ADVERTISEMENT
Sabtu, Oktober 17, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim

Pemkab Puncak Minta Maaf, Siap Damaikan Warganya yang Bertikai di Timika

“Kami hadir memenuhi desakan masyarakat, mahasiswa, dan keluarga agar pemerintah turun langsung. Sekarang pemerintah sudah hadir. Mari kita bicarakan jalan keluar bersama”.

13 November 2025
0
Pemkab Puncak Minta Maaf, Siap Damaikan Warganya yang Bertikai di Timika

Pj Sekda Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni berbica depan masyarakat di Distrik Kwamki Lama, Kabupaten Mimika. (foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penanganan konflik antarwarga asal Puncak yang terjadi di Distrik Kwamki Lama, Kabupaten Mimika.

Nenu Tabuni, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Puncak, hadir mendampingi Kapolda Papua Tengah dalam upaya penyelesaian konflik tersebut.

Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Pendeta Melkianus akibat bentrokan yang melibatkan dua kelompok warga asal Puncak.

“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat dari kedua kelompok yang bertikai. Pemerintah Puncak terlambat hadir,” ujar Nenu Tabuni di Kwamki Lama, Kamis 13 November 2025.

Baca Juga

Setahun Berdiri, SR 76 Mimika Ukir Prestasi hingga Tingkat Provinsi

Penyidikan Dana Pilkada Bergulir, KPU Mimika Pastikan Aktivitas Tetap Normal

Menurut Nenu, konflik yang terjadi bukan melibatkan masyarakat asli Mimika, melainkan sesama warga asal Kabupaten Puncak.

“Saya mendapat laporan dari Pak Kapolda dan tokoh gereja, bahwa dua kelompok yang bertikai ini adalah masyarakat Puncak. Karena itu, kami merasa sangat kehilangan, apalagi korban adalah seorang pendeta,” jelasnya.

Ia juga menyesalkan ketidakhadiran Bupati dan Wakil Bupati Puncak dalam kesempatan tersebut, namun memastikan bahwa pemerintah daerah tetap hadir secara resmi melalui dirinya.

“Pak Bupati, Pak Wakil, dan Ketua DPR tidak bisa hadir, tapi mereka mengutus saya mewakili pemerintah. Ini hasil komunikasi langsung saya dengan Pak Kapolda,” ujarnya.

Nenu menegaskan bahwa konflik harus segera diakhiri karena telah berdampak luas terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah konflik.

“Kalau kita berlarut-larut, mama-mama tidak bisa ke pasar, anak-anak tidak bisa sekolah. Karena itu kita harus hentikan ini,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pihak, terutama keluarga korban, untuk membuka ruang bagi proses perdamaian yang difasilitasi pemerintah dan aparat keamanan.

“Kami hadir memenuhi desakan masyarakat, mahasiswa, dan keluarga agar pemerintah turun langsung. Sekarang pemerintah sudah hadir. Mari kita bicarakan jalan keluar bersama,” ajak Nenu.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, antara lain Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare, Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman.

Hadir juga Ketua MRP Papua Tengah Agus Anggaibak, Anggota DPRP Yohanes Kemong, serta Kepala Distrik Kwamki Lama Edwin Naftali Hanwebu.

Untuk diketahui, konflik antarwarga asal Kabupaten Puncak ini telah berlangsung sejak 2 November 2025 dan menelan korban jiwa seorang pendeta.

Bentrokan berdarah tersebut dipicu oleh kasus perselingkuhan di Kabupaten Puncak, yang kemudian merembet hingga ke wilayah Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika. Untuk membaca berita yang terkait dengan topik, klik disini (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

17 Oktober 2026
Polisi Amankan 12 Motor Diduga Hasil Curanmor di Mimika, Dua Remaja Ditangkap

Polisi Amankan 12 Motor Diduga Hasil Curanmor di Mimika, Dua Remaja Ditangkap

17 Oktober 2026
TNI Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

TNI Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

17 Oktober 2026
Sekda Mimika Minta BUMDes Kembangkan Potensi Kampung, Bukan Sekadar Terima Modal

Sekda Mimika Minta BUMDes Kembangkan Potensi Kampung, Bukan Sekadar Terima Modal

16 Oktober 2026
19 Orang Ditangani dalam Kasus Peredaran Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

19 Orang Ditangani dalam Kasus Peredaran Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

16 Oktober 2026
Alarm Keselamatan! 26 Orang Tewas akibat Kecelakaan di Mimika

Alarm Keselamatan! 26 Orang Tewas akibat Kecelakaan di Mimika

16 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    569 shares
    Bagikan 228 Tweet 142
  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    806 shares
    Bagikan 322 Tweet 202
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Satgas Korpasgat Amankan 24 Botol Miras Ilegal di Bandara Nabire, Rencananya Dikirim ke Sugapa

Satgas Korpasgat Amankan 24 Botol Miras Ilegal di Bandara Nabire, Rencananya Dikirim ke Sugapa

Penyidikan Dugaan Korupsi ATK, Tim Pidsus Kejati Papua Barat Geledah Ruangan Bagian Hukum Pemkot Sorong

Penyidikan Dugaan Korupsi ATK, Tim Pidsus Kejati Papua Barat Geledah Ruangan Bagian Hukum Pemkot Sorong

Perkuat Pengamanan Areal PT Freeport Indonesia, Brimob Polri Berangkatkan 417 Personel

Perkuat Pengamanan Areal PT Freeport Indonesia, Brimob Polri Berangkatkan 417 Personel

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id