.

Ia menegaskan bahwa kehadiran aparat seharusnya memberikan rasa aman, bukan sebaliknya.

Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan nilai-nilai kemanusiaan, terlebih pada momentum menjelang perayaan Natal.

“Kami seharusnya menyiapkan hati menyambut kelahiran Kristus. Tetapi yang kami alami justru ketakutan dan tangisan. Pemerintah di mana? Mengapa seolah membisu?” seru Fransica.

Salah satu perwakilan aksi, Helois Kemong, menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintah daerah dan para wakil rakyat yang dinilai mengabaikan persoalan kemanusiaan di Distrik Jila.

“Masalah ini sudah lebih dari satu bulan tanpa solusi. Kami orang gunung merasa diabaikan, padahal pimpinan DPR dan pemerintah daerah berasal dari suku Amungme dan Kamoro,” tegasnya.

Ia menolak janji-janji tanpa kepastian dan menekankan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan bahan makanan, tetapi jaminan keamanan agar dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan damai di kampung halaman.

Dalam tuntutannya, massa mendesak DPRK Mimika segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM serta kondisi kemanusiaan di Distrik Jila.

“Ini manusia, bukan binatang. Orang tua kami menangis di hutan, anak-anak kelaparan, kebun dikuasai aparat. Tetapi setiap kejadian, masyarakat selalu dicap KKB atau teroris,” ujar salah satu orator.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beanal Jadi, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan membentuk Pansus Kemanusiaan.

Ia menyebut DPRK Mimika telah berkoordinasi dengan pimpinan dewan dan komisi terkait, serta akan berkolaborasi dengan Pansus Kemanusiaan tingkat Papua Tengah.

“Kami sangat terpukul karena ini menyangkut kemanusiaan. Apalagi menjelang hari besar umat Kristen. Tidak boleh ada lagi tembak-menembak. Kita harus saling menghargai dan mengedepankan pendekatan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia juga meminta agar pemerintah daerah, khususnya bupati, turut mengambil peran aktif dalam merespons situasi tersebut, sehingga penanganan masalah dapat dilakukan secara kolaboratif dan transparan.

Dolfin menegaskan bahwa penyelesaian konflik tidak bisa dilakukan dengan kekerasan. Menurutnya, pendekatan dialog dan kemanusiaan harus dikedepankan agar konflik tidak terus berulang dan meninggalkan trauma bagi anak-anak serta masyarakat sipil.

“Kalau terus tembak-menembak di tengah masyarakat, konflik ini tidak akan pernah selesai. Presiden menginginkan pendekatan, bukan kekerasan,” tegasnya.

“Oknum yang bersalah silakan ditindak secara profesional, tetapi jangan menyakiti masyarakat,” tandasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemulangan para pengungsi ke kampung halaman mereka serta pemulihan rasa aman di Distrik Jila dan sekitarnya.

Aksi berakhir sekitar pukul 11.50 WIT dengan tertib dibawah pengawalan ratusan personil polres Mimika. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

24 Oktober 2026
Kontak Tembak dengan TNI di Nduga, Dua Orang Diduga Anggota OPM Tewas

Kontak Tembak dengan TNI di Nduga, Dua Orang Diduga Anggota OPM Tewas

24 Oktober 2026
Monev Malam Hari di Puskesmas Ipaya, Dinkes Mimika Tekankan Inovasi dan Disiplin Pelayanan

Monev Malam Hari di Puskesmas Ipaya, Dinkes Mimika Tekankan Inovasi dan Disiplin Pelayanan

24 Oktober 2026
Biaya Logistik ke Jila Tembus Rp80 Juta, Kepala Distrik Dorong Pemulihan Keamanan

Biaya Logistik ke Jila Tembus Rp80 Juta, Kepala Distrik Dorong Pemulihan Keamanan

24 Oktober 2026
1.856 Liter Sopi Dimusnahkan, Begini Modus Miras Ilegal Masuk Mimika

1.856 Liter Sopi Dimusnahkan, Begini Modus Miras Ilegal Masuk Mimika

23 Oktober 2026
Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

23 Oktober 2026

POPULER

  • Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    628 shares
    Bagikan 251 Tweet 157
  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • DPMK Mimika Dorong 133 Kampung Susun Program Prioritas 2027

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Kajian Dokumen Lemasa Belum Tuntas, Sem Bukaleng Minta Kepastian

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    650 shares
    Bagikan 260 Tweet 163
  • Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Waspada Kabut Asap Karhutla dan El Niño

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
Next Post
Polisi Tangkap Dua Pengedar Narkoba di Timika, Sita 55,53 Gram Sabu dan Ganja

Polisi Tangkap Dua Pengedar Narkoba di Timika, Sita 55,53 Gram Sabu dan Ganja

Yonif 754 Kostrad Timika Berhasil Kuasai Basis OPM di Intan Jaya, Amankan Dua Anggota Separatis

Yonif 754 Kostrad Timika Berhasil Kuasai Basis OPM di Intan Jaya, Amankan Dua Anggota Separatis

Percepat Pembangunan SDM, Pempus Wacanakan Bangun Kampus Negeri di Tiga Provinsi di Papua

Percepat Pembangunan SDM, Pempus Wacanakan Bangun Kampus Negeri di Tiga Provinsi di Papua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id