ADVERTISEMENT
Kamis, September 17, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Suami Merantau ke Papua, Mama Muda Nekat Jual Tiga Anaknya Seharga Rp300 Ribu

Dari hasil interogasi, NH, MA dan AS terungkap jika mereka merupakan sindikat jaringan TPPO lintas provinsi. NH mengakui sudah tiga kali memperdagangkan anak di bawah umur.

16 November 2025
0
Suami Merantau ke Papua, Mama Muda Nekat Jual Tiga Anaknya Seharga Rp300 Ribu

Mamud (mama muda) berinisial SY (30) tersangka kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) (Foto:Ist/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

MAKASSAR, Koranpapua.id– Bisikan apa yang merasuki seorang Mamud (mama muda) berinisial SY (30) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Dengan alasan memberikan anaknya untuk diadopsi, SY nekat menjual ketiga anaknya segarga Rp300 ribu. Setiap anak hanya dihargai dengan uang Rp100 ribu.

ADVERTISEMENT

Aksi nekat Mamud ini dilakukan saat suaminya tidak berada di rumah, karena sedang merantau ke Papua.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kasus penjualan anak ini, kini sedang dalam penanganan Polda Sulbar dan polisi telah menetapkan sebagai tersangka yang terlibat dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Baca Juga

Ketua TP-PKK Mimika Titip Pesan Tegas: Pengurus Baru Harus Bekerja dengan Hati dan Layani Masyarakat

60.000 Batang Rokok Diduga Berpita Cukai Palsu Digagalkan di Bandara Sentani

Polisi telah menggali keterangan tersangka Sri Yuliana alias SY (30), yang merupakan pelaku utama penculikan Bilqis di Kota Makassar.

Hasil pemeriksaan menyebutkan bahwa tersangka juga pernah menyerahkan tiga anak kandungnya sendiri kepada orang lain untuk diadopsi dengan imbalan Rp300.000.

Kombes Pol Didik Supranoto, Kabid Humas Polda Sulsel mengungkapkan, berdasar hasil pemeriksaan terhadap SY, dia mengaku serahkan anaknya untuk diadopsi kepada orang lain.

“Tersangka (SY) telah menyerahkan tiga anaknya berinisial RT, RJ, dan P, untuk diadopsi oleh orang yang tidak dikenal di Makassar,” ujar Didik dalam keterangannya, Sabtu 15 November 2025.

Didik menjelaskan, SY menyerahkan tiga anaknya dalam rentan waktu tahun 2022-2023. Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terkait hal tersebut.

Didik juga menyampaikan, pada 2016 silam SY menikah dengan pria berinisial OD, namun mereka berpisah karena OD memilih merantau ke wilayah Papua.

“Jadi tersangka SY ini telah menikah dengan laki-laki berinisial OD pada tahun 2016, dikaruniai lima orang anak,” jelas Didik.

Didik menyebutkan, saat menyerahkan tiga anaknya itu kepada orang lain, SY mendapatkan uang tunai senilai Rp300.000.

“Tersangka hanya menerima uang Rp 300.000, dan tersangka masih merawat dua anak kandung berinisial FB dan FS, yang sementara masih berada di rumah aman,” kata Didik.

Polisi mulai mengembangkan kasus TPPO yang bermula dari penculikan balita Bilqis Ramdhani (4) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, hasil pengembangan mengungkap bahwa sindikat TPPO ini beroperasi di sejumlah provinsi.

Beberapa daerah yang diduga menjadi lokasi penjualan anak di bawah umur antara lain wilayah Provinsi Bali, Jawa Tengah, Jambi, dan Kepulauan Riau.

Dalam kasus ini polisi telah menetapkan empat tersangka, yakni Sri Yuliana alias SY (30), warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kemudian, Nadia Hutri alias NH (29) warga Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Selanjutnya pasangan kekasih yakni Meriana alias MA (42) dan Adit Prayitno Saputra alias AS (36) warga Kabupaten Merangin, Jambi.

Dari hasil interogasi, NH, MA dan AS terungkap jika mereka merupakan sindikat jaringan TPPO lintas provinsi. NH mengakui sudah tiga kali memperdagangkan anak di bawah umur.

Sedangkan AS dan MA sudah sembilan kali menjual anak di bawah umur melalui aplikasi media sosial seperti Facebook dan TikTok. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Ketua TP-PKK Mimika Titip Pesan Tegas: Pengurus Baru Harus Bekerja dengan Hati dan Layani Masyarakat

Ketua TP-PKK Mimika Titip Pesan Tegas: Pengurus Baru Harus Bekerja dengan Hati dan Layani Masyarakat

16 September 2026
60.000 Batang Rokok Diduga Berpita Cukai Palsu Digagalkan di Bandara Sentani

60.000 Batang Rokok Diduga Berpita Cukai Palsu Digagalkan di Bandara Sentani

16 September 2026
Di Tanah Kaya Emas, Kisah Benediktus, Pelajar di Mimika yang Mendulang demi Baju Sekolah

Di Tanah Kaya Emas, Kisah Benediktus, Pelajar di Mimika yang Mendulang demi Baju Sekolah

16 September 2026
Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

16 September 2026
TP-PKK Kuala Kencana Periode 2026-2030 Resmi Dilantik, Ini Fokus Programnya

TP-PKK Kuala Kencana Periode 2026-2030 Resmi Dilantik, Ini Fokus Programnya

16 September 2026
Sopir Lajuran Dilaporkan Tewas di Jalur Wamena-Mbua, Mobil Dibakar

Sopir Lajuran Dilaporkan Tewas di Jalur Wamena-Mbua, Mobil Dibakar

16 September 2026

POPULER

  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    621 shares
    Bagikan 248 Tweet 155
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Pria Tewas Berlumuran Darah di SP2 Timika, Polisi Buru 4 Temannya

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Polisi Identifikasi Dua DPO Kasus Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • 20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penyanderaan Jila Akhirnya Dievakuasi ke Timika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel Minta Diplomat dan Organisasi Sipil Lakukan Lobi ke PBB

TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel Minta Diplomat dan Organisasi Sipil Lakukan Lobi ke PBB

Satgas Korpasgat Moanemani Salurkan Bantuan Bahan Bangunan untuk Masjid dan Gereja di Dogiyai

Satgas Korpasgat Moanemani Salurkan Bantuan Bahan Bangunan untuk Masjid dan Gereja di Dogiyai

Hipertensi Masih Jadi Pembunuh Senyap “Silent Killer” di Indonesia

Hipertensi Masih Jadi Pembunuh Senyap "Silent Killer” di Indonesia

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id